Tag Archives: Kakak

Cerita dewasa kontol adikku enak juga

5 Jan

Cerita dewasa sedarah ini biasa terjadi. Seorang kakak ngentot adik kandungnya sendiri yang masih abg. Kisah sex incest tabu ini terjadi  beberapa bulan yang lalu. Lacy merasa agak cemas saat ia menjatuhkan suami dan anak-anak di bandara. Suaminya Dan dan gadis-gadis itu terbang ke Denver untuk akhir pekan untuk menghabiskan waktu bersama adik dan keponakan. Berenda telah merencanakan untuk pergi tapi pada menit terakhir mendapat telepon dari beberapa teman yang akan berada di jalan-jalan kota dan membutuhkan tempat untuk tinggal. Jadi, Lacy dan Dan memutuskan bahwa yang terbaik bagi Lacy untuk tinggal dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya dan mendapatkan beberapa R & R yang sangat dibutuhkan dari anak-anak cerita dewasa sedarah.

Berenda harus berbalik dan kembali ke bandara dalam beberapa jam untuk menjemput teman-temannya, jadi dia memutuskan untuk hanya tinggal di daerah tersebut dan nongkrong di Ruang Tekan Harry dekat bandara. Itu adalah hari Jumat sore dan bar itu mengejutkan aktif, diisi dengan baik wisatawan dan penduduk lokal.
Continue reading

Cerita Dewasa – Selingkuh dengan Istri Kakak Iparku

7 Nov

Cerita dewasa berikut ini adalah sebuah cerita dewasa terbaru yang merupakan cerita sex kiriman dari seorang pembaca setia situs cerita dewasa ini. Ia mengirimkan cerita sex dewasa ini dari komentar website ini. Berikut inilah cerita dewasa yang akan diceritakan oleh Yonar. Nama Aku Yonar, aku adalah seorang lelaki yang sudah menikah, istriku mempunyai seorang kakak laki – laki yang telah beristri, istrinya sebut saja namanya linA, dengan linA dulu ketika kami masih sama2 pacaran, kami pernah dekat dan menjalin hubungan. Namun setelah kami sama2 menikah, kami menjauh, bahkan linA sangat menjaga jarak denganku. Jujur aku sendiri masih menyimpan hayal dengannya, tubuhnya memang kurang berisi, payudaranya juga tidak besar, tapi permainan sex nya luar biasa, libido yang besar membuatku sering terbayang dirinya. Sering pada suatu saat aku berusaha menggodanya, tapi sulit. lina dan suaminya (kakak istriku) tinggal mengontrak sebuah rumah kecil tepat di belakang rumah mertuaku.

Ketika aku berkunjung k rumah mertua ku otomatis aku juga pasti bertemu dengannya dan suaminya.

Suatu Ketika aku sedang berkunjung ke rumah mertuaku, tentunya dengan istri dan anakku, karena rumah mertuaku berada jauh di luarkota tempat aku tingal, otomatis biasanya aku menginap. Hari Minggu kami disana, Aku bertemu dengan lina, kami salam dan berbasa basi seperti biasa, aku masih saja terpesona melihatnya, apalgi dia hanya pakai celana pendek dan kaos oblong tipis, aku berusaha berlama-lama bersalaman dengannya, tp dia buru2 melepasnya. Jujur saja Aku berhasrat sekali dengannya, tapi segera kubuang jauh2 pikiran itu karena keluarga sedang berkumpul tidak mungkin itu trjadi.

Esok hari, subuh2 sekali istriku, kakak2nya (termasuk suaminya lina), dan adik2nya, sudah bersiap2 berangkat acara keluarga sekaligu ziarah ke makam leluhurnya, mereka berangkat dengan saudara2nya, Ibu dan seluruh keluarga. Hanya Aku putuskan tidak ikut karena masih cape dan malas. jadi hanya AKu dan Kakak Perempuan tertua ibu mertua yang sudah sangat tua dan sulit berjalan yang tidak bisa ikut, Oh iya lina juga tidak ikut karena dia hari itu tidak libur kerja. Sial sekali pikirku, kukira pagi ini bisa melihat lina dan ada kesempatan untuk menggodanya.

Pagi itu keadaan rumah sudah sepi, semua sudah berangkat, kecuali aku dan uwa. tiba2 terdengar lina masuk dari pintu belakang dari arah kontrakannya, bertanya pada uwa “wa, saklar di kontrakan rusak wa, jadi air sama lampunya ga bisa nya nyala, mana lina harus kerja lagi, si mas sama yng lain udah berangkat lagi gada yang bisa dimintain tolong”. Mendengar itu ingin rasanya aku segera beranjak dari ruang tengah menawarkan bantuan, tapi sebelum aku bicara uwa sdh menimpali “Tuh ada ada Yonar, dia ga ikut, minta tolong aj ya”, mendengar itu aku langsung menimpali ” Udah sini Lin aku coba liat sapa tau bisa” ” Ngga usah ngerepotin” jawab lina sambil berbisik ” ntra macem2 lagi”. Pikirku tau aja dia kalau aku punya niat macem2, tapi demi jaga gengsi aku bilang “Ada-ada aja, gini aj deh, selagi aku betulin saklar dikontrakan mu, lina disni aja dulu sampe beres, mandi disni aja” Dari gerakgeriknya dia hendak menolak namun Uwa buru2 bilang ” ya udah sekarang cepat betulin Yon, Lina disni aja dulu”

Membawa Peralatan listrik, obeng, gunting dsb, lina menuntunku ke kontrakannya, sekaligus dia membawa perlengkapan mandinya untuk mandi di rumah mertua. Setelah Lina menerangkan masalahnya aku pun segera memperbaiki saklar kontraknya, dimana saklar ini sebagai penghubung listrik induk dengan listrik rumahnya, sementara Lina mandi di rumah mertua.

Sekitar 15 Menitan sudah aku memperbaiki saklar di kontrakannya, Lina Pun belum juga selesai mandi. Sesekali aku bolak balik ke rumah mertua untuk mengambil beberapa keperluan, suatu kali ketika aku bolak balik, aku penasaran, jiwa nakal ku muncul, Hayalku membayangkan Lina yang sedang Bugil, tanpa sehelai benang pun ditubuhnya, terbayang tubuhnya dibasuh sabun, payudara dan vaginanya, pikiranku pun smkn nakal aplg setauku pintu kamar mandi disini tidak bisa tertutup sempurna sehingga ada bnyk celah untuk mengintip. .. Uuh..Memastikan keadaan aman, ku intip Uwa sedang dikamarnya, mungkin tidur, maka hayalku memberanikan untuk Mengintip Lina yang sedang mandi, dari balik celah pintu yang rusak,.

Perlahan kuintip, wow kulihat lina sedang menyamping dari arah pintu, bugil seluruh tubuhnya dipenuhi busa – busa sabun, tangannya yang lentik mengusap perlahan toketnya, oh.. dia meremas2 toketnya sambil memejamkan mata, melihat ini kontolku tak kuasa makin menegang, aplagi kemudian aku dikagetkan dgn adegan berikutnya: Lina Mengusap usap vaginanya, memasukkan jarinya kedalam vaginanya, ah apakah dia sedang masturbasi? pikirku.. terus dia mengocok vaginanya, memasukkan jari nya kedalam vagina sebari mendesah tak karuan, aku semakin tegang melihatnya, kontolku tak kuasa menegang, andai saya aku dapat menyetubuhinya.. . Sedang asik bermain dgn kelamin masing2, terdengar suara dari Dalam Ruang tengah: ” Liinn, kalau sudah mandinya, kesini dulu bentar ya..” lina yang sptnya sedang asik memainkan vagina terkaget lsg menjawab ” Iii..Yyya Wa..” Begitupun dengan aku buru2 aku beranjak perlahan sigap dari intipan ku dan segera kembali ke kontrakan lina meneruskan memperbaiki saklar.

