Archive | Cerita Selingkuh RSS feed for this section

Cerita Dewasa Pengalaman Ngentot Sex Yang indah

6 Nov

Cerita Dewasa yang akan saya suguhkan kali ini pada Ceritaodewasa.com adalah mengenai pengalaman sex serta Cerita Dewasa Sex yang sangat indah. Bacaan ini khusus untuk dewasa. Hari berganti hari bulan-bulanpun berganti tahun.Kasih sayang yang aku curahkan begitu tulus.Wanita yang hadir dilalam hidup ku sungguh wanita yang paling sempurna dimataku,sempat terlintas dibenak ku “aku adalah sosok lelaki yang beruntung memperistrinya”,istriku adalah wanita yang lemah lembut setiap tutur sapanya mampu manarik perhatian bagi siapa saja yang bertemu.Bukan itu saja,istriku juga seorang yang sangat peduli akan bakti sosial atau kegiatan yang berbau sosial jadi pantas rasa kemanusian nya tinggi. Dia mampu menilai sisi-sisi hidup dan kehidupan manusia rasa tenggang rasa sesama.Sungguh aku makin kagum,tingkat beragaamanya yang tinggi hingga tak pernah lupa sedikitpun untuk menjalankan apa yang diperrintahNya,agama adalah pegangan hidupnya”itulah tuturnya”.Semua ku jalani dengan begitu bahagia hingga aku menemukan pengalaman yang mampu merobek jaringan cinta kami.inilah kisahnya nya”Pengalamanku saat aku baru menikah 1 tahun, saat itu aku sudah berumah tangga sendiri, karena istriku juga bekerja maka kita mengambil seorang pembantu melalui biro jasa. Pembantuku masih muda sekali usianya kira-kira 16 tahun hanya kulitnya agak putih dan bersih. Dia sampai saat terjadinya kejadian ini sudah bekerja kira-kira 6 bulan.

C:\Program

Saat itu aku ada keperluan mengambil surat-surat yang tertinggal di rumah, pembantuku Sutini namanya tapi panggilannya Tini yang membukakan pintu. Karena aku mencari surat yang tertinggal agak lama maka pintu ditutup lagi oleh Tini dan Tini kelihatannya langsung mandi. Akhirnya aku temukan suratku itu, tapi karena Tini masih mandi maka aku tunggu sebentar untuk menutup pintu depan. Aku duduk di pinggir tempat tidur, memang jendela kamarku menghadap ke belakang sehingga bisa lihat kebun juga kamar serta kamar mandi pembantu yang letaknya di belakang kebun menghadap jendela kamarku. Pintu kamar mandinya kemudian terbuka dan Tini keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk dililitkan ke tubuhnya. Mungkin dianggap rumah sepi tak ada yang tahu jadi dia berani begitu pikirku. Diam-diam aku perhatikan terus, Tini memasukkan pakaian kotornya ke ember cucian dan kemudian balik masuk ke kamarnya. Kamarnya juga tidak ditutup, Tini kelihatan mengambil pakaian dari lemarinya.

Lalu Tini melepas handuknya dan mengeringkan lagi tubuhnya. Wah, terlihat sekali badannya yang langsing dan putih bersih dengan buah dadanya yang hanya kecil dengan puting warna merah jambu serta kemaluannya yang masih belum ditumbuhi rambut sedikitpun. Kemudian Tini memakai BH-nya yang tanpa spons dan CD yang mini, lalu memakai rok bawahan dan kaos. Melihat tubuh yang kecil, bersih dan indah itu nafsuku bergairah. Setelah Tini selesai menyisir rambutnya yang pendek ala Yuni Sara dan membedaki mukanya, aku langsung panggil dia.
“Tin”
“Iya pak”.
“Aku tolong pijit sebentar leher dan kepalaku sebab pusing”, sambil aku duduk di kursi makan. Kemudian Tini memijit leherku, walaupun kecil tubuhnya tapi pijitannya cukup mantap. Habis memijat leher, aku minta mijit bagian dahi dan pelipis kiri dan kanan. Tini mulai memijitnya, tapi karena kepalaku goyang-goyang lalu kepalaku tiba-tiba ditariknya ke belakang dan disandarkan ke dadanya. Aku jadi semakin greng walaupun buah dadanya kecil sehingga aku hanya merasakan sandarannya agak empuk. Ulahnya membuat penisku mulai bangun sedikit-sedikit, aku jadi penasaran lalu kucoba tanganku kuturunkan dan menyentuh kakinya. Ternyata Tini diam saja tak bereaksi negatif. Lalu kuberanikan untuk meraba pahanya, ternyata Tini tetap diam saja dengan memijit dahiku terus. Rabaanku kuteruskan dengan 2 tangan di paha kiri dan kanan sambil kupijit pahanya dan tangan kananku terus merambat ke atas sampai ke kemaluannya yang tertutup celana dalam. Saat itu Tini masih diam terus, lalu jariku coba kususupkan kedalam CD-nya untuk mengutak-atik lubang kemaluannya, saat itu Tini mulai mendesis dan menggoyangkan pantatnya, “Sseett.. aduh Pak geli kena kelentitku”. Tetapi karena Tini tidak lari dan tetap memijitku terus maka pekerjaan tangan itu tak berhenti dan terus berjalan sampai akhirnya tangannya lepas tak memijit lagi dan memegang lenganku erat-erat sambil berbisik,
“Pak.. pak.. Tini nggak tahan minta yaak pak?”
“Minta apa Tin?” tanyaku.

Tini tak menjawab hanya memberi kode dengan tangannya yang digenggam dengan jempolnya dijepit antara jari tengah dan telunjuk, yang berarti minta disetubuhi. “Katanya kamu masih gadis”, kataku. Tini lalu cerita, dia sudah dijodohkan di desa kira-kira tahun yang lalu. Pada saat pulang Lebaran kemarin, dia sudah digauli oleh pacarnya itu sampai beberapa kali.
“Karena sudah merasakan digauli itu, Tini jadi sering kepingin begitu lagi sekarang” katanya. Dia cerita lagi,
“Apalagi Tini sering lihat bapak dan ibu kalau main, jadi nafsu Tini sering bergelora.”
“Darimana kamu lihat”, tanyaku.
“Ngintip dari celah kordin kamar bapak”, katanya polos.
“Apa tiap malam kami ngintip”, tanyaku.
“Tidak pak, cuma Tini tahu kebiasaan ibu sebab tiap kali ibu memakai pakaian tidur yang tipis yang kelihatan BH dan CD-nya itu baru Tini ngintip sebab selalu main”. Lanjutnya,
“Tini nafsu sekali kalau lihat ibu dengan telanjang lalu mengisap penisnya bapak dan saat bapak meniduri ibu sampai ibu keluar lendirnya. Tini juga lihat ibu yang dengan lahapnya meminum air maninya bapak yang disemprotkan dalam mulutnya ibu.”

“Kalau gitu kamu lihat semua cara-cara bapak dan ibu kalau main?” tanyaku.
“Iya pak, kalau di desa pacar Tini kalau main ya cuma biasa seperti orang desa itu. Tidak seperti ibu kadang duduk di atas, kadang bolak-balik ibu menghisap penis bapak dan bapak menghisap kemaluan ibu.”
“Tini kamu datang bulannya kapan?” tanyaku.
“Sudah lama pak, ini mungkin seminggu lagi dapat haid”, sahutnya.
Karena Tini kepingin dan sudah bukan perawan lagi, lagi pula tak masa subur langsung aku berdiri dan kulepasi pakaianku dan Tini kusuruh mengambil kasur lipat di gudang dan dipasang di sebelah meja makan. Aku langsung tiduran dan Tini kuminta menghisap penisku. Walaupun Tini sudah lihat teknik-teknik bermain cinta, tetapi karena belum dipraktekan jadi rasanya belum nikmat seperti istriku. Tini kusuruh melepas semua pakaiannya sampai bugil. Lalu buah dadanya kucoba kuremas tapi karena masih kecil jadi sulit, aku hanya bisa memencet putingnya lalu kuhisap-hisap juga sampai mengusap-usap kemaluannya yang gundul. Tini memegang penisku dan menciuminya sambil bekata, “Kalau penis orang desa itu kecil-kecil Pak tidak ada yang gede seperti punya bapak ini. Kalau gede kan bisa marem rasanya.” Saat kupegang dan kumasukkan jariku kelubang kemaluannya selain memang masih sempit lubangnya juga lendirnya sudah banyak sekali tetapi encer tak sekental punya istriku. Ada lendir cewek yang banyak ini, aku makin bernafsu, Aku minta Tini main 69 atau bolak-balik menurut istilahnya. Tini yang di atas sambil menghisap penisku dan aku di bawah mempermainkan kemaluannya dengan mulut dan lidahku. Clitorisnya kujilati sambil lubang kemaluannya kumasuki 2 jari dan kugelitik bagian dalamnya.

“Aduuh.. pak. Kemaluanku geli sekali rasanya.. aduuh Tini mau keluar lendirnya pak.” Mendengar itu langsung lubang kemaluannya kucucup dan terus kusedot-sedot dengan kuat sampai terasa, suur.. suur.. suur, dengan disertai rintihan Tini, “Pak.. pak.. air santannya Tini sudah keluar semua.” Kemudian kulihat lubangnya ternyata masih cukup banyak air santannya di lubangnya dan setelah kusedot lagi kubersihkan santan-santan yang lepas menempel di bibir kemaluannya dan terasa penuh mulutku dengan maninya. Saat kutelan rasanya sama seperti punya istriku yaitu asam-asam asin, hanya punya Tini lebih banyak tapi encer. Mungkin makin berumur lendirnya makin kental. Karena aku belum keluar maka segera kutancapkan penisku ke lubangnya. Begitu kumasukkan total seluruh batang penisku, Tini merintih, “Ssst.. aduh enaknya, Pak burung bapak rasanya nikmat sekali beda jauh dengan punya pacar saya.”

Rintihan itu makin membuatku garang dan kuhunjamkan terus dengan agak keras dan cepat penisku ke lubang kemaluannya sampai Tini betul-betul tak tahan nikmatnya dengan menggelinjang-gelinjang terus. Pikirku pembantu yang kurang ajar berani mengintip ini mesti diajar betul. Kira-kira 10 menit berlalu baru aku mencapai klimaks dan kemaluannya kusemprot dengan maniku dan Tini berbisik, “Aduuh hangatnya penisnya bapak dan air maninya.” Selesai main Tini kuminta mencuci penisku di kamar mandinya. Sambil mencuci Tini bilang, “Waah, bapak mainnya hebat sih, pantasan ibu sering minta terus. Tini juga nanti minta lagi ya!” Aku menyanggupi permintaanya asal jangan saat masa subur dan kira-kira jam 10 pagi. Aku menyanggupi karena kupikir tubuhnya bersih dan tak ada penyakitnya serta karena baru seorang yang pakai yaitu pacarnya walaupun buah dadanya kecil, tapi putingnya kalau dihisap, dia terangsang banget. Jadi kalau nanti kepingin ditiduri, Tini pura-pura batuk-batuk kecil saat mengepel lantai ruang tamu dimana saya selalu duduk membaca koran. Lalu dia memberi
koda manggut-manggut. Kejadian ini berulang terus kira-kira setiap 2 minggu sekali selama kurang lebih 4 bulan sampai akhirnya dia pamit keluar karena disuruh menikah.

Tamat Cerita Dewasa

Related posts:

Cerita Dewasa Memek si Indah Yang buat Kontolku Multi OrgasmeSex Ngentot Dengan Baby Sitter TetanggakuCerita Dewasa Ngentot sama ibu RTCerita Dewasa Ngentot Sama Bos dikantorHubungan sex dengan gadis salon

Tags: cerita dewasa majikan selingkuh sama pembantunya, cerita sex ngentot sama pembantu cantik

March 15th, 2011 | Tags: cerita dewasa majikan selingkuh sama pembantunya, cerita sex ngentot sama pembantu cantik
Cerita Dewasa Perselingkuhan, Cerita Dewasa Separuh Baya | 1 Comment »

Cerita Dewasa Ngentot Bersama Pembantu di Rumah

5 Nov

Cerita dewasa pembantu ngentot sama majikannya jaman sekarang sudah biasa.Apalagi sampai beberapa kali,kejadian seperti ini bukan karena sebab dan niat sang pelaku.Awanya disetiap sesi banyak yang kira,karena si pembantu yang genit atau malah majikannya yang gelo karena suka melihat berondong atau perawan bahenol.Umur boleh tua majikan tapi nafsunya.WOw!anak ABG kalahkan,ya cerita dewasa, cerita sex dewasa, cerita seks dewasa, cerita panas dewasa kali ini aku akan mengangkat sebuah kisah pembantu ngentot bersama tuannya.Seru memang ikutalah kisahnya selamat membaca”,semoga yang membaca adalah calon-calon bos yang tidak nafsu dengan pembantunya’Good luck”

Bi Eha sudah cukup lama menjadi pembantu di rumah Tuan Hartono. Ini merupakan tahun ketiga ia bekerja di sana. Bi Eha merasa kerasan karena keluarga Tuan Hartono cukup baik memperlakukannya bahkan memberikan lebih dari apa yang diharapkan oleh seorang pembantu. Bi Eha sadar akan hal ini, terutama akan kebaikan Tuan Hartono, yang dianggapnya terlalu berlebihan. Namun ia tak begitu memikirkannya. Sepanjang hidupnya terjamin, iapun dapat menabung kelebihannya untuk jaminan hari tua. Perkara kelakuan Tuan Hartono yang selalu minta dilayani jika kebetulan istrinya tak ada di rumah, itu adalah perkara lain. Ia tak memperdulikannya bahkan ikut menikmati pula.

Walaupun orang kampung, Bi Eha tergolong wanita yang menarik. Usianya tidak terlalu tua, sekitar 32 tahunan. Penampilannya tidak seperti perempuan desa. Ia pandai merawat tubuhnya sehingga nampak masih sintal dan menggairahkan. Bahkan Tuan Hartono sangat tergila-gila melihat kedua payudaranya yang montok dan kenyal. Kulitnya agak gelap namun terawat bersih dan halus. Soal wajah meski tidak tergolong cantik namun memiliki daya tarik tersendiri. Sensual! Begitu kata Tuan hartono saat pertama kali mereka bercinta di belakang dapur suatu ketika.

Dalam usianya yang tidak tergolong muda ini, Bi Eha – janda yang sudah lama ditinggal suami – masih memiliki gairah yang tinggi karena ternyata selain berselingkuh dengan majikannya, ia pernah bercinta pula dengan Kang Ujang, Satpam penjaga rumah. Perselingkuhannya dengan Kang Ujang berawal ketika ia lama ditinggalkan oleh Tuan Hartono yang sedang pergi ke luar negeri selama sebulan penuh. Selama itu pula Bi Eha merasa kesepian, tak ada lelaki yang mengisi kekosongannya. Apalagi di saat itu udara malam terasa begitu menusuk tulang. Tak tahan oleh gairahnya yang meletup-letup, ia nekat menggoda Satpam itu untuk diajak ke atas ranjangnya di kamar belakang.

Malam itu, Bi Eha kembali tak bisa tidur. Ia gelisah tak menentu. Bergulingan di atas ranjang. Tubuhnya menggigil saking tak tahannya menahan gelora gairah seksnya yang menggebu-gebu. Malam ini ia tak mungkin menantikan kehadiran Tuan Hartono dalam pelukannya karena istrinya ada di rumah. Perasaannya semakin gundah kala membayangkan saat itu Tuan Hartono tengah menggauli istrinya. Ia bayangkan istrinya itu pasti akan tersengal-sengal menghadapi gempuran Tuan Hartono yang memiliki ’senjata’ dahsyat. Bayangan batang kontol Tuan Hartono yang besar dan panjang itu serta keperkasaannya semakin membuat Bi Eha nelangsa menahan nafsu syahwatnya sendiri. Sebenarnya terpikir untuk memanggil Kang Ujang untuk menggantikannya namun ia tak berani selama majikannya ada di rumah. Kalau ketahuan hancur sudah akibatnya nasib mereka nantinya. Akhirnya Bi Eha hanya bisa mengeluh sendiri di ranjang sampai tak terasa gairahnya terbawa tidur.

Dalam mimpinya Bi Eha merasakan gerayangan lembut ke sekujur tubuhnya. Ia menggeliat penuh kenikmatan atas sentuhan jemari kekar milik Tuan Hartono. Menggerayang melucuti kancing baju tidurnya hingga terbuka lebar, mempertontonkan kedua buah dadanya yang mengkal padat berisi. Tanpa sadar Bi Eha mengigau sambil membusungkan dadanya.
“Remas.. uugghh.. isep putingnya.. aduuhh enaknya..”

Kedua tangan Bi Eha memegang kepala itu dan membenamkannya ke dadanya. Tubuhnya menggeliat mengikuti jilatan di kedua putingnya. Bi Eha terengah-engah saking menikmati sedotan dan remasan di kedua payudaranya, sampai-sampai ia terbangun dari mimpinya.

Perlahan ia membuka kedua matanya sambil merasakan mimpinya masih terasa meski sudah terbangun. Setelah matanya terbuka, ia baru sadar bahwa ternyata ia tidak sedang mimpi. Ia menengok ke bawah dan ternyata ada seseorang tengah menggumuli bukit kembarnya dengan penuh nafsu. Ia mengira Tuan Hartono yang sedang mencumbuinya. Dalam hati ia bersorak kegirangan sekaligus heran atas keberanian majikannya ini meski sang istri ada di rumah. Apa tidak takut ketahuan. Tiba-tiba ia sendiri yang merasa ketakutan. Bagaimana kalau istrinya datang?

Bi Eha langsung bangkit dan mendorong tubuh yang menindihnya dan hendak mengingatkan Tuan Hartono akan situasi yang tidak memungkinkan ini. Namun belum sempat ucapan keluar, ia melihat ternyata orang itu bukan Tuan Hartono?! Yang lebih mengejutkannya lagi ternyata orang itu tidak lain adalah Andre, putra tunggal majikannya yang masih berumur 15 tahunan!?

“Den Andre?!” pekiknya sambil menahan suaranya.
“Den ngapain di kamar Bibi?” tanyanya lagi kebingungan melihat wajah Andre yang merah padam.
Mungkin karena birahi bercampur malu ketahuan kelakuan nakalnya.
“Bi.. ngghh.. anu.. ma-maafin Andre..” katanya dengan suara memelas.
Kepalanya tertunduk tak berani menatap wajah Bi Eha.
“Tapi.. barusan nga.. ngapain?” tanyanya lagi karena tak pernah menyangka anak majikannya berani berbuat seperti itu padanya.
“Andre.. ngghh.. tadinya mau minta tolong Bibi bikinin minuman..” katanya menjelaskan.
“Tapi waktu liat Bibi lagi tidur sambil menggeliat-geliat.. ngghh.. Andre nggak tahan..” katanya kemudian.
“Oohh.. Den Andre.. itu nggak boleh. Nanti kalau ketahuan Papa Mama gimana?” Tanya Bi Eha.
“Andre tahu itu salah.. tapi.. ngghh..” jawab Andre ragu-ragu.
“Tapi kenapa?” Tanya Bi Eha penasaran
“Andre pengen kayak Kang Ujang..” jawabnya kemudian.

Kepala Bi Eha bagaikan disamber geledek mendengar ucapan Andre. Berarti dia tahu perbuatannya dengan Satpam itu, kata hatinya panik. Wah bagaimana ini?
“Kenapa Den Andre pengen itu?” tanyanya kemudian dengan lembut.
“Andre sering ngebayangin Bibi.. juga.. ngghh.. anu..”
“Anu apa?” desak Bi Eha makin penasaran.
“Andre suka ngintip.. Bibi lagi mandi,” akunya sambil melirik ke arah pakaian tidur Bi Eha yang sudah terbuka lebar.

Andre melenguh panjang menyaksikan bukit kembar montok yang menggantung tegak di dada pengasuhnya itu. Bi Eha dengan refleks merapikan bajunya untuk menutupi dadanya yang telanjang. Kurang ajar mata anak bau kencur ini, gerutu Bi Eha dalam hati. Nggak jauh beda dengan Bapaknya.
“Boleh khan Bi?” kata Andre kemudian.
“Boleh apa?” sentak Bi Eha mulai sewot.
“Boleh itu.. ngghh.. anu.. kayak tadi..” pinta Andre tanpa rasa bersalah seraya mendekati kembali Bi Eha.
“Den Andre jangan kurang ajar begitu sama perempuan..,” katanya seraya mundur menjauhi anak itu. “Nggak boleh!”
“Kok Kang Ujang boleh? Nanti Andre bilangin lho..” kata Andre mengancam.
“Eh jangan! Nggak boleh bilang ke siapa-siapa..” kata Bi Eha panik.
“Kalau gitu boleh dong Andre?”

Kurang ajar bener anak ini, berani-beraninya mengancam, makinya dalam hati. Tapi bagaimana kalau ia bilang-bilang sama orang lain. Oh Jangan. Jangan sampai! Bi Eha berpikir keras bagaimana caranya agar anak ini dapat dikuasai agar tak cerita kepada yang lain. Bi Eha lalu tersenyum kepada Andre seraya meraih tangannya.
“Den Andre mau pegang ini?” katanya kemudian sambil menaruh tangan Andre ke atas buah dadanya.
“Iya.. ii-iiya..,” katanya sambil menyeringai gembira.

Andre meremas kedua bukit kembar milik Bi Eha dengan bebas dan sepuas-puasnya. “Gimana Den.. enak nggak?” Tanya Bi Eha sambil melirik wajah anak itu.
“Tampan juga anak ini, walau masih ingusan tapi ia tetap seorang lelaki juga”, pikir Bi Eha.
Bukankah tadi ia merindukan kehadiran seorang lelaki untuk memuaskan rasa dahaga yang demikian menggelegak? Mungkin saja anak ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, tetapi dari pada tidak sama sekali?

Setelah berpikiran seperti itu, Bi Eha menjadi penasaran. Ingin tahu bagaimana rasanya bercinta dengan anak di bawah umur. Tentunya masih polos, lugu dan perlu diajarkan. Mengingat ini hal Bi Eha jadi terangsang. Keinginannya untuk bercinta semakin menggebu-gebu. Kalau saja lelaki ini adalah Tuan Hartono, tentunya sudah ia terkam sejak tadi dan menggumuli batang kontolnya untuk memuaskan nafsunya yang sudah ke ubun-ubun. Tapi tunggu dulu. Ia masih anak-anak. Jangan sampai ia kaget dan malah akan membuatnya ketakutan.

Lalu ia biarkan Andre meremas-remas buah dadanya sesuka hati. Dadanya sengaja dibusungkan agar anak ini dapat melihat dengan jelas keindahan buah dadanya yang paling dibanggakan. Andre mencoba memilin-milin putingnya sambil melirik ke wajah Bi Eha yang nampak meringis seperti menahan sesuatu.
“Sakit Bi?” tanyanya.
“Nggak Den. Terus aja. Jangan berhenti. Ya begitu.. terus sambil diremas.. uugghh..”

Andre mengikuti semua perintah Bi Eha. Ia menikmati sekali remasannya. Begitu kenyal, montok dan oohh asyik sekali! Pikir Andre dalam hati. Entah kenapa tiba-tiba ia ingin mencium buah dada itu dan mengemot putingnya seperti ketika ia masih bayi.
Bi Eha terperanjat akan perubahan ini sekaligus senang karena meski sedotan itu tidak semahir lelaki dewasa tapi cukup membuatnya terangsang hebat. Apalagi tangan Andre satunya lagi sudah mulai berani mengelus-elus pahanya dan merambat naik di balik baju tidurnya. Perasaan Bi Eha seraya melayang dengan cumbuan ini. Ia sudah tak sabar menunggu gerayangan tangan Andre di balik roknya segera sampai ke pangkal pahanya. Tapi nampaknya tidak sampai-sampai. Akhirnya Bi Eha mendorong tangan itu menyusup lebih dalam dan langsung menyentuh daerah paling sensitive. Bi Eha memang tak pernah memakai pakaian dalam kalau sedang tidur. “Tidak bebas”, katanya.

Andre terperanjat begitu jemarinya menyentuh daerah yang terasa begitu hangat dan lembab. Hampir saja ia menarik lagi tangannya kalau tidak ditahan oleh Bi Eha.
“Nggak apa-apa.. pegang aja.. pelan-pelan.. ya.. terus.. begitu.. ya.. teruusshh.. uggh Den enaak!”

Andre semangat mendengar erangan Bi Eha yang begitu merangsang. Sambil terus mengemot puting susunya, jemarinya mulai berani mempermainkan bibir kemaluan Bi Eha. Terasa hangat dan sedikit basah. Dicoba-cobanya menusuk celah di antara bibir itu. Terdengar Bi Eha melenguh. Andre meneruskan tusukannya. Cairan yang mulai rembes di daerah itu membuat jari Andre mudah melesak ke dalam dan terus semakin dalam.
“Akhh.. Den masukin terusshh.. ya begitu. Oohh Den Andre pinter!” desah Bi Eha mulai meracau ucapannya saking hebatnya rangsangan ke sekujur tubuhnya.