Fyuhh.. benar2 tontonan yang membuat nafsu memuncak.. Pikiranku tidak bisa konsen memperbaiki saklar, pdhl aku sudah mau selesai. Ah kucoba hilangkan pikiran kotor itu dan kembali ke tugasku semula.

beberapa saat kemudian lina masuk ke rumah, habis mandi dengan (sayangnya) sudah menggunakan kaos dan celana pendek, padahal harapku dia hanya memakai handuk saja.

Seketika dia bertanya padaku ” belum selesai juga memperbaikinya? lama bnr” .. Aku jawab ” ya iyalah kan harus hati2, emangnya mau kalo nyetrum dan kebakaran”

hmm.. msh terbayang bagaimana adegan tadi kulihat di kamar mandi, maka muncul hasrat ku untuk menggodanya, menyetubuhi, atau bahkan memperkosanya..

Kulanjutkan tanyaku “udah mandinya Lin?” dgn agak sinis khasnya dia menjawab ” ya udah lah ngapain juga lama2?,

aku : “udah tuntas ya aktifitasnya di kamarmandi”

Lina: ” maksudnya? ya udah lah dah tau udh keluar kamar mandi berarti udah donk”

Aku: “yaa kirain aj ada yang masih nanggung”

Lina: Apaan sih, ga ngerti, udah ah cepetan benerin listriknya, aku mau ganti baju ni, susah kamarku kan gelap”

Aku: gelap bukan berarti ga bisa ngapain2 kan.. buktinya jadi tuh anakmu waktu gelap2an ama si mas dulu kan? hahahaha.. udah tuh dicoba listriknya, coba aj lampu ama airnya ..

Lina: iya aku coba..

sebari dia coba satu persatu stopkontak, lina melanjutkan pembicaraan ” iya dulu gelap2an enak si sebelum ada si Tina (anaknya) , sekarang ..uuhh.. dah bosen kali si angga (suaminya – kaka istriku) udah jarang, eh YOnar udah oke nih semua lampunya”

Aku: ahh kan banyak alternatif.. bisa sendiri atau cari bantuan lah… Syukurlah kalau sudah ok, dicoba juga airnya nyalain trs ganti baju kerja gih, ntr telat”

Lina: ahh alternatif apaan maksudnya yonn… (sebari melirik nakal kearahku), bosen jg kali kalau harus selfservice, ya udah aku ke kamar mandi cek dulu,

Lina berlalu menuju kamar mandi diujung belakang kontrakannya, sebari aku mengikutinya dari belakang,

kalimat terakhir dari mulutnya membuat hasrat ku makin bergetar, “bosen selfservice” dalam hatiku, hayalku trs bermunculan, apakah aku perkosa saja ketika dia di kamarmandi? kubekap dari belakang meremas toketnya, memaksanya .. tapi kalau ketauan gmn? kalau lina berteriak kencang gmn, sedang dinding pemisah antar kontrakan di tempatnya tidak tebal, tak tahan rasanya ingin menjilat lehernya yang lenjang, menikmati langsing tubuhnya..

Hayalku sejenak terhenti oleh teriakan lina ” aduuhh yooonn.. basah kuyup.. dah jalan lagi nih airnya.. tapi nyemprot banget..untung belum pake baju kerja..”

dengan segera aku menghampirinya ” ya bagus donk,, berarti dah jalan lagi, gada masalah lagi kan, baru disemprot sama air, gmn kalau semprotan yang lebih kental..” goda ku..

Lina menjawab ” yaa kalau itu sihh.. lain lagidonk.. ” sebari dia membalikkan badan kea arah ku dan membuat mataku terbelakak,, air yang membasahi kaosnya, membuat lekuk tubuh dan payudaranya tercetak sempurna, dan yang membuatku menelan ludah adalah lina belum memakai bra!! ternyata sejak tadi dia hanya memakai kaos saja.. badanku makin gemetar.. kontolku makin ngaceng tak tertahan dibalik celana tidurku..

“heh.. melotot aj!! liatin apa ayoo… udah ah aku mau ganti baju kerja sekalian, tuh beresin tuh yang didalam celanamu di kamar mandi” sebari tertwa kecil keluar dari kamar mandi. dengan malu aku masuk kamar mandi tanpa ingat menutup pintunya, aku segera beresin celana, ku keluarkan kontolku, sudah ngaceng sekali kontolku ini, tak tahan rasanya, apa aku onani saja pikirku, ah tidak, masa sih aku menyia-nyiakan kesempatan dengan lina, tak ada orang disni.. pikirku mengalir liar, sampai tanpa sadar, ternyata lina memperhatikan aku dari balik pintu kamar mandi yang memang tidak tertutup, ..

“hayyo kenapa lin.. susah ni mau dituntasin, bantuin donk..” secepat itu aku langsung bicara sebari mengusap2 kontolku, dgn kelagapan lina beranjak pergi sebari bicara ” apaan sih, sendri aja gih, atau minta sama istrimu, udah ah ganti baju dulu ah udah mau kerja nih”

aku pun mngikutinya berjalan menuju kamar, kulihat dari luar, dikamarnya dia duduk di ranjangnya spt termenung, dia hendak membuka bajunya tapi terhenti ketika tangannya menyentuh payudaranya sendiri, dia usap2nya, mungkinkah dia juga sebenarnya terangsang, libidonya masih tinggi dan sedang ingin bercinta tapi dia gengsi untuk jujur padaku..

aku beranikan maksud ke kamar tidur kecilnya yang hanya cukup untuk satu ranjang dan sedikit ruang itu, dari belakang kubisikkan ditelinganya “aku kangen ih masa-masa kita dulu, aku kangen banget sama kamu Lin, dah lama mendam rasa ini Lin”, dengan nada tinggi dia bilang ” Kamu masuk kamar orang ya ga sopan, ngomongnya ngawur ah, males ah, kita tuh udah sama2 nikah, dah punya anak lagi, inget tuh,..”

aku: kalau perasaan susah Lin (kupegang bahunya ku balikkan tubuhnya sehingga menghadapku), “aku sayang banget sama kamu lina, sering aku terbayang dirimu yang jadi istriku”..tak kuasa aku memandangnya wajahnya dan memandang kaos basahnya yang setengah terbuka, tercetak jelas payudara mungilnya

Lina: “inget .. kita udah … ”

belum selesai dia bicara aku langsung kecup bibirnya, kulumat bibirnya kuat2.. aku berusaha mendekap tubuhnya, sebelum lina mendorongku, duduk menjauh dari aku, berusaha unutk menamparku namun dengan segera ku pegang tangannya, “aku sayang banget lin sama kamu, sekalian lah bantuin aku tuntasin ya..”

kuberanikan diri mendekatinya lagi tanpa melepas genggaman tanganku padanya, sebelah tanganku membelai rambut lurusnya, kurebahkan kepalaku, mulutku di telinganya, kubisikan “i luv u so much lin, please.. sekali ini aja, aku janji gakan jadi panjang, ..”

kukecup langsung daun telinganya, kujilat, lina menggelinjang, dia memejamkan mata, tanpa perlawanan, kuanggap itu tanda setuju atas permintaanku. kuciumi kujilati telinganya, kuberanikan menjalarkan lidahku tak hanya di sekitar telinga, menjalar ke pipinya menuju bibirnya, sekali lagi aku kecup bibirnya, kujilati, kusedot, kali ini tanpa perlawanan, meski dia masih tak menggerakan bibirnya, aku terus melumat bibirnya, nafsu birahiku sudah membara sejak tadi, kusogokkan lidahku kedalam mulutnya yg masih rapat, kupaksa masuk kedalam mulutnya, tak lama kemudian dia menyerah juga, mulutnya mulai terbuka, meski belum banyak bergerak, kumainkan lidahku didalam mulutnya, menyentuh lidahnya, menjilati lidahnya, kusedot lidahnya kuat2, kurasakan dera nafasnya semakin kencang, kucekatkan tubuhnya, kulumat terus bibirnya yang mulai terbuka, sesekali lina membalas ciumanku perlahan.

aku mulai melepaskan genggaman tanganku, kupegang kepalanya sebari tetap menciuminya, sementara tanganku yang satu mengusap, menyentuh2 lehernya punggungnya, memainkan telinganya,

Ciuman itu berlangsung cukup lama, lama kelamaan lina mulai membalas ciumanku, dia mulai memainkan lidahnya, beradu dgn lidahku, mulutnya mulai berani melahapku, ciuman lahap dan kasarnya mulai nampak, desahan desahan nya mulai terasa trdengar ..Hmmm Hhh hsthhh…Uhh Hhh.. EHuhhhh.. itu yang aku suka dan aku rindu darinya.. ciuman kami semakin panas semakin bernafsu, saling membalas, tangannya mulai memelukku, satu tangannya mengacak2 rambutku, tubuh kami pun semakin tak berjarak, mulai menempel erat dgn tubuhnya yang masih terbalut kaos yang basah.