Sambil terus menyuruh Andre berbuat ini dan itu. Tangan Bi Eha mulai menggerayang ke tubuh Andre. Pertama-tama ia lucuti pakaian atasnya kemudian melepaskan ikat pinggangnnya dan langsung merogoh ke balik celana dalam anak itu.
“Mmmpphh..”, desah Bi Eha begitu merasakan batang kontol anak itu sudah keras seperti baja.
Ia melirik ke bawah dan melihat batang Andre mengacung tegang sekali. Boleh juga anak ini. Meski tidak sebesar bapaknya, tapi cukup besar untuk ukuran anak seumurnya. Tangan Bi Eha mengocok perlahan batang itu. Andre melenguh keenakan.
“Oouhhgghh.. Bii.. uueeanaakkhh!” pekik Andre perlahan.

Bi Eha tersenyum senang melihatnya. Anak ini semakin menggemaskan saja. Kepolosan dan keluguannya membuat Bi Eha semakin terangsang dan tak tahan menghadapi emotan bibirnya di puting susunya dan gerakan jemarinya di dalam liang memeknya. Rasanya ia tak kuat menahan desakan hebat dari dalam dirinya. Tubuhnya bergetar.. lalu.., Bi Eha merasakan semburan hangat dari dalam dirinya berkali-kali. Ia sudah orgasme. Heran juga. Tak seperti biasanya ia secepat itu mencapai puncak kenikmatan. Entah kenapa. Mungkin karena dari tadi ia sudah terlanjur bernafsu ditambah pengalaman baru dengan anak di bawah umur, telah membuatnya cepat orgasme.

Andre terperangah menyaksikan ekspresi wajah Bi Eha yang nampak begitu menikmatinya. Guncangan tubuhnya membuat Andre menghentikan gerakannya. Ia terpesona melihatnya. Ia takut malah membuat Bi Eha kesakitan.
“Bi? Bibi kenapa? Nggak apa-apa khan?” tanyanya demikian polos.
“Nggak sayang.. Bibi justru sedang menikmati perbuatan Den Andre,” demikian kata Bi Eha seraya menciumi wajah tampan anak itu.

Dengan penuh nafsu, bibir Andre dikulum, dijilati sementara kedua tangannya menggerayang ke sekujur tubuh anak muda ini. Andre senang melihat kegarangan Bi Eha. Ia balas menyerang dengan meremas-remas kedua payudara pengasuhnya ini, lalu mempermainkan putingnya.
“Aduh Den.. enak sekali. Den Andre pinter.. uugghh!” erang Bi Eha kenikmatan.

Bi Eha benar-benar menyukai anak ini. Ia ingin memberikan yang terbaik buat majikan mudanya ini. Ingin memberikan kenikmatan yang tak akan pernah ia lupakan. Ia yakin Andre masih perjaka tulen. Bi Eha semakin terangsang membayangkan nikmatnya semburan cairan mani perjaka. Lalu ia mendorong tubuh Andre hingga telentang lurus di ranjang dan mulai menciuminya dari atas hingga bawah. Lidahnya menyapu-nyapu di sekitar kemaluan Andre. Melumat batang yang sudah tegak bagai besi tiang pancang dan megulumnya dengan penuh nafsu.

Tubuh Andre berguncang keras merasakan nikmatnya cumbuan yang begitu lihai. Apalagi saat lidah Bi Eha mempermainkan biji pelernya, kemudian melata-lata ke sekujur batang kemaluannya. Andre merasakan bagian bawah perutnya berkedut-kedut akibat jilatan itu. Bahkan saking enaknya, Andre merasa tak sanggup lagi menahan desakan yang akan menyembur dari ujung moncong kemaluannya. Bi Eha rupanya merasakan hal itu. Ia tak menginginkannya. Dengan cepat ia melepaskan kulumannya dan langsung memencet pangkal batang kemaluan Andre sehingga tidak langsung menyembur.
“Akh Bi.. kenapa?” Tanya Andre bingung karena barusan ia merasakan air maninya akan muncrat tapi tiba-tiba tidak jadi.
“Nggak apa-apa. Tenang saja, Den. Biar tambah enak,” jawabnya seraya naik ke atas tubuh Andre.

Dengan posisi jongkok dan kedua kaki mengangkang, Bi Eha mengarahkan batang kontol Andre persis ke arah liang memeknya. Perlahan-lahan tubuh Bi Eha turun sambil memegang kontol Andre yang sudah mulai masuk.
“Uugghh.. enak nggak Den?”
“Aduuhh.. Bi Eha.. sedaapphh..!” pekiknya.

Andre merasakan batang kontolnya seperti disedot liang memek Bi Eha. Terasa sekali kedutan-kedutannya. Ia lalu menggerakan pantatnya naik turun. Konotlnya bergerak ceapt keluar masuk liang nikmat itu. Bi Eha tak mau kalah. Pantatnya bergoyang ke kanan-kiri mengimbangi tusukan kontol Andre.
“Auugghh Deenn..uueennaakk!” jerit Bi Eha seperti kesetanan.
“Terus Den, jangan berhenti. Ya tusuk ke situ.. auughgg.. aakkhh..”

Andre mempercepat gerakannya karena mulai merasakan air maninya akan muncrat.
“Bi.. saya mau keluaarr..” Jeritnya.
“Iya Den.. ayo.. keluarin aja. Bibi juga mau keluar.. ya terusshh.. oohh teruss..” katanya tersengal-sengal.

Andre mencoba bertahan sekuat tenaga dan terus menggenjot liang memek Bi Eha dengan tusukan bertubi-tubi sampai akhirnya kewalahan menghadapi goyangan pinggul wanita berpengalaman ini. Badannya sampai terangkat ke atas dan sambil memeluk tubuh Bi Eha erat-erat, Andre menyemburkan cairan kentalnya berkali-kali.
“Crot.. croott.. crott!”
“Aaakkhh..” Bi Eha juga mengalami orgasme.
Sekujur tubuhnya bergetar hebat dalam pelukan erat Andre.
“Ooohh.. Deenn.. hebat sekali..”

Kedua insan yang tengah lupa daratan ini bergulingan di atas ranjang merasakan sisa-sisa akhir dari kenikmatan ini. Nafas mereka tersengal-sengal. Peluh membasahi seluruh tubuh mereka meski udara malam di luar cukup dingin. Nampak senyum Bi Eha mengembang di bibirnya. Penuh dengan kepuasan. Ia melirik genit kepada Andre.
“Gimana Den. Enak khan?”
“Iya Bi, enak sekali,” jawab Andre seraya memeluk Bi Eha.
Tangannya mencolek nakal ke buah dada Bi Eha yang menggelantung persis di depan mukanya.
“Ih Aden nakal,” katanya semakin genit.
Tangan Bi Eha kembali merayap ke arah batang kontol Andre yang sudah lemas. Mengelus-elus perlahan hingga batang itu mulai memperlihatkan kembali kehidupannya.
“Bibi isep lagi ya Den?”

Andre hanya bisa mengangguk dan kembali merasakan hangatnya mulut Bi Eha ketika mengulum kontolnya. Mereka kembali bercumbu tanpa mengenal waktu dan baru berhenti ketika terdengar kokok ayam bersahutan. Andre meninggalkan kamar Bi Eha dengan tubuh lunglai. Habis sudah tenaganya karena bercinta semalaman. Tapi nampak wajahnya berseri-seri karena malam itu ia sudah merasakan pengalaman yang luar biasa.

Related posts:

Cerita Dewasa Pesta Seks Di rumah Bersama 2 PembantukuCerita Dewasa Pengalaman Ngentot Sex Yang indahCerita Dewasa Ngentot Sama Bos dikantor

Tags: cerita dewasa ngentot sama pembantu, cerita sex dewasa ml sama pembokat dirumah

April 8th, 2011 | Tags: cerita dewasa ngentot sama pembantu, cerita sex dewasa ml sama pembokat dirumah
Cerita Dewasa Remaja, Cerita Dewasa Separuh Baya | No Comments »

Cerita Dewasa Malam Romantis di tengah ranjang

4 Nov

Cerita Dewasa Yang Akan kuceritakan pada CeritaoDewasa.com kali ini mengenai pengalaman malam romantis. Tuhan memang begitu besar karuniaNya dan kuasanya.Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa atas apa yang diberikannya.Sebab takdir manusia sudah tercatat.Hidup,jodoh,maut, rejeki semua sudah diatur olehNya.Kali ini saya akan menceritakan kembali kisah-kisah yang menarik yang patut disimak dan semoga bisa menjadi cermin untuk kita semua.Jodoh tidak kemana,kita inginkan biasanya yang sempurnya dan yang lebih ya karena manusia adalah maklhuk yang mempunyai nafsu,tapi apa boleh buat kita hanya berusaha yang terbaik.Kali ini akan saya ceritakan mengenai pasang 2 anak manusia yang ditakdirkan bersama di dunia ini.Mereka berdua sungguh sangat mujur,sebab kedua pasangan ini adalah anak dari pengusaha kaya.Masalah ekonomi pastinya tidak adak problem tapi tidak tahu bahagia atau tidaknya pasangan ini kelak.Pasangan ini baru saja menikah dan rencana mereka akan membuat salah satu rumah,untuk desain mereka juga tidak main-main’arsitek handal terkenal yang menjadi pelopornya”.ya maklum orang kaya semua pasti bisa dibeli.rumah ini juga hadiah dari ortu pasangan mempelai perempuan.Tidak usah panjang lebar cerita, 6 bulan kemudian akhirnya selesailah bangaunan ini dibuat sungguh megah dan luas,area bermain,taman,tempat renang dan desain rumah yang menyolok adat Eropa tampak menambah sis mewah dan berklas bagi sang pemilik.

Karena besar dan luasnya rumah ini maka mereka memakai beberapa orang pembantu dan tukang kebun. Selain itu di pintu gerbangnya ada pos satpam yang akan mengawasi tamu masuk.

C:\Program

Karena mereka belum dikarunai anak maka Ira tinggal di rumah dan suaminya Rudi yang ke kantor meneruskan usaha yang ditinggalkan ayahnya, bersama kakak-kakaknya. Di dalam rumah yang besar dan banyak kamarnya itu, Ira merasa kesepian dan resah. Ia memang berada dilingkungan yang serba megah namun kepuasan batin tidak ia dapatkan. Padahal ia dan Rudi baru 1 tahun menikah. Di dalam kehidupan sex ia tidak ada masalah dan halangan. Rudi saat ini berusia 29 tahun dan Ira 26 tahun.

Sebagai layaknya pasangan muda, hampir setiap ada kesempatan mereka selalu melakukan hubungan badan di kamarnya yang serba luks itu. Tidak jarang mereka bepergian ke villanya di Tawangmangu untuk melepaskan rasa suntuk dan melepaskan kepenatan setiap hari.

Suatu malam, di rumah itu tanpa diketahui oleh Ira dan Rudi, di luar kamarnya ada sepasang mata yang mengintip dari balik jendela. Sepasang mata itu milik seorang lelaki yang biasanya bertugas sebagai satpam di rumahnya itu. Namanya Unang.

Dari dulu semenjak mulai bertugas di rumah itu, Unang telah menaruh perhatian terhadap istri majikanya itu. Meskipun jika keluar rumah Ira selalu pakai pakaian celana panjang, tetap saja kecantikan dan kesintalan nyonya majikannya itu membuat Unang sulit tidur.

Unang dari balik jendela yang ditutup gordyn itu terus mengamati dan melihat tingkah laku suami istri itu. Malam itu Rudi dan Ira seperti bisa bermesraan dulu barulah mereka saling melepaskan pakaian masing-masing untuk melakukan hubungan badan. Unang di luar dengan nafas memburu melihat ketelanjangan suami istri itu. Namun yang terus diperhatikannya adalah sosok tubuh Ira, yang biasanya di luaran ia liat berpakaian tertutup semua, namun di saat itu hampir seluruh bentuk tubuh Ira ia liat tanpa ada yang menutupnya.

Malam itu hampir dua jam Unang menyaksikan aksi pasangan muda itu bersebadan. Unang sempat pusing melihatnya. Dikepalanya terbayang kehalusan dan kesintalan tubuh majikannya itu. Bayangan itu terus bermain di pelupuk matanya.

Pada suatu saat, Rudi ada urusan sehingga harus berangkat ke luar negeri untuk beberapa saat. Maka ia tinggalkan Ira di rumah itu. Ia tidak khawatir sebab di rumah itu ada pembantu dan satpam yang siap mengamankan rumah dan isinya.

Siang itu, iseng-iseng Ira berkeliling rumah dan melihat bunga2 di pekarangannya. Lalu ia singgah di pos jaga Unang, saat itu Unang sedang akan duduk. Ia kaget karena tidak biasanya Ira singgah di posnya.

“Selamat siang, Pak?” sapa Ira ramah.

“Siang juga, Bu?” jawab Unang.

“Bagaimana, Pak? Apa ada hambatan?” tanya Ira.

“Ooo tidak, Bu?” jawab Unang lagi.

Lalu ia masuk ke ruang Unang itu dan duduk di dalamya. Di dalam ruang itu lengkap ada kamar mandi dan ruang tidur satpam. Ira duduk dan berbicara dengan Unang panjang lebar tentang keamanan di rumah itu. Ira sempat memperhatikan Unang. Ia akui Unang sebagai satpam amat berani dan memiliki otot yang kuat seperti tentara. Tubuhnya hitam legam dan wajah kerasnya terlihat. Dulunya Unang memang tentara. Karena suatu sebab ia dipecat, maka untuk menyambung hidupnya ia menjadi satpam.

Malam harinya, untuk menghilangkan kejenuhannya di rumah itu, ia berjalan-jalan di halaman itu dan membawa makanan kecil untuk Unang. Ia ke ruang satpam dan duduk didalamnya, Unang menjadi salah tingkah.

“Bu, saya tidak enak sama Ibu. Masak Ibu duduk di ruang ini?” kata Unang.

“Ohhh… ndak apa-apa la, Pak? Masak… duduk saja ndak boleh?

“Saya takut nanti Pak Rudi marah,” jawab Unang.

“Oooo itu to… Mas Rudi sekarang sedang di Kanada. Jadi, ndak apa kok, pak,” terang Ira.

“Kalau Pak Unang keberatan saya disini, Bapak saja yang ke dalam, kan kita bisa bicara-bicara, Pak?” kata Ira.

“Baiklah, Buk,” kata Unang, “Tapi hari akan hujan tampaknya.”

Lalu Ira berjalan kedalam rumahnya dan diikuti Unang di belakang. Dari belakang ia perhatikan terus pinggul majikannya itu yang saat itu memakai celana tidur dan blouse dari sutra.

Di dalam salah satu ruangan di rumah itu, Ira dan Unang berbincang-bincang tentang berbagai hal, sampai tentang masalah dalam kamar tidur Ira dan Rudi. Sedang hari saat itu di luaran hujan deras.

Karena suasana dan dinginya malam itu, ditambah lagi pembicaraan yang terlalu menyentuh tentang urusan ranjang, membuat Unang mengetahui rahasia kamar Ira dan Rudi itu. Unang merasa mendapatkan peluang untuk masuk ke dalam pribadi Ira. Dengan berbagai cara dan rayuan, Unang pun telah dapat mengenggam tangan Ira dan memeluknya. Dengan cara yang lembut ia dapat mencium bibir Ira yang mungil itu. Ira sedikit menyesal karena ia telah jatuh dalam kelembutan yang diberikan Pak Unang.

Dengan kelihaian Unang mempermainkan Ira, maka Ira dapat ia giring kedalam salah satu kamar di rumah itu. Di kamar yang diperuntukan bagi tamu itu, Ira ia tuntun.

Di dalam kamar itu ia baringkan Ira dengan hati-hati dan ia raba buah dada Ira tanpa membuat Ira merasa menyesal. Lalu ia buka blouse tidur dan BH yang menutupi dada Ira satu persatu. Di belahan dada Ira ia singgah untuk memilin puting dan mengggigit dada Ira hingga memerah. Ira saat itu tidak sadar bahwa ia telah punya suami dan jatuh terlalu dalam. Dengan tangannya, Unang membuka celana tidur Ira dan lalu CDnya sehingga terlihat bulu-bulu halus yang tertata rapi menutupi rongga vagina Ira.

Dengan leluasa jari tangan Unang masuk dan mempermainkan lobang vagina Ira hingga Ira ingin cepat dituntaskan.

“Ahggggggggghhhhh, Pakkk…. Cepat, Pak…” Dengus Ira saat itu.

Lalu Unang membuka seluruh pakaiannya sehingga ia pun kini telah telanjang bulat. Unang yang selama ini hanya melihat Ira telanjang saat bersenggama denga suaminya, kini dapat melihat sendiri dari dekat dan merasakan langsung kehangatan tubuh Ira yang selama ini hanya bisa ia bayangkan.

Unang pun lalu membuka kedua kaki Ira hingga kedua kaki yang jenjang itu tertaut di kedua bahunya yang bidang. Ia arahkan penisnya yang tegak, siap untuk masuk ke dalam vagina Ira yang masih kecil itu. Dengan sedikit dipaksa, amblaslah penis Pak Unang kedalam lobang itu. Ira hanya bisa menggigit bibir bawahnya menahan rasa nyilu dan perih saat dimasuki kemaluan Unang.

Beberapa saat lamanya Unang terus menggenjot dan memajumundurkan penisnya di dalam vagina Ira hingga Ira merasakan nikmat dan orgasme.

Lalu Unang pun memuncratkan maninya di dalam vagina Ira. Ia biarkan saja tumpah di dalam tubuh nyonya majikannya itu. Sambil penisnya tetap tertanam di dalam vagina Ira, Unang pun diam di atas tubuh Ira melepas lelahnya hingga ia tertidur. Ira pun tergolek bersimbah keringat. Saat itu keringat Unang telah bercampur dengan keringat Ira. Tidak ada lagi yang membatasi kulit mereka. Tubuh Ira masih terhimpit dibawah dalam keadaan lemas dan puas.

Malam itu Pak Unang melakukannya sebanyak dua kali lagi dan Ira pun tidak sempat menolaknya.

Sejak saat itu, bila ada kesempatan, di salah satu kamar rumah itu Ira maupun Unang berpacu dalam birahi. Rudi tidak tahu dan hanya mereka berdualah yang menyimpan rahasia itu, hingga saat ini.

Related posts:

Cerita Dewasa Chatting YM dengan Tante Girang yang Berakhir di Ranjang

Tags: cerita dewasa diperkosa sama sopir, cerita dewasa majikan selingkuh sama pembantunya, cerita dewasa ngentot sama pembantu, cerita dewasa pembantu ngentot majikan, cerita sek ngentot sama pembantu

March 10th, 2011 | Tags: cerita dewasa diperkosa sama sopir, cerita dewasa majikan selingkuh sama pembantunya, cerita dewasa ngentot sama pembantu, cerita dewasa pembantu ngentot majikan, cerita sek ngentot sama pembantu
Cerita Dewasa Perselingkuhan | 1 Comment »

Cerita Dewasa Main Sex Sama Primadona Sekolahku

3 Nov

cerita dewasa situs terbesar dan paling update menyajikan cerita dewasa serta kumpulan cerita dewasa terlengkap di Indonesia, kali ini akan menyajikan sebuah pertemuan antara seorang gadis cantik dengan temannya SMU dulu,Serasa sangat gembira karena secara kebetulan mereka bertemu dipusat perbelanjaan.Saat mereka berdua bertemu saling pandang memandang tentunya,cewek yang didepan matanya adalah salah teman SMUnya dulu,setelah itu tak kuasa juga si cowok memandang sang cewek yang sekarang sudah tumbuh besar menjadi sosok bidadari berparas ayu,kulit putih, betis yang halus dan mulus membuat iman sang cowok tak tahan membelainya.Tidak henti-hentinya pujian di hujamkan kepada sang cewek,karena dirasa berubah sangat drastis dulunya biasa sekarang menjadi luar biasa.Cowok mana yang tidak kepincut dan langsung bertekuk lutut dihadapannya di tambah lagi buah dadanya yang hot mungkin ukuran 36.Pertemuan itu bagaikan membawa kenangan lalu,2 cowok dan cewek itu akhirnya bertemu dan saling ngbrol bareng hingga keakrapan mereka terjalin lagi.Ketidak sengajaan pertemuan ini akhirnya menjadikan sebuah peristiwa yang berkesan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.Penasaran ikuti kisah mereka berdua di Cerita Dewasa berikut ini selamat membaca semoga terhibur.

Suatu siang aku jalan-jalan kepusat perbelanjaan buat refresing….ya..liat-liat cewek cantik.Begitu aku lagi liat kiri kanan..eee..tak taunya seseorang menubrukku .Wanita ini sepertinya habis belanja banyak dan tergesa-gesa hingga tak tahunya menubruk orang. Begitu bertabrakan…aku langsung membantu memberesi barang-barangnya yang berserakan.Tak lupa kuucapkan permintaan maafku padanya karena tak sengaja menabraknya….walau sebenarnya dialah yang harus minta maaf padaku. “Maaf ..mbak…nggak sengaja nih…”kataku padanya. “ya…nggak apa-apa lagi….oya..kamu Andy kan….”katanya padaku. “iya..saya Andy….dan mbak siapa ya…kok tahu nama saya” “kamu nggak ingat sama aku ya…teman SMA kamu…yang suka jahilin kamu….”katanya padaku. “siapa ya….eeeee….maaf …Rani ya….SiBunga SMA “ “Tepat sekali ….tapi tadi kok kamu manggilin aku mbak seh…” “Maaf deh….abis aku nggak tau siapa kamu..” “kenapa..lupa ya sama aku….atau emang udah dilupain ya…” “ya..gimana ya..kamu cantik banget ..beda dengan yang dulu..”kataku sedikit memujinya. “ak kamu ….biasa aja kok…”katanya sambil tersipu malu. “oh ya….kita kekafe yuk..buat ngerayain pertemuan kita ini…” “ok deh…tapi kamu yang traktir aku ya…abis aku lagi bokek nih”kataku padanya “ya..nggak masalah lagi….” Aku dan rani pergi kekafe langgananya Rani.Sampai disana ..kami memilih meja yang paling pojok.Suasana didalam kafe ini sangat sejuk dan nyaman…membuat orang yang berada didalamnya betah untuk duduk berlama-lama. “Gimana kabar kamu sekarang andy…..udah berkeluarga ya…”tanya rani padaku. “aku seh baik-baik aja….masih sendiri lagi….masih kepengen bebas” “kalau kamu gimana….udah bekeluarga ya….”tanyaku padanya. “aku udah married….udah 3 tahun” “asyik dunk….trus suami kamu mana…kok pergi sendirian ….nggak takut digodain sama lelaki iseng” “ah kamu..biasa aja lagi….laki aku lagi keLN…urusan bisnis katanya” eh…ayo makan..kok didiamin aja nih” kamipun akhirnya menyantap hidangan yang telah tersedia.Habis makan,kami jalan-jalan dan pulang kerumah masing-masing Beberapa hari kemudian….Rani mengirim SMS keHP ku….isinya mengajak aku untuk main kerumahnya.SMSnya kubalas….dan aku tanyakan dimana alamat rumahnya..Beberapa menit kemudian…Rani membalas SMSku dan menyebutkan alamat rumahnya. Aku berangkat kerumah Rani…sibunga SMA.Tak lama kemudian ..aku sampai didepan rumah mewah.Kubaca kembali alamat yang diberikan oleh Rani dan kucocokkan dengan nomor rumah yang tertera didepan pintu…pass..memang benar ini rumahnya.Kutekan bel yang ada didepanku.Beberapa saat kemudian …pintu pagar terbuka dengan sendirinya.Aku masuk, pintu pagarpun ikut tertutup dengan sendirinya.Aku berjakan menuju teras depan dan Rani telah menungguku disana. “Hii..gimana kabar kamu sekarang….”sapanya padaku. “Baik saja nih….kamu gimana…kok sepi amat seh…pada kemana nih” “iya nih…nggak ada siapa-siapa nih dirumah…jadi kesepian..makanya aku undang kamu kesini ..buat nemenin aku…” “nggak salah nih..ntar suami kamu marah lagi” “ah..nggak apa-apa lagi…. dia lagi diLN sekarang nih…” “yuk ..masuk….kita ngobrol didalam aja deh” Kamipun masuk kedalam rumahnya Rani.Wah….benar-benar mewah nih rumah..semua perabotannya sangat mengagumkan. “mari..silahkan duduk….jangan malu -malu..anggap saja seperti rumah sendiri” “Thank’s….”dan akupun duduk “oya..mau minum apa nih….panas..dingin atau yang hangat..”kata siNyonya rumah. “jadi bingung nih ..milihnya …”kataku padanya. “ya…kalau yang panas…teh sama kopi…trus kalau mau yang dingin..ada soft drink..”balas siRani “trus kalau aku milih yang hangat gimana”tanyaku lagi. “ya…ada deh…”kata rani sedikit genit. “ok deh…kalau gitu..aku minta yang hangat aja deh”kataku coba menggodanya. “ah..kamu ini bisa aja….ntar kalau aku kasih kamu nggak susah nanti” “ya..tergantung yang ngasih dunk…” Rani bangkit dari duduknya ….”bentar ya …aku kebelakang dulu” Ia pergi meninggalkanku diruang tamu yang mewah itu.Rani kembali lagi keruang tamu dengan membawa dua gelas jus orange .Dia meletakkannya datas meja. “Lho..tadi katanya yang hangat..kok yang itu seh”kataku padanya. “yang hangat ntar….so pasti aku kasih deh” Akupun duduk kembali. “Ran…rumah kamu bagus banget deh….semuanya kamu punya…so pasti kamu bahagia dong dengan suami kamu….” “ah ..siapa bilang..dari luarnya saja aku keliatan bahagia”katanya mulai serius “memang semuanya aku punya ..tapi khan itu nggak menjamin aku bahagia” “bayangin aja deh ..dalam satu bulan ..palingan suamiku 3 hari ada dirumah” “selebihnya ..ya kesana kemari ..ngurusin bisnis keluarganya yang segudang itu…jadi kamu bisa bayangin deh..betapa aku sangat kesepian..” Rani mulai menceritakan semua keluhan yang ada dalam dirinya.Kucoba memahami setiap jalan ceritanya sambil sesekali mataku nakal melirik bagian tubuhnya yang sangat menggairahkan sekali.