Tanganku mulai berani menelusup kebalik kaosnya yang basah dan setengah terbuka, kuraih toketnya yang sedari tadi tercetak dibalik kaosnya, kuremas toketnya, AKKHHHHHHHHHH OOKHHHHHHH….OoHHhhhdsthh, erangan keras keluar dari mulutnya ketika ku remas toketnya, ku mainkan putingnya yang sudah mengeras,

Kubuka kaosnya yang basah, tanpa kesulitan, kutau sejak awal dia sudah tidak memakai bra, kujalarkan lidahku kelehernya, uhh HHsshtstthh..Srrupp SStts .. Shh…. lina tak hentinya mendesah tak karuan..Ahhh Hh SHstt… Ohh HHmm Mhhs… kulanjutkan juluran lidahku bibirku menciumi garis leher dada sampai toketnya lina yg masih terduduk di ranjang sementara aku yang sudah setengah jojok di lantai,

sebelah toketnya kujilati perlahan, sebelah kuremas dengan tanganku.. Hhhhhsthh.. kujilat toketnya perlahan memutar dari pinggir toketnya memuncak ke puting, kupilin-pilin, kujilati kumainkan putingnya .. kutarik kencang2 putingnya, semua kulakukan bergantian kanan kiri, yang makin membuat lina nafsu nya membesar, kulanjutkan petualangan lidahku keperutnya

ku perosotkan celana tidurnya, ahhh … darahku serasa makin mendesir melihat langsung pemandangan sekitar alat vitalnya memeknya tanpa CD, langsung kulihat vaginanya, Memeknya yang tadi hanya kulihat dari intipan di kamarmandi, kini tepat didepan mataku dgn lina yang sudah berbugil ria. segera saja petualangan bibirku berlanjut di bibir memeknya lina. .OOhhh sedap sekali, aromanya semerbak habis mandi dicampur aroma cairan dari memeknya yang sudah becek sekali.. kulahap habis memeknya, kuciumi sekitarnya, kujulurkan lidahku masuk kedalam liang memeknya yang memang sudah longgar, kusogoh habis2n liang memeknya, lina menjerit kuat ” AHHHHhhhhkkkkkssskkkkkkhh oohhhhh… ughhhSsthhhhh…. Ahhhhhhhhhh dibenamkan nya wajahku sedalam-dalamnya ke liang memeknya, tangannya benar2 mengacak-acak rambutku, mendorong kepala ke memeknya, sesekali mejenggut rambutku.. oohh uhh.. ditekannya kuat2 wajahku masuk kedalam area memeknya.. sampai tak kuasa aku untuk banyak bergerak..

sedang asik memainkan memek lina, tiba2 tangannya mendorong kepalaku keluar “Lina udah ga tahan banget yon mau orgasme nih, tp tahan dulu ya yon.. gamau sekarang ahh ” dia bilang. Aku hanya mengangguk dan berkata “apapun mau kamu lina sayang”

Lina mengangkat tubuhku yang setengah jongkok memberi isyarat untuk duduk disampingnya diranjangnya, “sekarang giliran lina” ucapnya, segera dgn kasarnya dia membuka kaosku, dikecup dan dilumatnya bibirku dgn liar, dipegangnya kepalaku erat2 dijilatinya pipiku bibirku, seluruh wajahku, telingaku dijilatinya kanan kiri, digitnya,, Akkhhhhhhhh Lin enak banget,, ughh,,,,,,, tanganku pun meraih toketnya meremas2nya, sebari bibir lina menjamahi wajahku, telingaku, leherku nyaris saja di cupangnya, sebelum aku melarangnya khawatir ketauan istriku.

Lina menjamahi tubuhku dengan liar, dadaku, tanganku, dijilatinya jari2 tanganku, perut ku, dia tarik puting susu ku yang berbulu, seluruh tubuhku tak terlewat dijilatinya, tangannya liar menjamahku, membuka celana pendekku, memerosatkannya berikut dgn CD ku, ko0ntolku sudah sangat menegang kencang dan memerah.. Kali ini lina setengah berjongkok dihadapanku sedang aku giliran duduk di ranjangnya.. Ahhh senyum liarnya lina sebari menatap liar padaku, seakan siap menerkamku.. dia menjulurkan lidahnya memainkan kepala kontolku. Akhhhh Linnn.. enak banget.. dia mengocok2 kontolku sebari menjilati ujung kontolku, dia berjongkok dilantai, memainkan kontolku, lina memilin milin kontolku, diputar2nya kontolku dihisap,disedot, diemutnya kontolku naik turun, makin kencang makin kencang.. Ohhhhh aku tak tahan lagi, spermaku serasa sudah antri ingin memuncrat keluar.. tapi lina terus saja menjilati kontolku, mengulum skrotumku, sesekali lina menjilati menciumi daerah sekitar kontolku sampai ke selangkangan kaki, untuk kemudian kembali lagi mengisap lahap kontolku..

Dia kemudian mencabut mulutnya dari kontolku, dia berdiri menghadapku yang masih terduduk, kesempatan ini kupakai untuk menjilat lagi memeknya yang sudah sangat becek, meremas toketnya kuat2.. ahh indah sekali pemandangan ini tubuh lina berdiri dihadapanku, seolah dia sedang stripsis, bergerak menggelinjang karena rangsanganku ke dlm memek dan toketnya..

Akupun ikut berdiri dengannya kupeluk erat2 tubuh bugil lina, kami berciuman kembali, kemudian menjalar ke pundak kami kami masing2.. Lina beralih dia beranjak ke belakang tubuhku sehingga aku membelakanginya, dia menciumi tengkuk leherku, pundak belakang ku, menjilati garis tulang belakangku, tangan lina semakin turun, posisinya semakin berjongkok, sampai pada dia meraih kontolku dari belakang, sebari dia ciumi bokongku, dia kocok2 kontolku dari belakang, lina menciumi pahaku yang berbulu, berjongkok menghadap kedepan, AKhhhhhhhkk.. lagi2.. mulutnya meraih kontolku menghisap lagi kontolku sekuat tenaga.. Akhh….. dia hisap kuat2.. dia jilat2 sebari berlutut dihadapanku, kedua tangannya erat mendekap kedua pahaku kakiku yang sudah bergetar tak kuat menahan rangsangan yang lina buat..

Tak kuat dengan nafsuku yang semakin besar, kutarik lina berdiri, kubalikkan badannya.. kuremas toketnya dari belakang, kuremas kuat2.. kepalanya lina menengadah mengerang menahan kenikmatan, sesekali kusedot pula bibirnya, dan kugigit telinganya.. tak tahan kutundukkan lina bermaksud ingin doggi style, tampaknya lina mengerti, dia langsung menunduk, tangannya mengarahkan kontolku agar masuk keliang memeknya.. Bless.. AakkhhKKhhhhhhhhh……………….Setelah sekian lama sejak kami sama – sama belum menikah, kurasakan kembali kontolku terbenam di liang memeknya lina, uukkhhhhhhhh.. iiikkkhh.. ookkhh… erangan panjang lina begitu kuat ketika kontolku berhasil masuk ke memeknya.. Aku sempat khawatir erangannya terdengar tetangga sebelah..