Saat itu,Rani mengenakan kaos yang cukup ketat sekali sehingga mencetak seluruh lekuk tubuhnya yang sangat indah itu.Dibalik kaos ketat lengan pendek itu …sepertinya Rani tak mengenakan Bra…itu terlihat dari tonjolan kecil dipuncak dadanya yang padat dan berisi .Perlahan terasa sesuatu bergerak nakal dari balik celana yang kukenakan. Rani bangkit dari duduknya dan pindah disampingku.Tercium bau harum parfumnya yang sangat mengundang gairah. “Dy..aku kangen banget deh sama kamu….”katanya padaku “oya…”kataku padanya. “iya nih….apalagi sama…….”katanya terputus. “sama apa seh Ran…..” “sama…..sama ini nih….”katanya sambil meletakkan tangannya diatas gundukan batang kejantananku. Kontan saja aku terkejut mendengar penuturannya yang begitu spontan.walau sebenarnya aku juga menginginkannya. Karena tak ada kata-kata yang keluar dari mulutku,Rani tak memindahkan tangannya dari atas selangkanganku..malah sebaliknya dia mengelus pelan batang kejantananku yang masih tersembunyi dibalik celana panjang yang kukenakan. Perlahan ..mukaku dan muka Rani makin mendekat.Rani memejamkan matanya sambil merekahkan bibirnya padaku.Kukecup bibirnya yang merah itu.Mulutku bermain dimulutnya yang mungil dan seksi .Sesekali lidahku berpilin dengan lidahnya .Rani sangat bergairah sekali menyambut ciuman bibirku dibibirnya. Sementara itu tanganku tak tinggal diam.Kucoba meraba dua bukit kembar yang tumbuh didadanya. Begitu hangat ,padat dan berisi Terasa sangat halus sekali kulit dadanya Rani.Dua puncak dadanya yang mulai mengeras tak luput dari remasan tanganku.Dan tangan Rani semakin liar begerilya diatas gundukan batang kejantananku yang mulai mengeras. Rani beranjak dari tempat duduknya .Perlahan ia mulai membuka satu persatu pakaian yang melekat ditubuhnya.Hingga akhirnya tak sehelai benangpun yang menempel ditubuhnya.Kuperhatikan tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki.Begitu sangat sempurna sekali.Dua gundukan bulat menggantung didadanya .ditambah dengan bukit kecil yang ditumbuhi bulu hitam yang lebat menandakan kalau Rani type wanita haus seks.

Rani kembali duduk bersimpuh dihadapanku.Kali ini ia mulai membuka celana panjang yang masih kukenakan.Begitu celanaku terbuka ..nongollah batang kejantananku yang mulai mengeras dibalik celana dalamku.Namun tak berselang lama celana dalamkupun telah terbuka dan tinggallah penisku yang tegak bak torpedo yang siap meluncur. Tangannya yang halus itu mulai membelai batang kejantananku.Lama kelamaan ukurannya makin membesar .Rani mulai menjilat ujung kepala penisku .Mulutnya yang mungil itu menjiltai permukaan kulit batang kejantananku hingga sampai kedua buah biji pelerku.Beberapa saat lamanya Rani menikmati batang kejantananku dengam ciuman-ciuman yang sangat menggetarkan persendianku.Sementara kedua tanganku meremasi kepalanya .Hingga sesuatu terasa berdenyut dibatang kejantananku Sesuatu yang ingin muncrat dari ujung kepala penisku.Aku semakin kuat menjambak rambutnya Rani dan menekannya kedalam hingga ujung kepala penisku menyentuh ujung tenggorokannya. “Akhhh..Ran..aku mau keluar nih”erangku padanya Beberapa detik kemudian spermaku tumpah didalam mulutnya Rani.Tanpa merasa jijik sedikitpun Rani menelan setiap tetes spermaku.Dan sambil tersenyum ..Rani menjilati sisa- sisa sperma yang masih tersisa dibatang kemaluanku. Beberapa saat kamipun istirahat setelah aku mencapai orgasme yang pertama. .Kemudian aku berdiri dan mengangkat tubuh montok Rani dan merebahkannya diatas sofa yang empuk .Kini tiba saatnya bagiku untuk memulai babak permainan berikutnya.Aku membuka kedua kaki Rani lebar-lebar.Kudekatkan wajahku kepermukaan perutnya yang datar.Dengan penuh nafsu ..aku menjilati setiap permuakaan kulit perutnya yang halus itu.Rani menggelinjang hebat merasakan jilatan bibirku dipermukaan kulit perutnya yang ramping. Rani merasakan dirinya seolah terbang kesorga kenikmatan saat ujung-ujung lidahku mengelitik organ-organ sensitifnya.Ia melupakan sejenak bayangan suaminya yang saat ini sedang berada diluar negri.Baginya ,kenikmatan yang kuberikan padanya tak ada bandingnya dengan limpahan materi yang diberikan oleh suaminya.Desahan…erangan dan jeritan Rani makin menbuatku bersemangat menusuk-nusuk permukaan Vaginanya dengan ujung lidahku. “Sayang….cepet dunk masukin punyamu kememek aku….udah nggak kuat nih”rengeknya padaku. Akupun memenuhi permintaan Rani yang sudah tidak tahan menunggu batang kejantananku yang tegang dan mengeras untuk masuk kedalam vaginanya Rani.

Aku memegang batang kejantananku dan mengocoknya sebentar kemudian mengarahkannya kelubang vagina Rani. Aku mulai maju mendorong pantatnya Rani.Beberapa kali kucoba selalu meleset.Mungkin karena ukuran senjataku yang cukup besar hingga sulit untuk menembus lubang vaginanya yang rapet.Namun setelah beberapa kali mencoba,akhirnya batang kejantananku masuk menembus lubang memeknya Rani.Tanpa membuang waktu lagi,kugerakkan pantatku maju mundur menusuk memeknya Rani.Dengan penuh nafsu,Rani menikmati gerakan Penisku yang maju mundur menusuk vaginanya.Desiran dan desahan beriringan keluar dari mulutnya yang mungil itu.Rani mengimbangi gerakanku dengan memaju mundurkan pantatnya yang bahenol itu. Sekitar tiga pulu menit berlalu,Rani merasakan akan mencapai klimaks.Rani mengangkat pantatnya dan menggelinjang hebat.Wajahnya berubah ganas,matanya mendelik saat puncak kenikmatan itu datang.Aku tahu kalau Rani akan mencapai klimaknya.Kupercepat gerakan pantatku menusuk vaginanya sampai akirnya puncak kenikmatanna datang.Rani mendekap erat tubuhku,Vaginanya berkedut-kedut menjepit batang kejantananku.

Cairan hangat dan kental merembesi dinding vaginanya.Orgasme yang beruntun telah dialami Rani sibunga SMA. Untuk beberapa saat ..kubiarkan Rani menikmati sisa -sisa orgasmenya ,sebelum kami melanjutkan permainan yang berikutnya.Perlahan Rani bangkit dari tidurnya dan duduk diatas sofa empuk itu.Akupun duduk disampingnya .Tanganku singgah digundukan vagina yang ditumbuhi rambut halus itu.Kubelai perlahan untuk membangkitkan kembali gairah wanita cantik yang ada disampingku ini.Perlahan terdengar desahan lembut dari mulut Rani.Sementara itu mulutku tak lepas dari dua puncak mungil didadanya. Merasa sudah tepat saatnya bagiku untuk menuntaskan permainan ini…kuangkat Rani dan kududukkan ia diatas pahaku.Posisinya kini tepat berada diatas pangkuanku,sehingga dua buah dadanya yang padat membusung tepat berada didepan mulutku.Kugosok-gosok ujung penisku kemulut vaginanya.Kutekan ujung penisku hingga amblas masuk kedalam Vaginanya.Kudiamkan perlahan,kunikmati beberapa saat kontolku bersarang dalam memeknya Rani. Perlahan kugerakkan pantatku naik turun menusuk lubang kemaluannya Rani.Gerakanku makin lama semakin cepat membuat tubuh Rani bergoyang-goyang diatas pangkuanku.Terdengar erangan kenikmatan dari mulut rani.Beberapa kali ia harus memekik kecil tak kala penisku yang makin membesar menyentuh ujung rahimnya.Sementara dua buah gundukan didadanya bergoyang -goyang tak karuan .Kedua tanganku meraih dua gundukan itu dan meremasnya perlahan. Beberapa menit kemudian terasa sesuatu menyesak dalam batang kejantananku.Mungkin tiba saatmya bagiku untuk orgasme.Dengan diiringi desahan panjang secara bersamaan…aku dan Rani mencapai orgasme. Kusemprotkan spermaku yang hangat didalan vagina Rani.Beberapa saat kemudian Ranipun menyusul.Cairan hangat merembesi dinding Vaginanya yang hangat itu.Aku memcabut batang kejantananku dari dalam vaginanya Rani. Dengan cepat Rani jongkok diselangkanagnku dan menjilat sisa-sisa sperma yang masih menempel dipenisku. Sesaat kemudian Rani tersenyum padaku.Senyum penuh kepuasam …yang tak pernah ia dapatkan dari suaminya tersayang.Aku bangkit dan mengenakan kembali pakaianku.Kulihat jam ditanganku sudah menunjukkan jam sepuluh malam.Akupun pamit pada Rani. Namun sebelum aku pergi meninggalkam rumah Rani…ia memberikan sesuatu buatku sebagai hadiah.Sebuah Handphone terbaru dan motor besar .Semula aku menolak pemberiannya …namun ia berharap sekali aku menerima pemberiannya itu.Demi menghibur hatinya Rani..kuterima hadiah yang bagiku cukup besar sekali.Kupergi meninggalkan Rani dengan membawa Handphone dan sebuah motor besar.Hadiah yang mungkin lebih kecil jika dibandingkan dengan kenikmatan seks yang kudapatkan hari ini….dan bahkan akan kudapatkan hari-hari berikutnya bersama wanita cantik yang pernah menjadi Bunga SMA.

Related posts:

Cerita Dewasa Ngentot sama ibu RTCerita Dewasa Ngentot Sama Bos dikantor

Tags: Cerita dewasa anak smu ngentot, cerita dewasa gadis-gadis sma ngentot, cerita dewasa pengalaman pertama gadis sma ngentot

March 29th, 2011 | Tags: Cerita dewasa anak smu ngentot, cerita dewasa gadis-gadis sma ngentot, cerita dewasa pengalaman pertama gadis sma ngentot
Cerita Dewasa Remaja | No Comments »

Cerita Dewasa Abg yang bikin kontolku puas

2 Nov

Cerita Dewasa ini mengenai pengalaman ML ku dengan 2 ABG yang membuat aku sangat puas. Cerita Dewasa ini bermula dari  Perilaku genit dan centil sudah identik dengan sebuatan cewek gampangan atau istilah cewek penggoda laki-laki hidung belang. Sosok yang sering kita sebut gadis panggilan atau cewek nakal sering kita jumpai,mereka sebagian besar adalah anak-anak yang masih dibawah umur yang sebenernya masih tidak pantas melakukan hal yang tidak senonoh itu.Ketika ditanya mereka mungkin akan menjawab,karena kondisi ekonomi yang pas-pasan,karena sakit terhadap cinta,karena meraka jauh dari pantauan orang tua.kali ini saya akan menceritakan dua orang gadis ABG yang melakukan kenikmatan dunia sebelum waktunya,untuk itu simak dan baca kisa berikut.

Kubuka pintu mobilku dan Desipun duduk di kursi depan di sebelahku. Aku agak kecewa karena sebenarnya aku ingin Putri yang duduk di situ. Tak lama kamipun meluncur meninggalkan mal tersebut. Sesekali kulirik lewat kaca spionku, Putri yang sedang duduk dibelakang. Tampak dia menyadari kalau aku perhatikan, dan dia hanya tersenyum tersipu. “Mau kemana nih?” tanyaku membuka percakapan setelah suasana hening sejenak. “Terserah Oom aja deh” sahut Desi. Memang Desi ini kelihatannya lebih bandel dan berani. “Oom capek nih.. Gimana kalau kita istirahat dulu di motel?” “Desi sih Ok aja. Put, gimana loe?” “Nggak ah.. Putri ada janji sama cowok Putri nih” Aku sangat kecewa mendengarnya. Yang aku incar Putri, malah dapatnya Desi. “Sebentar aja deh.. Kasihan khan Desi sendirian” kataku. “Iya Put.. Gimana sih loe.. Gampang deh loe cari alasan aja” tukas Desi lebih lanjut. Karena tidak ada jawaban dari Putri, kuanggap saja dia setuju untuk menemani Desi dan aku beristirahat di motel. Tak lama kami sudah sampai di motel langgananku. Desi dan aku turun di garasi dan menuju kamar. “Gue tunggu di mobil aja ya Des” “Duh gimana sih.. Udah deh loe ikut aja. Di dalam loe diam aja juga nggak apa kok” jawab Desi. Akhirnya kami bertiga masuk ke dalam kamar motel itu. Seperti biasa, petugas motel datang untuk menarik pembayaran. Aku membook untuk 6 jam seperti biasa. Setelah petugas motel pergi aku merebahkan diriku di atas ranjang. Putri tampak duduk di kursi yang tersedia di pojok kamar. Sementara Desi pergi ke kamar kecil. Setelah muncul kembali, Desi kemudian ikut rebahan di ranjang bersamaku. Kulingkarkan tanganku pada pundaknya dan kuelus-elus dia. Tak ada rotan akarpun jadi, pikirku. Toh Desi juga lumayan manis dan badannyapun sexy. Tak lama akupun sudah menciumi bibirnya sambil tanganku meraba-raba dadanya. “Put.. Sini donk.. Nggak apa cowok loe nggak bakal tau ” ajak Desi. “Nggak ah.. Des.. Gimana sih gue ditungguin cowok gue nih” jawabnya sambil mengambil HP dari tas sekolahnya. “Udah deh loe telpon aja.. Cari alasan apa kek” Putri kemudian tampak menelpon pacarnya. Sayup-sayup kudengar suaranya mengatakan kalau dia sedang ada tugas sekolah. Tak kudengar percakapan selebihnya karena Desi sudah menciumiku penuh gairah. Kubuka baju sekolah Desi dan sekalian kubuka pengait BHnya. Begitu kuloloskan penutup dadanya, gumpalan daging kenyal Desi tampak begitu menggoda. Langsung kuciumi dan kujilati buah dada itu dengan rakus. Kuhisap-hisap putingnya sambil mataku menatap Putri yang tampak termangu menyaksikan sahabatnya sedang aku gumuli. Kubuka juga rok abu-abu Desi sehingga tampak celana dalamnya yang berwarna hitam berenda. Kusibakkan celana dalam itu, sehingga jariku dapat meraba bibir vaginanya. Desipun melenguh nikmat ketika jariku menemukan klitorisnya. Sementara itu, mulutku masih dengan rakus menikmati buah dada gadis SMA ini. Desi yang sudah sangat bernafsu kemudian berbalik menindih tubuhku. Dengan cepat dia melucuti kancing kemejaku. Dihisapnya puting dadaku satu persatu, sementara tangannya melucuti celanaku. “Desi buka dulu ya Oom” katanya sambil bangkit duduk dan membuka seluruh pakaianku. Tak lama akupun tinggal bercelana dalam, dan tampak kepala kemaluanku mencuat keluar tak mampu tertampung di dalamnya. “Ihh.. Besar sekali Oom.. Put.. Sini deh loe lihat.. Punya si Oom gede banget” kata Desi sambil mengelus-elus kemaluan dari balik celana dalamku. Desipun kemudian membuka celana dalamku, dan kemaluanku yang sudah berontak tampak berdiri tegak menjulang dengan gagahnya dihadapan mata kedua gadis remaja ini. “Gila.. Gede banget.. Bikin Desi nafsu..” kata Desi sambil menundukkan kepalanya mulai menjilati kemaluanku. Desi menjilati kemudian mengulum kemaluanku. Kulirik tampak Putri melihat adegan ini dengan muka yang memerah, dan tangannya tampak meraba-raba dadanya tanda dia mulai terangsang. “Put.. Bantuin gue dong..” kata Desi sambil terus menghisapi kemaluanku. Kuelus-elus rambutnya yang panjang itu. Kadang tanganku berpindah ke dadanya yang sekal dan kupermainkan puting susunya. “Put.. Enak banget Put..” desah Desi lebih lanjut sambil dia menjilati kemaluanku. Putri tampak sudah tak bisa lagi menahan nafsunya melihat sahabatnya sedang mengulum kemaluanku. Dia bangkit dari kursinya dan berjalan ke arahku. Putri merebahkan badannya di sampingku. Langsung kurengkuh wajahnya yang cantik dan kuciumi dengan penuh gairah. Tangankupun bergerilya membuka kancing baju seragamnya. Dadanya yang putih bersih terbalut BH warna krem sangat mengundang hasrat siapapun yang melihatnya. Tanpa tunggu lebih lama lagi, aku langsung membuka BHnya. Buah dada Putripun tampak jelas di depan wajahku. Bentuknya yang padat dibalut oleh kulitnya yang putih mulus membuatku gemas. Kuciumi dan kuhisap buah dadanya sambil sesekali kujilat puting susunya yang berwarna merah muda. “Sstt.. Hah.. Sstt.. Hah ” Putri mendesis ketika buah dadanya yang ranum itu sedang kunikmati sepuas hati. Sementara itu, Desi masih sibuk menjilati dan mengulum kemaluanku. Terkadang dihisapnya juga buah zakarku. Tatkala mulutnya memberikan kepuasan padaku, tangannya tampak sibuk meremas-remas buah dadanya sendiri. Setelah aku puas menikmati buah dada Putri, kudorong sedikit tubuhnya ke arah selangkanganku. “Ayo isap punya Oom ya” Tanpa menjawab, dia langsung menciumi dan menjilati pahaku. “Nih Put..” kata Desi sambil mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Tangan Putri yang halus memegang batang kemaluanku. Dipandangnya dengan gemas kemaluanku, kemudian dia menurunkan kepalanya dan mulai menjilati kepala kemaluanku. Tak lama, dia sudah mengulum kemaluanku di dalam mulutnya yang memberikan kenikmatan luar biasa padaku. Sementara mulutnya mengulum, tangannya mengocok-ngocok batang kemaluanku. Setelah beberapa lama, diberikannya kembali kemaluanku pada Desi. Dengan sigap, Desipun kembali menghisapi kemaluanku lagi. Demikian berlangsung terus menerus. Secara bergantian Putri dan Desi menghisap kemaluanku. Tampak kemaluanku yang besar menyesaki mulut kedua gadis pelajar belia ini. Putri kemudian berdiri dan melepas pakaiannya. Tampak vaginanya bersih tak ditutupi rambut selembarpun. Dinaikinya tubuhku dan tangannya mengarahkan kemaluanku pada liang vaginanya. Diturunkannya tubuhnya dan kemaluankupun mulai menerobos liang vaginanya yang sempit. “Ooh.. Des.. Besar banget nih si Oom.. Ahh..” desah Putri ketika kemaluanku telah berhasil memasuki liang kemaluan gadis remaja ini. “Tapi enak khan..” tanya Desi menggoda “Iya sih.. Aduh.. Oh.. Sstt.. Hah.. Hah..” erangnya lagi ketika aku mulai menggenjot vaginanya. Tanganku memegang pinggangnya sambil terus kupompa liang nikmat gadis cantik pelajar SMA ini. Sementara Desi berpindah ke sampingku dan menyodorkan buah dadanya ke mulutku. Dengan senang hati kunikmati buah dadanya yang besar itu. “Oom.. Gimana Oom.. Enak khan ngentotin Putri?” tanya Desi menggoda. “Dia jarang lho mau begini.. Oom beruntung banget” katanya lebih lanjut. Putri masih meliuk-liukan tubuhnya. Akupun terus menggenjot vaginanya dari bawah, sambil sesekali tanganku meremasi buah dadanya yang berayun-ayun menggemaskan. Setelah bosan dengan posisi itu, aku membalikkan tubuh Putri sehingga kami berada pada posisi missionary. Kugenjot kemaluanku dalam vagina gadis belia ini, sambil mulutku menciumi wajahnya. “Ehmm.. Sstt.. Oom.. Enak.. Ohh” racau Putri ketika aku menyetubuhi tubuh mulusnya. “Ayo isap puting Oom” perintahku. Putripun kemudian menghisap puting dadaku sementara aku terus memompa kemaluannya. Tak lama tubuh Putripun mengejang, dan dia mengerang dan menggelinjang mendapatkan orgasmenya. Kutarik kemaluanku dari vaginanya, dan kuciumi Desi yang berada di sebelahku. Kulepas celana dalamnya, lalu kuminta dia menungging membelakangiku. Dengan gaya doggy style kusetubuhi Desi dari belakang. “Aduh.. Oom.. Kuat banget.. Ohh..” erang Desi ketika aku memompa kemaluannya. Kulihat Putri tampak lemas berbaring di ranjang menyaksikan persetubuhanku dengan Desi, sahabatnya. “Oom.. Desi hampir sampai Oom.. Eh.. Eh..” Tak lama tubuh Desipun menggelinjang mendapatkan orgasmenya. Masih kugenjot kemaluan gadis SMA ini, sambil sesekali kuremas buah dadanya yang bergoyang-goyang menantang. Aku merasakan sebentar lagi akan ejakulasi. Tak lama akupun menarik kemaluanku dan menyemburkan spermaku di bongkahan pantat Desi yang bundar.

Related posts:

Cerita Dewasa Memek si Indah Yang buat Kontolku Multi Orgasme

Tags: Cerita dewasa anak smu ngentot, cerita dewasa cewek multiorgasme, cerita dewasa ngentot sama abg

March 24th, 2011 | Tags: Cerita dewasa anak smu ngentot, cerita dewasa cewek multiorgasme, cerita dewasa ngentot sama abg
Cerita Dewasa Remaja | 3 Comments »

Cerita Dewasa Petualangan Sex Bersama Para Tante Girang

1 Nov

Cerita Dewasa yang akan saya ceritakan kali ini mengenai Cerita Dewasa pengalaman seks dan juga petualangan sex ku bersama para tante girang. Tidak biasanya jam segini perasaan ku tidak enak,karena sudah beebrapa hari ini magku kambuh.Keseringan pulang malam dan telat makan itulah penyebabnya,Untuk hal ini aku juga sering keluar masuh dokter periksakan kesehatan lambung.Jaga-jaga kalau-kalau ada sesuatu.Dalam bebarapa hari akhirnya aku bisa mnyelesaikan semua aktivitasku seperti biasa.kembali bekerja dengan semangat dan penuh energik.Setelah bangun dari tidur dan beranjak ke sebuah kantor yang tak jauh dati tempat tingglku.kebetukan,Hari itu aku sedang sibuk menyelesaikan salah satu proyekku untuk sebuah perusahaan tekstil. Iseng-iseng untuk refreshing, aku buka e-mailku, dan membalas e-mail yang masuk. Ada beberapa e-mail ucapan terimakasih dari mereka yang telah sukses mengikuti langkahku menggeluti bisnis wiraswasta ini. Ada juga e-mail dari calon pelanggan meminta proposal. Juga ada beberapa e-mail joke dari teman-temanku.

Sedang asyik-asyiknya membaca dan membalas e-mail, tiba-tiba HPku berbunyi..

“Yang.., sedang apa nih? Aku kangen..” suara Monika pacarku terdengar di ujung sana.
“Hai Mon.., biasa sedang nyelesaiin kerjaan nih. Kamu masih kuliah ya?”
“Iya.. Lagi nunggu kelas berikutnya. Nanti malam jadi khan?”
“Pasti donk.. Aku juga kangen banget sama kamu..” jawabku mesra.
“Iya deh.. Udah dulu ya yang.. Dosennya udah datang.. Bye..”

Aku pun kemudian melanjutkan membalas e-mail. Setelah itu, kututup program e-mailku, dan akupun kembali mengerjakan proyekku. Lagi-lagi HP-ku berbunyi. Kulihat di layar, ternyata tante Sonya menelponku.