“Jgn keras2 lin nanti tetangga dengar” bisikku pada lina, “bodo amat ah.. lg enak gini”.. jawab lina yg membuatku jg seolah tak peduli dan memulai mengocok-ngocok memek lina dengan kontolku dalam doggie style.. kukocok2 terus kontollku.. tanganku berusaha terus meremas2 toketnya dari belakang.. lina terus mengerang erang .. UUkkh Akhhhh.. OOOOhhhhhhhhh… uuhhhhhhhhhhh…………. tangannya lina yang memegang tembok bergetar tak karuan, ditengah kenikmatan ini.. lina mencabut memeknya dari kontolku, dia kembali berdiri menghadapku

dan tanpa kuduga lina mendorongku keras, sampai aku terlentang diranjangnya, ranjang tempat biasa dia bersetubuh dgn suaminya.

ucapnya ” Lina udah ga tahan yon’..

dia menaiki tubuhku diranjang, diarahkan memeknya kearah kontolku, Bleesss,,, aakhhhhkkhhhh Ugghhhhhhhhhh OOhhkk…… kami kembali mengerang bersama-sama..

Lina menindihku.. women on top,, digerak2n tubuhnya, naik turun, depan belakang diputar2nya kontolku dengan memeknya… kami berciuman liar, saling menjilat tak beraturan.. berulang kali dia berkata “udah gakuat lina ih..” .. aku berusaha membanting tubuhnya, membalik posisi, kali ini dia dibawah.. aku kocokkan kontolku semakin cepat dan kencang prokk prookk.. erangan lina udah tak tertahankan lagi.. “teruuuss.. ayyyo donggg yyooonn……” ucapnya.. aahhhh ahhhh iih uhh oohhh.. dia trs menggelinjang menggerakan bokongnya.. ” aku juga ga kuat lin” .. ayo dong kita bareng..” tenaga lina begitu kuat mendorongku untuk kembali kami terguling membalikkan posisi.. dia kembali diatas, kali ini dia duduk berkuda.. menggerak-gerakan pantatnya, naik turun, menggoyang2 pantatnya, tubuhku bangun meraih toketnya.. darahku mendesir.. sekecap saja aku sedot toketnya.. meremas toketnya.. lina sudah tak kuasa untuk mencapai klimaksnya .. AkhhhhhhhhhhOhhh YESsss……. uughhhhhhhhhhhhhhh ” lliiinnnna kkkeeellluuuaaaarrrr … yyoonn…… Ohhhhhhhhhhhh… Peluk erat2 badan lina donk yon, yang kkkuuatt.. gggiiigggit puuuttting lina,” suaranya mengacau tak karuan.., aku ikuti maunya.. kupeluk lina kuat2.. kuhentamkan kepala di toketnya, kusedot dan kugigit kuat2 puting toketnya.. “‘akhhhhhhhhhhhkkkkkkh… kelellllllllllllllluuaarrrrrrrrr…”””” … lina orgasme” tubuhnya semakin kuat mendekap, memeknya basah…”enakkkkk bangettt yoonn… UUGhhhhhhhhhhhhhhh Akkhhhhhhhhh…..

“Kamu curang yon… ga bareng” lina berbicara kacau sebari bergerak terus perlahan menuntaskan orgasmenya, matanya masih terpejam merasakn kenikmatan tubuhnya mulai melemas… kesempatanku membalikkan lagi tubuhnya, tanpa melepas kontolku di memeknya, lina kubuat terlentang, kali ini kukocokkan kuat2 kontolku, maju mundur di memeknya yang sudah basah…. disaat orgasme lina nyaris tuntas, aku justru baru menuju orgasme ku.. , kukocok2 terus … kutekan tubuhnya dgn tubuhku.. ciuman kami kini hanya sedotan penuh klimaks..

Akkhhhhakhhhh.. Lin aku dah mau keluar nih.. .. “ucapku ditengah deraan desahan nafas kami berdua.. ” ” Muncratin donk yon.. ayyoo.. orgasme lina panjang nih.. ” jawabnya segera dgn suara lirih.. aku segera mencabut kontolku.. kudekatkan ke wajahnya lina.. dia sudah menganga spt sdh lapar dgn sperma, tangannya langsung meraih kontolku, dikocok2nya kontolku, sesekali dijilatnya, akhhh aku sudah tak kuat.. kontolku memerah.. dannn…CrOOOTTTT CRROOTTT… Akhhhh kkhh……… aku keluar.. Lina menggenggam kuat2 kontolku .. mulut nya mengangaa membiarkan sperma ku masuk ke mulutnya.. “Akkhhh….yon.. enakkkk.. Ummmm Emmm Uhhgg..” Lina bergumam, spermaku trs menyemprot tak karuan ke wajahnya lehernya ke kasurnya.. sebagian besar ke mulut lina, sesekali lina menyedot kontolku menjilat spermanya.. Setelah Muncratan spermaku perlahan berkurang dan selesai, lina masih terus menggenggam kontolku, meraihnya dan menyedot sekuat tenaga seolah menghabiskan sisa – sisa sperma dalam kontolku.. tubuhku melemas.. aku mengecup kening lina, hidung lina dan bibir lina, tubuhku menindih tubuhnya, dalam hadap2n wajahku dgn lina, kami sejenak bercakap2..

Aku : makasih banyak ya lin mau ngelakuin ini sama aku

Lina : Cuma sekali ini aj ah, ga boleh terulang lagi

Aku : aku sayang banget sama kamu lin, kalau aku mau lagi gmn?

Lina : Jangan ah ya.. , kamu kan janji td kl ini gakan panjang

Aku : Iya iya ok deh sayang.. tp.. kl lina lagi “butuh” dan ga tersalurkan, aku siap kapan aja.. daripada selfsrvice dikamarmandi, ga enak kan ktnya bosen..

Mendengar itu lina spt terkaget, lina mendorong tubuhku, membuat tubuhku yg menindihnya bangkit ke sebelah tubuhnya, sebari dia berkata

Lina : Eh dasar ya kamu, jangan2 pas aku aku mandi.. kamu..

Aku : Iyyaaa.. aku ngintip dikit… tapi ga tuntas.. lagian kamu jg ngintip pas aku td maenin burungku.. jd impas kan.. Tapi tadi enak kan lin..

Lina : Iya.. enak banget.. Udah ah (sebari beranjak dari posisi terlentang) Beresin bekas sperma nih, ntr kakak iparmu curiga bnyk yg berceceran.

Dalam tubuhnya yang masih telanjang lina mengambil tisu dan lap utk membersihkan bercakan sperma di kasur.. aku tak kuasa terus memandang tubuhnya berjongkok menunduk dikasur, sesekali aku menggodanya kembali, menyolek bokongnya, toketnya dan bagian tubuh lain, tapi lina selalu menepisnya..

Lina kemudian beranjak keluar kamar meninggalkanku yang masih terbaring, sementara kontolku menegang kembali, kususul lina keluar kamar, trnyata dia mengambil handuk menuju kamar mandi, membersihkan sisa2 bekas pergumulan kami di tubuhnya.. Aku menawarkan bantuannya padanya “Sini Lin, Biar aku bantu bersihinnya, sekalian saling bantu, langsung saja aku bantu membersihkan bagian tubuh belakangnya, awalnya lina menolak kembali, namun setelah kujelaskan bahwa aku gakan macem2 lagi, dia bersedia, ya sekalipun dengan posisi kontolku yang sedikit menegang..

Tak lama kami saling membersihkan tubuh kami, Lina mengambil handuk, dikeringannya tubuhku sebelum dia melilitkan handuknya ditubuhnya. Sesekali LIna melirik kontolku yang agak menegang, “burungnya, suruh istirahat tuh jangan nunjuk terus” ujarnya suatu kali. Aku hanya tersenyum ..

Lina Beranjak k ruang depan, tempat segala macam benda ada disitu, berhubung kontrakannya hanya trdiri dari 3 ruang. Lina beranjak ke meja rias, membuka lilitan handuknya,

Aku : mau siap – siap kerja ya, udah telat banget kayaknya tuh, masuk jam berapa emang”?

Lina diam sejenak kemudian menjawab ” Sebenrnya sih hari ini gada kegiatan kerja, cuma lagi males di rumah, lagi BT am si mas dan keluarga ini”

Aku beranjak duduk disebelahnya dikursi rias, Lina kemudian menceritakan keluh kesahnya tentang semuanya, dari mulai kekesalannya sampai ke urusan ranjang dengan suaminya, aku pun reflek memeluknya, Lina memelukku erat2, airmatanya tak tertahan keluar.. Kami cukup lama berpelukan, kontolku makin saja menegang, kurasa Lina menyadarinya, matanya melirik kontolku, kemudian dia mengusap airmatanya.. dan….

Lina mengecup bibirku, sekali, dua kali, kemudian melahap bibirku, dalam posisi masih berpelukan di kursi meja riasnya, “keluarkan semua amarah dan nafsumu padaku ya Lin”, Dia mengangguk mencium kembali bibirku dengan lahap, aku membalas ciumannya yang penuh nafsu dan amarah.. Lina merojok mulut ku dengan lidahnya…

Dimainkannya lidahnya dengan kasar dimulutku, dilahapnya bibirku, nafasku mendera tak karuan. Tidak sampai distu saja, Lina Melampiaskn nafsunya dengan merambahi seluruh tubuhku, aku benar2 dilayaninya dengan prima.. petualangan Lina ditubuhku berlanjut ke leherku, Lina jilat dari pangkal bawah sampai telinga, Grrr.. merinding aku dibuatnya, digigitnya lidahku.. ughh.. Hmm uhh.. ciuman bibirnya terus menjalar ke badanku, melingkari punggungku dan tubuh depanku, puting berbuluku dimainkan dijilat jilat, perut ku diciumi, dgn kasar dan garang, sampai Lina berjongkok kembali meraih kontolku, dimainkan dengan ganas, dengan nafas yang memburu , ia menjulurkan lidahnya memainkan kepala kontolku. Akhhhhkkhh.. Hmmm… Lina mempermainkan kontolku sebari trs mendesah dan bergumam, enak banget Lin,, ucapku, desahan dan gumamnya memberikan sensasi getar di kontolku.. Lina mengocok2 kontolku sebari menjilati ujung kontolku, dia berjongkok dilantai,sementara aku masih terduduk dikursinya, tak kuasa menahan gempuran nafsu Lina memainkan kontolku, lina memilin milin kontolku, diputar2nya kontolku dihisap,disedot, diemutnya kontolku naik turun, makin kencang makin kencang.. Ohhhhhkkhh.. bnr2 kenikmatan luar biasa lebih dari permainan kami yang pertama, spermaku kembali terpompa penuh.. lina terus saja menjilati kontolku, mengulum skrotumku,tak lupa lina menjilati menciumi daerah sekitar kontolku sampai ke selangkangan kaki, bahkan terkadang menjilati sampai ke ujung jari kakiku pun tak lepas dihisapnya.. ughh.. untuk kemudian kembali lagi mengisap lahap kontolku..

Kami tak banyak bercakap – cakap saat itu, hanya desahan keras dan lenguhan panjang dari kami, kami sdh tidak peduli lagi dinding tipis pembatas kontrakan membuat suara2 kami trdengar ke sebelah..

Kemudian Lina seperti terburu nafsu naik keatas pangkuanku yang masih terduduk.. membenamkan memeknya membiarkan memeknya tertusuk kontolku yang sangat menegang .. Blesss…. Akhhhhhhhhhhhhh OOhkhhhhhhhhhhhhh,,, Yonn… UUggghhhhhhhh AARRKKKKKKKKKKKKKKKKkkHHHHHHHHHHHHH… Lenguhan keras Lina bercampur dengan eranganku.. Lina menaikkan turunkan tubuhnya menggoyang pantatnya.. Lina kembali berposisi berkuda.. kali ini lebih kasar dan liar, tangannya mengacak2 rambutku, mencakar punggungku.. membenamkan kepalaku ke toketnya.. kujilati toketnya… ku gigit sebisaku..

Kemudian Lina mulai mengejang keras… Ugghh.. AARrkkhhhhhhkkhh…….. OKKHH>>> Teriaknya.. Lina mencapai orgasmenya.. dipeluk erat2 tubuhku .. basah kembali memeknya yang td sudah dibersihkan..Lina terus bergoyang, kepalanya tertunduk menyandarkan pada kepala atasku Goyangannya perlahan melambat.. tubuh melemas.. Sementara aku semakin bernafsu libidoku makin naik, tak kuasa menahan desakan sperma dari dalam kontolkuu..

“Giliran kamu yon,” bisiknya pelan dengan suara lelahnya.. sementara mata kami masih terpejam merasakan kenikmatan ini

Namun ketika aku hendak menuntaskan “pembalasan” seksual ku pada Lina, kami dikagetkan suara orang membuka pintu depan ruang tamu, tempat kami bergumul.. mata kami sontak terbuka, alangkah kagetnya kami ternyata sang pemilik kontrakan, mba dian yang membuka pintu, dengan reflek Lina bangun dari pangkuanku, mengambil handuk utk menutupi tubuhnya, sedang aku berusaha mencari apapun utk menutupi tubuhku..

Mba Dian membanting pintu spt ingin menunjukkan amarahnya pada kami, pikiranku bnr2 tk karuan saat itu, sementara Lina berusaha menjelaskan dan memminta maaf pada mba dian, Tapi sepertinya Mba dian sm sekali tidak memperhatikan, Dgn suara tersengal – sengal ternegah – engah Mba dian hanya berkata ” dari tadi mba dian udh intip apa yang kalian lakukan, Hebat juga ya kalian ” dengan nada spt yang marah.. Kami berusaha menjelaskan dan meminta maaf, Namun mba dian mendorong aku kembali duduk di kursi, ditariknya kain yang menutup kontolku, maka menjulanglah kontolku yang memerah dan sangat tegang..

Tanpa disangka, Mba DIan memelorotkan celana pendek dan CD nya, seraya menaiki tubuhku.. “tanggung jwab bantuin Mba..”

Aku berusaha menghindar merasa tidak enak dgn Lina, tapi Lina mendekatiku, menggegam tanganku dan berbisik “mau giman lagi..”

Maka aku pun menurutinya, kubiarkan mba dian naik ke pangkuan, dia berusaha menancapkan memeknya ke kontolku,, memeknya sudah sangat basah, trnyata mba dian sudah sngat ga tahan, mungkin karena dia menginitp kami sejak tadi,

Bless.. Akkhhhhhhhhh… Mba dian melenguh, aku melirik kebelkang tempat Lian Duduk, tangan kami masih saling menggenggam.. Ku biarkan Mba Dian bertindak sesuka hati, bergoyang, naik turun, Aku berusaha menahan jangan sampai aku orgasme dengan mba Dian, aku hanya ingin menuntaskan dgn Lina, meskipun sebenarnya aku sangat terangsang .. Tubuh Orang asing yang tak terbayangkan sebelumnya sedang menikmati seks diatas pangkuanku..

Tak berapa lama, Mba Dian hendak mencapai puncaknya, tubuhnya mengejang kuat.. Akhhh…uughh.. Akhirnyaa.. tuntas… gumam Mba Dian, Tubuhnya melemas juga..

Sementara Di Luar Suami Mba Dian memanggil2, gawat kl sampai ikut masuk dihajar aku habis2n pikirku, untungnya Mba DIan segera bergegas memakai Celananya kembali, sebelum keluar Mba Dian Mengucapakan sepatah kata pada kami “Lain Kali kalau mau Gituan kunci pintunya”..