“Halo Wan.., apa kabar sayang?”
“Baik tante..”
“Kamu kok udah beberapa hari ini nggak main ke sini? Sedang sibuk ya?”
“Iya tante..”
“Sombong ya.. Mentang-mentang banyak proyek lupa sama tante..”
“Nggak tante.. Kan..”

Belum sempat aku menyelesaikan perkataanku, tante Sonya sudah memotong pembicaraanku..

“Wan.. Tante punya teman.. Dia katanya punya proyek buat kamu. Kamu hubungi dia hari ini ya..”
“Baik tante..”

Tante Sonyapun kemudian memberikan nama dan alamat serta nomor telepon temannya.

“Asal jangan lupa kamu harus ke sini besok. Tante sudah kengen..”
“OK tante.. Terimakasih ya. Besok pasti Wawan ke sana. Kangen juga sama tante yang seksi abis..” jawabku bercanda.
“Ih.. Kamu nakal ya.. Awas ya besok..” jawabnya sambil tertawa kecil.

Memang aku sudah ketagihan berhubungan seks dengan tante Sonya. Semenjak bertemu saat membeli mobilnya dulu, seringkali kami tetap bertemu dan saling memuaskan birahi masing-masing. Sebagai lelaki normal, siapa juga yang akan menolak diajak berselingkuh dengan tante secantik itu.

Sambil memegang secarik kertas berisi nama teman tante Sonya, akupun berpikir apakah aku masih punya waktu untuk menerima proyek baru lagi. Sebab setelah proyek untuk perusahaan tekstil ini masih ada dua proyek lagi yang harus aku selesaikan. Tetapi kupikir aku terima saja, nanti kalau tidak bisa mengerjakannya sendiri, aku bisa minta tolong temanku yang dulu mengenalkanku pada bisnis ini untuk membantu. Alternatif lain, aku bisa minta deadline yang agak panjang dari teman tante Sonya ini.

Singkat cerita, sore itu aku segera bergegas menuju alamat sebuah gallery di kawasan Kemang. Setelah mengutarakan maksud kedatanganku pada satpam yang membuka pintu, akupun memasukkan mobilku ke dalam pekarangan gallery yang luas itu.

“Sore.. Saya ingin bertemu dengan ibu Yulia..”
“Oh.. Ya silakan tunggu dulu ya Mas.. Namanya siapa darimana?” jawab resepsionis di gallery itu.
“Wawan.. Saya sudah punya janji kok”

Resepsionis itupun kemudian menelepon, dan setelah itu berujar..

“Mari Mas, saya antar ke dalam”

Kamipun menuju ruang kantor ibu Yulia sambil melewati ruang gallery. Gallery tersebut indah sekali dengan banyaknya lukisan yang bagus-bagus diterpa lampu sorot sehingga menambah keindahannya.

“Permisi Bu.. Ini Mas Wawan” kata si resepsionis setelah kami memasuki ruangan kantor ibu Yulia.

Kuperhatikan ternyata ibu Yulia ini masih muda, mungkin sekitar 30 tahunan. Wajahnya cantik dan berkulit putih mulus. Saat itu dia memakai gaun dengan tali tipis di pundaknya, serta syal yang melingkar indah di lehernya yang jenjang. Gaun itu tampak tak sanggup menahan payudaranya yang membusung padat. Ditambah dengan gaun mininya yang memperlihatkan kakinya yang mulus, menambah darah mudaku bergejolak melihatnya.

“Hai Wawan.. Saya Yulia”

Kurasakan tangannya yang lentik itu halus menjabat tanganku.

“Ayo silakan duduk..” katanya mempersilakanku duduk di sofa dalam ruangan kantornya.

Ibu Yuliapun kemudian duduk di seberangku. Kamipun berbincang basa-basi sebentar. Ternyata dia adalah teman fitness tante Sonya. Tante Sonya telah bercerita banyak tentangku termasuk bisnisku.

Kamipun kemudian berbincang lebih serius mengenai bisnisku. Untuk melihat penjelasanku yang menggunakan notebook, ibu Yuliapun pindah duduk di sebelahku. Tubuhnya menyebarkan wangi parfum yang lembut, menambah bergejolaknya nafsu kelelakianku. Sambil berbincang, sesekali kulihat belahan payudaranya yang putih mulus tersembul dari gaunnya. Ingin rasanya kuremas payudaranya yang menggemaskan itu, tetapi aku tentu harus bersikap professional.

Singkat kata, ibu Yulia tertarik dan menyetujui harga yang kuminta. Iapun memintaku untuk menyiapkan kontrak kerja untuk disetujui bersama.

“Tapi saya minta sedikit kelonggaran waktu ya Bu.. Soalnya saya masih ada beberapa proyek yang harus diselesaikan” kataku.
“Oh.. Begitu ya.. Berapa lama punya saya selesainya?”
“Kira-kira satu bulan ya Bu..”
“Ok deh.. Nggak apa..” katanya
“Oh ya kamu mau minum apa Wan?”
“Apa aja deh..”

Ibu Yulia pun kemudian menelepon pembantunya dan meminta dua orange juice.

“Kamu masih kuliah ya Wan”
“Masih Bu.. Tahap akhir”
“Oh.. Kamu jangan panggil saya Bu.. Saya masih muda lho.. Panggil saja tante”
“Oh iya tante”

Akupun terenyum dalam hati. Persis pengalamanku dengan tante Sonya dulu yang tidak mau dipanggil ibu. Pembantu tante Yulia kemudian masuk menyajikan minuman.

“Ayo diminum Wan” kata tante Yulia saat si pembantu beranjak pergi.

Tante Yulia lalu bangkit mengikuti pembantunya kemudian menutup pintu ruang kantor dan menguncinya. Kembali tante Yulia duduk di sebelahku sambil meminum orange juicenya. Pahanya yang putih mulus tampak begitu menggoda saat dia menumpangkan kakinya. Akupun tak tahan untuk tidak melihat pemandangan indah itu.

“Sedang lihat apa Wan?” katanya sambil tersenyum manis.
“Oh nggak kok tante..”
“Ayo kamu sedang mikir yang jorok ya..” katanya lagi menggoda.
“Nggak kok tante.. Cuma kagum aja.. Habis tante cantik banget..”
“Ih.. Kamu genit juga ya.. Pinter merayu” godanya lagi.

Tangannya kemudian meraih tanganku dan diletakkannya di atas pahanya.

“Kamu pengin ini kan?” sambil berkata begitu tante Yulia mendekatkan wajahnya dan mencium bibirku.

Tak kuat menahan nafsu yang sedari tadi telah bergolak, kubalas ciuman tante Yulia dengan penuh gairah. Sambil berciuman, kuremas dan kuusap pahanya yang mulus itu, sementara tanganku yang lain mengusap-usap rambutnya.

“Ehh..” erang tante Yulia ketika tanganku menyentuh celana dalamnya yang telah basah.

Erangannya makin menjadi-jadi ketika tanganku menyibakkan celana dalam itu dan menemukan klitorisnya. Kuusap-usap klitoris tante cantik ini, dan cairan vaginanya semakin mengucur deras.

“Ahh.. Enak Wan.. Memang betul kata Sonya kamu hebat.. Terus Wan” erangnya lebih lanjut.

Sementara tanganku masih mengusap-usap vaginanya, akupun menciumi pundak putih tante Yulia. Kemudian kuturunkan tali gaunnya sehingga payudaranya tampak meskipun masih terbungkus BH. Kuturunkan cup BH-nya dan payudaranya yang padat meloncat keluar seperti menantangku untuk menghisapnya. Langsung kuterkam payudara kenyal itu dan kuisap serta kujilati putingnya yang berwarna merah muda.

“Ahh.. Yess.. I like it.. Oh god..” erangan tante Yulia semakin menjadi memenuhi ruangan kantor itu.

Terus kujilati puting yang semakin mengeras itu, dan tanganku yang satu masih terus memberikan kenikmatan pada klitorisnya.

“Oh Wan.. Yes.. Terus wan.. Oh.. God” racau tante Yulia merasakan nikmat yang kuberikan.

Setelah itu aku menghentikan sejenak aktifitasku. Tampak wajah tante menampakkan kekecewaannya

“Wan.. Don’t stop please.. Ayo terusin wan..” pintanya
“Takut ketahuan tante.. Emang nggak ada siapa-siapa nih?” kataku sambil menciumi wajahnya yang cantik.
“Nggak ada.. Cuma pembantu sama satpam aja.. Mereka juga nggak akan tahu.”
“Suami tante?”
“Nggak ada.. Sedang ke luar negeri.. Ayo Wan.. Puasin tante ya sayang..” katanya sambil mendorong kepalaku ke arah payudaranya yang montok itu.

Kuisap dan kukulum puting payudara tante Yulia. Bergantian kuhisap sepasang payudaranya. Tante Yulia kembali mengerang dan badannyapun menggeliat menahan nikmat.

Setelah puas menikmati payudara montok tante Yulia, akupun mengangkat gaunnya sehingga tampak celana dalam mininya yang seksi berenda. Kulepas celana dalam itu, sehingga tampak vaginanya yang bersih tak berbulu sedikitpun. Langsung kujilati dan kuciumi vagina tante Yulia, sehingga tubuhnya agak melonjak dari sofa.

“Ahh.. Wan.. Yes.. Ohh..” erang tante Yulia. Sambil mengerang, tubuhnya tampak sedikit melengkung ke belakang menahan nikmat. Tangannya tampak meremas-remas payudaranya sendiri.

Kubuka lebih lebar paha tante Yulia, dan kujilati dan kadang kugigit perlahan klitorisnya. Sementara tanganku menggantikan tangannya untuk meremas-remas sepasang payudaranya yang kenyal itu. Ruangan semakin dipenuhi oleh erangan tante Yulia, dan juga bunyi sofa karena gerakan tubuhnya yang mengeliat-geliat nikmat.

Tiba-tiba HP tante Yulia berbunyi. Kamipun tak mempedulikannya dan aku terus memberikan kenikmatan oral pada tante yang cantik ini. Tetapi bunyi HP terus berbunyi..

“Shit.!!” maki tante Yulia.
“Sebentar ya Wan.”

Tante Yulia pun bangkit dari sofa dan berjalan ke meja kerjanya. Diraihnya HP dan dijawabnya dengan nada kesal.

“Ya.. Ada apa?”
“Aku baik-baik aja dear.., sedang sibuk untuk pameran minggu depan” jawabnya sambil kembali duduk di sofa.
“Kamu sendiri gimana di Kuala Lumpur?” sambil berkata begitu tangan tante Yulia meraih kepalaku yang masih berjongkok di depan sofa dan mendorong ke arah tubuhnya.

Akupun mengerti kemauannya. Kembali kusibakkan gaunnya dan mulutku kembali menciumi dan menghisapi bibir vaginanya. Kemudian kutelusuri vaginanya dengan lidahku, untuk kemudian kuhisap-hisap kembali klitorisnya.

“Iya dear.. Hmm.. Udah dulu ya.. Aku banyak kerjaan nih.. I love you..” sambil berbicara tangannya mengusap-usap rambutku.

Kulihat tante Yulia menggigit bibirnya sendiri menahan erangannya, agar suaminya di ujung telepon tidak curiga.

“Iya.. Nggak apa.. Aku bisa jaga diri kok.. Ok.. Bye dear..” setelah menutup HP-nya, erangan tante Yulia yang tadi terpaksa ditahannya langsung meledak.
“Oh.. God.. Terus Wan.. Yes..” Semakin cepat kujilati klitoris tante Yulia.
“Ahh.. Wan.. Kamu hebat.. Aku keluar Wan.. Ohh..my godd..”

Tubuh tante Yulia mengelinjang hebat dan cairan vaginanya semakin mengucur banyak. Terus kuhisap dan kuciumi vagina indah tante Yulia yang cantik ini, sampai tubuhnyapun lemas terhempas di atas sofa. Kuraih tisu di atas meja dan kubersihkan mulutku dari cairan nikmat tante Yulia. Kemudian kuhabiskan sisa orange juiceku, dan kuambil dan kuberikan orange juicenya.

“Minum dulu tante” kataku.
“Thank you Wan.., aduh belum pernah tante orgasme kayak tadi.. Kamu benar-benar laki-laki Wan..” Lalu diteguknya orange juicenya sampai habis.
“Sekarang giliran kamu ya..” katanya

Dimintanya aku berdiri di depannya. Tante Yulia yang masih duduk di sofa lalu membuka celana panjangku. Aku pun membuka kemejaku, dan tak lama akupun tinggal bercelana dalam di depannya.