Kami baru menyadari sedari tadi kami tidak mengunci pintu.. cerobohnya kami, setelah mba dian keluar akupun mengunci pintu, samar2 terdengar obrolan Mba Dian dan suaminyaMas Dewa

Mas Dewa ; Lagi apa didalam, bukannya lg pada pergi

Mba Dian ; ada Lina, tadi lg ngbrol2 aj berdua..

Suara mereka mulai menjauh tanda sudah mulai meninggalkan halaman kontrakan ini..

Aku bergegas mendekati Lina yang terbalut handuk dan terduduk di sofa ruang depan, aku duduk disampingnya, aku memeluknya erat2,

Aku : Aku Minta maaf ya Lin, kejadian tadi, ga nyangka..

Lina: Gimana enak ga am mba dian?

Aku: Ya galah, buktinya aku ga sampe orgasme, kamu kesel ya

Lina: Mmhhh.. aku malah jadi “naik” lagi, lagian kamu kan msh punya utang, belum “tuntas’

Tanpa banyak basa bisi lagi kulancarkan ciuman ke bibirnya, darah kami mendesir, nafas kami kembali memburu.. kulepaskan handuk dr tubuhnya, kujalarkan lidahku ke lehr telingan dan tubuhnya, kuraih kembali toketnya.. baru sebentar kusedot.. akhhh “Lina ga kuat..” ucapnya, kutidurkan tubuhny di sofa, kujamahi seleruh tubuhnya, kubentangkan kakinya lebar2, aku turun dari sofa, kuangkat kedua kakinya dengan tanganku.. kujilati memeknya, kurojok masuk kedalam liang memeknya .. oKhh.. akhhhh.. Argghh.. Lina medesahtak karuan kepalanya bergerak gerak menahan nafsu, ditariknya dijenggutnya rambutku.. kepalaku terbebanm masuk kememeknya, Lina terus menekan kepala, Ahhh… Lina Keluarrr lagii..” cairan memeknya membasahi mulutku.. Ughhh… Lina hanya kuberi istirahat beberapa detik saja.. kubalikkan tubuhnya, sehingga Lina bergaya Doggi dihadapanku, tanpa banyak waktu, kutancapkan kontolku dimemeknya, kami melakukan doggi style, aku berdiri melebarkan kaki, mengepaskan posisi konotlku agar tepat di memeknya Lina yang menunging di sofa, Aku maju mundurkan, aku kocok sekuat2nya, dengan kencang.. Ug h akhh Arrghh.. Ohhh ehhh Hhshht.. Desahan desahan kami bercampur tak karuan.. Aku sudah tak kuat menahan orgasmeku.. aku balikkan tubuhnya menjadi terlentang, aku naik kesofa, kedai kaki Lina kusandarkan dipundakku, kontolku tetap kubiarkan didalam, kukocok2 maju mundur keliang memeknya, Lina sudah bercucuran airmata, tanda kenikmatan, “Aku udah ga tahan Lagi Lin, aku sembur ya” ucapnya dgn nafas yang memburu.. Dgn erangan dan desahan Lian menjawab ” Iiyy yaa..Sembur didalam aja..” Kocokanku maki kencang terus.. Ohh Uhh Ohhh Akkhhhhhhhhhh .. Arrghhhhhhhhhh……….. “aku keluar Linn..”” Akkhhhhhhhhhhh ARGGHHHHHHHHHHHhh “Lina juga Yon..” Akhhrrgggg.. UUhh Ohhh… Croott Croott… Croott… Spermaku menyembur deras di memeknya.. aku benamkan dalam-dalam kutindig tubyuh lina erat2, tangan lina keduanya mendekapku erat, bergelinjang tubuhnya.. bibir kami berpagut menekan kuat.. seluruh tubuhku menekan kuat tubuh Lina.. Tubuh kami melemas dipelukan.. , konotlku kubiarkan terbenam lama di memek Lina, sampai menysut kembali, Kami berdua kelelahan, kulihat Lina tersenyum khasnya kepadaku, aku kecup keningnya.. “Makasih banyak ya Lin” ucapku, Lina hanya tersenyum khas dan mengangguk, Aku pun beranjak dari dekapannya, melepaskan kontolku dari memeknya, dan setengah berbaring disamping Lina masih disofanya, Kami beristirahat sejenak, Lina Menyandarkan kepalanya didadaku, sejenak kami memejamkan mana, tangan Lina melingkar di tubuhku.

Beberapa saat kemudian kami bergegas, agar Uwa tak curiga, aku mandi di rumah mertua sementara Lina di kontrakannya, sengaja aku masuk e rumah mertua dengan jalan memutar, tidak lewat belakang tapi lewat pintu depan,

Uwa smpt bertanya kemana aku dari tadi dan bagaimana listrik d kontrakan Lina, aku menjawab sebisaku dengan karangan2 yang ku buat..

Selesai Mandi, aku minta ijin Uwa mengantar Lina Kerja, hubungan kami kembali cair sejak kejadian itu, sebelum berangkat kami sempat menemui Mba DIan, mebicarakan kejadian tadi, unutnglah mba Dian bersedia tutup mulut, dgn beberapa syarat. Di jalan aku sempat menyinggung apakah boleh mengulang hubungan tadi, Lina berkelit dan hanya mnjwab manja “Inget kan tadi gakan janjinya panjang..”.. meski yang tadi tuh adegannya panjang dan lam.. ” lanjutnya sebari menatap nakal padaku.

Aku turunkan Lina ditengah jalan tempat dia sudah janjian dgn teman perempuannya, mengingat Lina sbnrnya libur kerja dan hanya cari alasan saja. Akupun kembali ke rumah mertua, seolah-olah tak ada apa2, sampai seluruh keluarga sudah kembali dan Lina malamnya pun telah pulang.

Kejadian itu selalu terbayang – bayang olehku, dan sampai kini tak pernah terulang kembali, meski aku sering berharap demikian.

Kami sempat mencuri2 kesempatan kalau ada acara, tidak pernah menyengaja utk bertemu dan melakukan diluar, bukan tidak pernah aku berusaha mengajak Lina, tapi dia selalu menolak.

Pengalaman Seks dengan Lina yang sangat panjang dan luar biasa itu mungkinkah bisa kuwujudkan kembali..

Related posts:

Cerita Dewasa Nikmatnya memek istri kakak kuCerita Dewasa Selingkuh dengan sahabat istrikuSex Ngentot Dengan Baby Sitter TetanggakuHubungan sex dengan gadis salonCerita Dewasa Chatting YM dengan Tante Girang yang Berakhir di Ranjang

Tags: cerita dewasa ngentot sama kakak ipar, cerita dewasa perselingkuhan sedarah dengan ipar

October 8th, 2011 | Tags: cerita dewasa ngentot sama kakak ipar, cerita dewasa perselingkuhan sedarah dengan ipar
Cerita Dewasa Perselingkuhan | No Comments »

Kakak Ketagihan Seks Adik Kandung

14 Oct

Cerita dewasa incest sedarah – Nama gue Erlina, saat ini tercatat sebagai mahasiswi ekonomi Universitas swasta yang ada di Bandung. Ayah gw berasal dari Bandung, sedangkan ibu gw asli Sukabumi, mereka tinggal di Sukabumi. Cerita dewasa sedarah ini menceritakan kisah nyataku yang terjadi saat  masih duduk dibangku sekolah, tepatnya saat kelas 1 SMA. Dan skandal seks tabu ini masih terus berlanjut sampai detik ini! gw terus kecanduan ngentot ama adik kandung gw sendiri. Sebagai kakak kandung hasrat hubungan sex dengan adik itu slalu saja gagal kubendung.

Gw anak yang paling tua dari tiga bersaudara. Gw mempunyai satu adik laki-laki dan satu adik perempuan. Umurku berbeda 1 tahun dengan adik lelakiku namu adik perempuanku beda lagi 10 tahun. Kami sangat dimanja oleh orang tua kami, sehingga tingkahku yang tomboy dan suka maksa pun tidak dilarang oleh mereka. Begitupun dengan adikku yang tidak mau disunat walaupun dia sudah kelas 2 SMP.

Waktu kecil, Gw sering mandi bersama bersama adik gw, tetapi sejak dia masuk Sekolah Dasar, kami tidak pernah mandi bersama lagi. Walaupun begitu, Gw masih ingat betapa kecil dan keriputnya penis adik gw. Sejak saat itu, Gw tidak pernah melihat lagi penis adik gw. Sampai suatu hari, Gw sedang asyik telpon dengan teman cewekku. Gw telpon berjam-jam, kadang tawa keluar dari mulutku, kadang kami serius bicara tentang sesuatu, sampai akhirnya Gw rasakan kandung kemihku penuh sekali dan Gw kebelet pengen pipis. Benar-benar kebelet pipis  sudah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa permisi dulu sama temanku. Gw berlari menuju ke toilet terdekat. Ketika kudorong ternyata sedang dikunci.

hallow..! Siapa di dalam buka dong..! Udah nggak tahan..! Gw berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi
Iyaaaaaaa..! Wait..! ternyata adikku yang di dalam. Terdengar suaranya dari dalam.
Nggak bisa nunggu..! Cepetan..! kata Gw memaksa.
aduhhhhhhhh….. Gw benar-benar sudah tidak kuat menahan ingin pipis.

kreottttttt..! terbuka sedikit pintu toilet, kepala adikku muncul dari celahnya.
Ada apa sih kak? katanya.
Tanpa menjawab pertanyaannya, Gw langsung nyerobot ke dalam karena sudah tidak tahan. Langsung Gw jongkok, menaikkan rokku dan membuka celana dalamku.
criitttttt keluar air seni dari vagina Gw.
Kulihat adikku yang berdiri di depanku, badannya masih telanjang bulat.

Yeahhhhh..! Sopan dikit napa kak? teriaknya sambil melotot tetap berdiri di depanku.
Waitttt..! Udah nggak kuat nih, kata Gw.
Sebenarnya Gw tidak mau menurunkan pandangan mata Gw ke bawah. Tetapi sialnya, turun juga dan akhirnya kelihatan deh burungnya si adik gw.
hahahahah.. Masih keriput kayak dulu, cuma sekarang agak gede dikit kataku dalam hati.
Gw takut tertangkap basah melihat kontolnya, cepat-cepat kunaikkan lagi mata Gw melihat ke matanya. Eh, ternyata dia sudah tidak melihat ke mata Gw lagi. Sialan..! Dia lihat vagina Gw yang lagi mekar sedang pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di vagina Gw biar cepat selesai pipisnya. Tidak sengaja, kelihatan lagi burungnya yang masih belum disunat itu. Sekarang penisnya kok pelan-pelan semakin gemuk. Makin naik sedikit demi sedikit, tapi masih kelihatan lemas dengan kulupnya masih menutupi helm penisnya.

Sialan nih adikku. Malah ngeliatin lagi, mana belum habis nih air kencing..! Gw bersungut dalam hati.
o0oooo.. Kayak gitu ya Kak..? katanya sambil tetap melihat ke vagina Gw.
Eh kurang ajar Lu ya dik! langsung saja Gw berdiri mengambil gayung dan kulemparkan ke kepalanya.
Kletokkkk..! kepala adikku memang kena pukul, tetapi hasilnya air kencingku kemana-mana, mengenai rok dan celana dalamku.

Ya… basah deh rok kakak… katGw melihat ke rok dan celana dalamku.
Syukurin..! Makanya jangan masuk seenaknya..! katanya sambil mengambil gayung dari tanganku.
Mandi lagi ahh..! lanjutnya sambil menyiduk air dan menyiram badannya.
Terus dia mengambil sabun dan mengusap sabun itu ke badannya.
Waduh.., sialan nih adik gw! sungutku dalam hati.
Waktu itu Gw bingung mau gimana nih. Mau keluar, tapi Gw jijik pake rok dan celana dalam yang basah itu. Akhirnya kuputuskan untuk buka celana dalam dan rokku, lalu pinjam handuk adikku dulu. Setelah salin, baru kukembalikan handuknya.

Udah.., pake aja handuk Gw kak! kata adikku.
Sepertinya dia mengetahui kebingunganku. Kelihatan kontolnya mengkerut lagi.
Jadi lucu lagi gitu..! Hihihi..! dalam hatiku.
Gw lalu membuka celana dalam gw yang warnanya merah muda, lalu dilanjutkan dengan membuka rok. Kelihatan lagi deh memek Gw. Gw takut adikku melihatku dalam keadan seperti itu. Jadi kulihat adik gw. Eh sialan, dia memang memperhatikan Gw yang tanpa celana.

kakak Memek tu emang gemuk kayak gitu ya..? kakakaka..! katanya sambil nyengir.
Sialan, dia menghina vagina Gw, Daripada culun kayak punya lhoo..! kata Gw sambil memukul bahu adik gw.
Eh tiba-tiba dia berkelit, wakzzzzzz..! katanya.
Karena Gw memukul dengan sekuat tenaga, akhirnya Gw terpeleset. Punggungku jatuh ke tubuhnya. Kena deh pantatku ke penisnya.
Iiihhh.., rasanya geli banget..! cepat-cepat kutarik tubuhku sambil bersungut, Huh..! kakak sih..!

kak.. kata Kakak tadi culun, kalau kayak gini culun nggak..? katanya mengacuhkan omonganku sambil menunjuk ke penisnya.
Kulihat penisnya mulai lagi seperti tadi, pelan-pelan semakin gemuk, makin tegak ke arah depan.
Ya.. gitu doang..! Masih kayak anak SD ya..? kata Gw mengejek dia.
Padahal Gw kaget juga, ukurannya bisa bertambah begitu jauh. Ingin juga sih tahu sampai dimana bertambahnya. Iseng Gw tanya, Gedein lagi bisa nggak..? kata Gw sambil mencibir.
Bisa..! Tapi kakak harus bantu dikit dong..! katanya lagi.
Megangin ya..? Wisssss.., ya nggak mau lah..! kataku.
Bukan..! kakak taruh ludah aja di atas kontolku..! jawabnya.

Karena penasaran ingin melihat penis cowok kalau lagi penuh, kucoba ikuti perkataan dia.
Gitu doang kan..? Mau kakak ngeludahin Kamu mah. Dari dulu Kakak pengen ngeludahin Kamu” ujarku
Sialan nih adikku, Gw dikerjain. Kudekatkan kepal Gw ke arah penisnya, lalu Gw mengumpulkan air ludahku. Tapi belum juga Gw membuang ludahku, kulihat penisnya sudah bergerak, kelihatan penisnya naik sedikit demi sedikit. Diameternya makin lama semakin gede, jadi kelihatan semakin gemuk. Dan panjangnya juga bertambah. keren banget melihatnya. Geli di sekujur tubuh melihat itu semua. Tidak lama kepala penisnya mulai kelihatan di antara kulupnya. Perlahan-lahan mendesak ingin keluar. Wahh..! Bukan main perasaan senangku waktu itu. Gw benar-benar asyik melihat helm itu perlahan muncul.
Akhirnya bebas juga kepala penis itu dari halangan kulupnya. Penis adikku sudah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya kini lebih merah. Gw jadi terangsang melihatnya. Kualihkan pandangan ke adikku.
Hehe… dia ke arahku. Masih culun nggak..? katanya lagi. Hehe..! Macho kan kak! katanya tetap tersenyum.
Tangannya tiba-tiba turun menuju ke selangkanganku. Walaupun Gw terangsang, tentu saja Gw tepis tangan itu.

Apaan sih dik..! kubuang tangannya ke kanan.
Kak..! Please kakkk.. Pegang aja kak… Nggak akan diapa-apain… Gw pengen tahu rasanya megang itu-nya cewek. Cuma itu aja kak.. kata adik gw, kembali tangannya mendekati selangkangan dan mau memegang memek gw.
ehmmmm.. sebenarnya Gw mau jaga image, masa mau sih sama adik sendiri, tapi Gw juga ingin tahu bagaimana rasanya dipegang oleh cowok di memek!hihihii…
Inget..! Jangan digesek-gesekin, taruh aja tanganmu di situ..! akhirnya Gw mengiyakan. Deg-degan juga hati ini.