“Kata Sonya punyamu besar ya Wan” katanya sambil tersenyum menggoda.

Tangannya kemudian menanggalkan celana dalamku, dan penisku yang memang lumayan besar itupun mencuat keluar dengan gagahnya sampai hampir mengenai wajahnya yang cantik.

“Oh.. God.., besar banget Wan.., I like it..” katanya sambil mengelus-elus kemaluanku dengan jemari tangannya yang lentik.

Sambil mengocok perlahan penisku, wajah tante Yulia mendekat dan tak lama lidahnya telah menjilati batang penisku.

“Ah.. Tante..” erangku ketika kepala penisku dijilatinya.

Sambil menjilati kepala penisku, tante Yulia meremas-remas buah zakarku sambil matanya menatapku nakal menggoda. Kemudian dibukanya mulut mungilnya dan dikulumnya penisku. Rasa nikmat menjalar ke seluruh tubuhku ketika tante Yulia menggerakkan kepalanya maju mundur menghisapi penisku. Kuremas-remas kepalanya sambil merasakan kehangatan mulut tante muda yang cantik ini.

Tampak tante Yulia begitu menikmati penisku. Dihisap, dijilati dan diremasnya penisku dengan penuh gairah. Sesekali gumaman nikmat terdengar dari mulutnya saat dia mengulum penisku. Sedangkan erangankupun semakin keras terdengar memenuhi ruangan kantor gallery itu.

“Now.. Please fuck me Wan.. Aku pengin ngerasain barangmu yang gede itu.” katanya sambil bangkit berdiri.

Dia pun kemudian berbalik membelakangiku. Kuciumi lagi pundaknya dan kuremas payudaranya. Kemudian tante Yulia memposisikan dirinya sehingga dia menungging di atas sofa tamu. Kusibakkan gaunnya dan kuarahkan penisku ke liang vaginanya.

“Oh.. God..” erangnya ketika kepala penisku mulai masuk menyesaki liang vaginanya yang sempit. Kudorong tubuhku sehingga peniskupun masuk lebih dalam, dan mulai kupompa vagina tante muda ini.
“Ahh.. Yes.. Fuck me.. Fuck me.. Yes.. Yes..” erang tante Yulia setengah menjerit. Payudaranya tampak bergoyang-goyang menggemaskan karena gerakan tubuhnya. Jepitan vagina sempit tante Yulia terasa begitu nikmat di sepanjang penisku. Sambil memompa tubuhnya, sesekali kuremas payudaranya yang menggantung menggemaskan.

Setelah beberapa menit kami bersetubuh dengan doggy-style, akupun kemudian duduk di sofa. Tante Yulia segera menaiki tubuhku dan kami kembali bersetubuh dengan duduk saling berhadapan. Dengan posisi ini, aku leluasa untuk kembali menikmati payudaranya yang montok itu. Tante Yulia menaik-turunkan tubuhnya di pangkuanku, dan tanganku meremas-remas pantatnya yang bulat dan padat.

“Wan.. Wan.. Aku hampir keluar lagi wan.. Oh.. God..” erang tante cantik ini.

Aku lalu kembali menghisapi payudaranya sambil tanganku mendekap erat punggungnya. Sambil tanganku yang lain memegang erat pantatnya, aku lalu menggenjot cepat penisku dalam liang vaginanya.

“Ahh.. Ahh.. God.. God.. Ahh..” jerit tante Yulia mendapatkan orgasmenya yang kedua.

Butir keringat tampak mengalir membasahi wajahnya yang cantik dan sebagian menetes ke payudaranya yang indah. Akupun terus menggenjot tubuhnya dan tak lama akupun merasa akan segera menyemburkan spermaku dalam liang vaginanya.

“Hmmhh..” erangku tertahan saat orgasme, karena mulutku masih menghisapi payudara tante Yulia.

Banyak sekali spermaku yang menyembur ke dalam vagina tante Yulia. Mungkin karena aku begitu terangsang melihat wajahnya yang cantik serta bodynya yang seksi. Setelah itu akupun melepaskan dekapan eratku di tubuh tante cantik pemilik gallery ini. Tubuhnyapun rubuh lemas di samping tubuhku.

“Tante puas banget Wan.. Belum pernah dapat yang seperti tadi dari suami tante”
“Wawan juga puas banget tante. Tante cantik banget sih”
“Ih.. Kamu bisa aja” jawabnya sambil mencubit tanganku.

Kami pun beristirahat beberapa saat, sebelum aku pamit pulang karena ada janji dengan pacarku. Aku pun berjanji akan mengirim draft surat kontraknya lewat e-mail sesegera mungkin.

“Jangan lewat e-mail Wan.. Kamu bawa aja sendiri.. Mumpung suamiku belum pulang.. Aku tunggu ya.” katanya sambil tersenyum manis

Related posts:

Cerita Dewasa Chatting YM dengan Tante Girang yang Berakhir di RanjangCerita Dewasa Hilangnya Keperjakaan karena Tante GirangCerita Dewasa Ngentot Bersama Pembantu di RumahCerita Dewasa Pesta Seks Di rumah Bersama 2 PembantukuCerita Dewasa Pengalaman Ngentot Sex Yang indah

Tags: cerita dewasa ngentot sama tante, cerita dewasa ngentot sama tante-tante, cerita dewasa ngentot tante girang, cerita seks tante girang ngentot

April 8th, 2011 | Tags: cerita dewasa ngentot sama tante, cerita dewasa ngentot sama tante-tante, cerita dewasa ngentot tante girang, cerita seks tante girang ngentot
Cerita Dewasa Perselingkuhan, Cerita Dewasa Separuh Baya | 6 Comments »

Perkosa Tante Yg Sedang Hamil Besar Smapai Bayi Nya Mau Keluar

19 Oct

Cerita Sex Perkosa Tante Yg Sedang Hamil.  Sehari-hari seperti sat sedang ngobrol itu Ade tetap tampil seperti biasanya yang tetap menonjol keseksianya. Mengenakan busana long dres yang dominan warna pink-nya pemilik nama lengkap Ade Fitri Kirana ini mengangap. Ade merasa senang sat idenya itu diterima dan dipertahankan sampai sekarang. Kesan seksi dan peran antagonisnya yang selama ini dekat dengan Ade 39 hilang 39 untuk sementara. Bukan soal bayaranya yang semakin hari bertambah besar. Kumpulan Joke | Andhy BlogGerZ .

Perkosa Tante Yg Sedang Hamil Besar Smapai Bayi Nya Mau Keluar, Guru bertanya pada murid yang dikenal cukup badung. Mau jadi apa kamu jika besar nanti hanya mampu berhitung 1 sampai 10 saja. Jawab anak Jadi wasit tinju. Di sebuah hotel seorang pria tanpa sengaja menyikut seorang wanita dan berkata. -Sat sedang tidur pulas berdua tiba2 si cewe mengigau. cewe Say Bangun Say. Suamiku sudah pulang si cowo dengan sigap langsung lompat keluar jendela. Begitu jatuh ia baru sadar Sial kan gue suaminya. Di kamar Hotel Bu guru berjilbab aku prawani – ERICH BLOG.

Perkosa Tante Yg Sedang Hamil Besar Smapai Bayi Nya Mau Keluar, Jarak kami terlalu dekat sehinga sat aku berjalan terlalu cepat sampai-sampai tangan ibu eka tersentuh penisku karena bu eka kalau berjalan sering melengangkan tanganya yang sat itu sedang tegang akibat tingkahnya di kalas. Dia terus menjerit kesakitan dan sekitar 20 kali goyanganku aku terasa seperti mau keluar. Lalu aku tekan kontolku ke memeknya dan crot crot sekitar 5 kali muncrat ke dalam memek bu eka lobang memek bu eka telah di penuhi oleh. 10 Fakta Aneh Tentang Kehamilan – Berita Bloger Terbit Sore Hari.

Perkosa Tante Yg Sedang Hamil Besar Smapai Bayi Nya Mau Keluar, Yang sedang berkata adalah mungkin untuk mengandung selama satu tahun. kehamilan di dunia terlama berlangsung 375 hari anehnya berat bayi itu sedikit di bawah tujuh pound. Tidak ada yang akan memberikan wanita hamil kesulitan jika sifat doyan makanya yang asli keluar. 9. Ukuran kaki Anda Akan Semakin Besar Sampai Sepatu Anda Tidak Muat. Jika Anda bertanya-tanya mengapa kaki Anda akan menjadi begitu besar ketika Anda hanya bertambah berat 25 pound. Cerita Dewasa Tergoda Tante Mona.

Perkosa Tante Yg Sedang Hamil Besar Smapai Bayi Nya Mau Keluar, Tante Mona berdiri di samping tempat tidurnya dengan jubah yang dipakainya telah tergeletak di bawah kakinya. Aku melihat tanpa berkedip tubuh Tante Mona yang sedang berdiri telanjang dada dan pangkal pahanya tertutup celana dalam berwarna pink. Batang kejantananku keluar masuk liangnya dengan lembut sehinga aku pun menikmatinya. Hal itu berlangsung satu jam lamanya. Tiba-tiba Tante Mona terbangun dan dia mengatakan bahwa dia mau mencapai orgasme yang kedua kalinya. Ini Dia Tujuh Keajaiban Janin – Berita Bloger Terbit Sore Hari.

Perkosa Tante Yg Sedang Hamil Besar Smapai Bayi Nya Mau Keluar, Sejak bayi di dalam kandungan ia sudah terbiasa berada di dalam air selama 9 bulan yaitu cairan ketuban. Bayi sedang senang-senangnya berenang di usia kehamilan 20 mingu. Sat ini bayi sedang membuat gerakan-gerakan aktif yang. Sat hamil terkadang ibu merasakan gerakan continu di satu bagian perutnya. Bisa jadi sat itu janin sedang cegukan. Hal ini biasanya dirasakan sejak kandungan menginjak mingu ke-25. Hal ini menandakan bahwa janin sedang berlatih pernapasan. Hamster Head G-Point Mouse Yang Berbentuk Seperti Vagina.

Perkosa Tante Yg Sedang Hamil Besar Smapai Bayi Nya Mau Keluar, Namun pada apa yang menuntun otak kita-kepribadian hati kebaikan dan ide-ide progresif. Terima kasih telah berkunjung ke Blog saya sebelum keluar dari Blog ini mohon tuliskan komentar anda karena kritik dan saran anda akan sangat. layanan email atau desain industri favorit blog situs berita kesayangan anda. Anda tidak benar-benar mendapatkan apa artinya sampai Anda menemukan titik G Get cash from your website. Sign up as afiliate. by Facebok Coment Mau. Hamster Head Aksi Memalukan Peragawati Yang Jatuh Di Catwalk.

Perkosa Tante Yg Sedang Hamil Besar Smapai Bayi Nya Mau Keluar, Namun pada apa yang menuntun otak kita-kepribadian hati kebaikan dan ide-ide progresif. Terima kasih telah berkunjung ke Blog saya sebelum keluar dari Blog ini mohon tuliskan komentar anda karena kritik dan saran anda akan sangat. mereka gagal dalam berlengak lengok di catwalk apalagi sampai jatuh pasti hancur rasanya karena mempertaruhkan karier mereka sebagai model cekidot. Get cash from your website. Sign up as afiliate. by Facebok Coment Mau. Hamster Head Robotic Sexs Fantasi Liar Pangilan Akan Ada di Masa..

Perkosa Tante Yg Sedang Hamil Besar Smapai Bayi Nya Mau Keluar, Namun pada apa yang menuntun otak kita-kepribadian hati kebaikan dan ide-ide progresif. Terima kasih telah berkunjung ke Blog saya sebelum keluar dari Blog ini mohon tuliskan komentar anda karena kritik dan saran anda akan sangat membantu untuk. ber- 39 hubungan 39 dengan Robotic imajinasi anda yang memungkinkan anda untuk mengatasi beberapa fobia sosial keminderan sampai anda merasakan kepuasan yang anda inginkan artinya sebagian penopang kesendirian anda. Baguseven 39 blog Kumpulan Joke.

Perkosa Tante Yg Sedang Hamil Besar Smapai Bayi Nya Mau Keluar, Guru bertanya pada murid yang dikenal cukup badung. Mau jadi apa kamu jika besar nanti hanya mampu berhitung 1 sampai 10 saja. Jawab anak Jadi wasit tinju. Di sebuah hotel seorang pria tanpa sengaja menyikut seorang wanita dan berkata. -Sat sedang tidur pulas berdua tiba2 si cewe mengigau. cewe Say Bangun Say. Suamiku sudah pulang si cowo dengan sigap langsung lompat keluar jendela. Begitu jatuh ia baru sadar Sial kan gue suaminya. Kumpulan Joke.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.