Tangan adik gw lalu mendekat, bulu kemaluanku sudah tersentuh oleh tangannya. Ihh geli sekali… Gw lihat penisnya sudah keras sekali, kini warnanya lebih kehitaman dibanding dengan sebelumnya. opppssttttt… Hangatnya tangan sudah terasa melingkupi vagina Gw. Geli sekali rasanya saat bibir vagina Gw tersentuh telapak tangannya. Geli-geli nikmat di syaraf vagina Gw. Gw jadi semakin terangsang sehingga tanpa dapat ditahan, vagina Gw mengeluarkan cairan.
Hihihi.. kakak terangsang ya..?
Enak aja… sama adik mah mana bisa terangsang..! jawabku sambil merapatkan selangkangan gw agar cairannya tidak semakin keluar.
Ini basah banget apaan Kak..?
Itu sisa air kencing Kakak tahuuu..! kata Gw berbohong padanya.
Kak… memek tu anget, empuk dan basah ya..?
Tau ah… Udah belum..? Gw berlagak sepertinya Gw menginginkan situasi itu berhenti, padahal sebenarnya Gw ingin tangan itu tetap berada di situ, bahkan kalau bisa mulai bergerak menggesek bibir memek Gw.

Kak… gesek-gesek dikit ya..? pintanya.
Tuh kan..? Katanya cuma pegang aja..! Gw pura-pura tidak mau.
Dikit aja Kak… Please..!
Terserah adik aja deh..! Gw mengiyakan dengan nada malas-malasan, padahal mau banget tuh. Hihihi.. Habis enak sih…
Tangan adik gw lalu makin masuk ke dalam, terasa bibir vagina Gw terbawa juga ke dalam.
uhhhhhh..! Hampir saja kata-kata itu keluar dari mulut gw. Rasanya nikmat sekali. Otot di dalam vagina Gw mulai terasa berdenyut. Lalu tangannya ditarik lagi, bibir vagina Gw ikut tertarik lagi.
Ouughhhhhhhhh..! akhirnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat di vagina Gw.
Badanku terasa limbung, bahuku condong ke depan. Karena takut jatuh, Gw bertumpu pada bahu adik gw.

Enak ya kak..?
Heeheee.., jawabku sambil memejamkan mata.
Tangan adik gw lalu mulai maju dan mundur, kadang klitoris gw tersentuh oleh telapak tangannya. Tiap tersentuh rasanya nikmat luar biasa, badan ini akan tersentak ke depan.
kak..! Adek juga pengen ngerasaain enaknya dong..!
Kamu mau diapain..? jawab gw lalu membuka mata dan melihat ke arahnya.
Ya pegang-pegangin juga..! katanya sambil tangan satunya lalu menuntun tanganku ke arah  kontolnya.
Kupikir egois juga jika Gw tidak mengikuti keinginannya. Kubiarkan tangannya menuntun tangan gw. Terasa hangat penisnya di genggaman tangan ini. Kadang terasa kedutan di dalamnya. Karena masih ada sabun di penisnya, dengan mudah Gw bisa memaju-mundurkan tanganku mengocok penisnya.

Kulihat tubuh adikku kadang-kadang tersentak ke depan saat tanganku sampai ke pangkal penisnya. Kami berhadapan dengan satu tangan saling memegang kemaluan dan tangan satunya memegang bahu.
Tiba-tiba dia berkata, Kak..! Titit Adek sama memek Kakak digesekin aja yah..!
hooh Gw langsung mengiyakan karena Gw sudah tidak tahan menahan rangsangan di dalam tubuh.
Lalu dia melepas tangannya dari vagina Gw, memajukan badannya dan memasukkan penisnya di antara selangkangan gw. Terasa hangatnya batang penisnya di bibir vagina Gw. Lalu dia memaju-mundurkan pinggulnya untuk menggesekkan penisnya dengan vagina Gw.

ohhhhh..! Gw kini tidak malu-malu lagi mengeluarkan erangan.
Dek… masukin aja..! Kakak udah nggak tahan..! Gw benar-benar sudah tidak tahan, setelah sekian lama menerima rangsangan. Gw akhirnya menghendaki sebuah penis masuk ke dalam memek Gw.
Iya Kak..!
Lalu dia menaikkan satu paha Gw, dilingkarkan ke pinggangnya, dan tangan satunya mengarahkan penisnya agar tepat masuk ke itil Gw.

Gw terlonjak ketika sebuah benda hangat masuk ke dalam kemaluanku. Rasanya ingin berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yang kurasa. Akhirnya Gw hanya bisa menggigit bibir gw untuk menahan rasa nikmat itu. Karena sudah dari tadi dirangsang, tidak lama kemudian Gw mengalami orgasme. Vagina Gw rasanya seperti tersedot-sedot dan seluruh syaraf di dalam tubuh berkontraksi.
ohhhhhh..! Gw tidak kuat untuk tidak berteriak.
Kulihat adik gw masih terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba dia mendorong sekuat tenaga hingga badanku terdorong sampai ke tembok.
Ouughhh..! katanya.
Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah vagina Gw. Lalu badannya tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat di dalam vagina Gw.

Lama kami terdiam dalam posisi itu, kurasa penisnya masih penuh mengisi vagina Gw. Lalu dia mencium bibirku dan melumatnya. Kami berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram tubuh ini. Kami saling melumat bibir lama sekali. Tangannya lalu meremas payudara dan memilin putingnya.
Kak..! Kakak nungging, terus pegang bibir bathtub itu..! tiba-tiba dia berkata.
Wahh..! Gila adik ya..!
Udah.., ikutin aja..! katanya lagi.
Gw pun mengikuti petunjuknya. Gw berpegangan pada bathtub dan menurunkan tubuh bagian atasku, sehingga batang kemaluannya sejajar dengan pantatku. Gw tahu adikku bisa melihat dengan jelas vagina Gw dari belakang. Lalu dia mendekatiku dan memasukkan penisnya ke dalam vagina Gw dari belakang.

uhhhhhh..! %@!#$&tt..! Gw menjerit saat penis itu masuk ke dalam rongga vagina Gw.
Rasanya lebih nikmat dibanding sebelumnya. Rasa nikmat itu lebih kurasakan karena tangan adikku yang bebas kini meremas-remas payudara Gw. Adikku terus memaju-mundurkan pantatnya sampai sekitar 10 menit ketika kami hampir bersamaan mencapai orgasme. Gw rasakan lagi tembakan sperma hangat membasahi rongga vagina Gw. Kami lalu berciuman lagi untuk waktu yang cukup lama.

Setelah kejadian itu, kami jadi sering melakukannya, terutama di kamar gw ketika malam hari saat orang tua sudah pergi tidur. Minggu-minggu awal, kami melakukannya bagaikan pengantin baru, hampir tiap malam kami bersetubuh. Bahkan dalam semalam, kami bisa melakukan sampai 4 kali. Biasanya Gw membiarkan pintu kamar gw tidak terkunci, lalu sekitar jam 2 malam, adik gw akan datang dan menguncinya. Lalu kami bersetubuh sampai kelelahan. Kini setelah Gw di Bandung, kami masih selalu melakukannya jika ada kesempatan. Kalau bukan Gw yang ke Sukabumi, maka dia yang akan datang ke Bandung untuk menyetor jatah spermanya ke memek Gw. Saat ini Gw mulai berani menelan sperma yang dikeluarkan oleh adik kandung gw sendiri! Begitulah cerita dewasa sedarah itu terjadi, dan terus terang gw kecanduan ngentot ama adik gw sampai sekarang !

Tags: cerita incest, cerita sedarah, cerita tabu, ketagihan seks, sex adik kakak

This entry was posted on Wednesday, November 4th, 2009 at 10:55 pm and is filed under Sedarah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.