Tag Archives: Pembantu

Cerita HOT pembantuku yang imut dan mulus

29 Dec

Cerita dewasa pembantu kali ini sangat seru.  Karena kesepian seorang pembantu seksi dan bahenol selalu menggoda majikan untuk ngentot. Naomi seorang gadis berusia 18 tahun dari jalan adalah untuk menjaga kita setiap Selasa lain. Bulan-bulan terakhir atau sehingga ia telah berkembang menjadi bahwa fase antara gadis dan wanita. Terlihat hampir seluruhnya seorang wanita, dia bertindak beralih antara bahwa seorang perempuan dan anak cerita dewasa.

Suatu hari aku pulang lebih awal dan mencoba untuk diam memasuki rumah untuk tidak membangunkan anak-anak. Aku menelepon Naomi tapi tidak melihatnya. Aku naik ke atas dan menemukan dia di tempat tidur kami. Mengenakan baju tidur meringkuk istri saya dengan bantal, berpakaian dengan T-shirt saya kenakan hari itu sebelum pergi. Dia terkejut, dan malu dan hanya menatap ke lantai meminta maaf. Tidak perlu menyembunyikan bahwa saya mengambil melihat dadanya yang terbuka.

Rasanya canggung, aku dihidupkan, tetapi tidak ada pikiran dalam benak saya bertindak atas arrousal saya. Apa yang harus dikatakan, apa yang harus dilakukan? Aku duduk di sampingnya dan bertanya kenapa dia di kamar tidur kami berpakaian seperti ini. Pertanyaan ini harus diulang dengan cara yang lebih kuat, sebelum ia menjawab. Dia selalu melihat saya sebagai up tumbuh, fatherfigure dan sesuatu seperti seorang paman. Setengah tahun lalu ia benar-benar merasa dia bukan anak kecil lagi sehingga pandangannya saya berubah juga. Aku telah menjadi manusia, kekasih istri saya. Dikombinasikan dengan menyukai untuk saya dia selalu, ia fantasied menjadi istriku.
Continue reading

Cerita panas pembantu yang nakal dan binal

24 Dec


Hai semua pengemar cerita sex dan cerita dewasa ngentot perkenalkan dulu nama gw Hendro 29 tahun sedangkan istri gw lisha 30 setahun lebih tua dari gw, gw ingin menceritakan kisah sex nyata dalam kehidupan rumah tangga kami yang sayang kalo kami simpan dan ketahui bertiga saja, gw dan istri gw pertama kali ketemu saat gw pindah tugas di kantor yang sama dengan istri gw, hubungan kami selalu hangat dikeseharian selama 5thn lebih kami jalani. kami saling terbuka, saling jujur dan dari semua itu kami bisa saling percaya satu sama lain, untuk kehidupan sex kami saling terbuka terhadap apa yang masing-masing inginkan dan fantasikan. Berawal dari hoby kami yang sama-sama senang menonton film bokep dan saling berfantasi dalam bercinta kehidupan sex kami berdua menjadi liar tak terkendali. Berikut cerita dewasa ngentot istri ditonton pembantu


Saling bercerita tentang pengalaman sex sebelum kami menikah, sebelum kami berpacaran dan menikah, lisha adalah wanita primadona di kantor. lisha cukup cantik dengan wajah sedikit oriental meski berdarah jawa. tingginya kira2 168 dengan tubuh yang padat berisi dan kulit putih mulus terawat, cukup banyak teman-teman kantor yang sering mengajaknya keluar makan malam dan kencan dengan lisha, namun selama itu lisha hanya menjalaninya sebatas jalan dan makan malam tidak pernah lebih dari itu. namun pengalaman sexnya lebih banyak ketika lisha kuliah dulu, ketika kami akan bercinta gw sering menyuruh lisha bercerita dan mengingat pengalaman sexnya dulu. gw suka sekali saat dia mercerita dan merangsang gw dengan handjobnya yang hot. dia bercerita tentang pengalamannya ketika pertama diperawani, cowok keduanya yang selalu lisha puji karena punya kontol yang gede dan panjang, cowok ketiganya yang belum pernah masukin kontolnya karena takut lisha hamil namun hampir setiap hari minta HJ dan BJ, dan beberapa kenakalannya ketika HJ dan BJ teman2 cowoknya dulu yang bukan pacarnya.


lisha pun terkadang meminta gw menceritakan pengalaman gw dengan cewek sebelum kami menikah, fantasi seperti itu membuat perasaan menjadi ga karuan horny+cemburu+penasaran, sering kami saling masturbasi bersama dengan bergantian bercerita hal2 semacam itu terkadang kami bercinta dengan menyebut nama mantan kami masing2 dan hal itu menjadikan acara bercinta kami menjadi luar biasa.


Eksibisionis pertama kami, hari itu hari sabtu saat libur weekend kami berdua.pagi itu gw lagi asik menonton TV lisha datang menghampiri gw


“pi ada acara ga hari ini?” tanya lisha pada gw “ga ada emang napa?” kata gw balik bertanya
“cari ide gila dong… gw lagi pengen ‘nakal’ nih” ajak lisha sambil bersandar di samping gw .
“ide gila apaan ya…?” saut gw sambil mencoba berfikir.
tiba2 tangan lisha bergerilya mengelus kontol gw yang masih pulas tidur di dalam celana boxer gw .
“ayolah masa ga ada ide?” tanya lisha mendesak gw


Tangan lisha menurunkan celana boxer gw hingga terlihat utuh kontol gw, melihat kontol gw dalam posisi bebas langsung lisha menyambarnya dengan mulut dan memainkannya dengan lidah, merasakan permainan mulut dan lidah lisha kontol gw langsung tegap berdiri,kami lagi melakukan di ruang tengah tempat kami nonton TV dan berkumpul, dirumah kami selain gw lisha dan anak kami yang berumur 4thn juga ada sepupu lisha dari jakarta yang kuliah dikota ini dan kartika seorang pembatu kami yang sekaligus baby sitter, kartika sudah sekitar 2 tahun bekerja di rumah kami umurnya masih muda 24 thn.hari ini anak gw tidak dirumah kakek dan neneknya mengajak anak gw bermalam di rumah mereka.nindy sepupu lisha sedari pagi tadi sudah keluar ga tau kemana.tinggal kartika pembantu gw yang tadi gw lihat di dapur memasak untuk sarapan kami, sekitar hampir sepuluh menit lisha mainin kontol gw dengan mulutnya kemudian gw mengangkat tshirt biru lisha melepaskan dari tubuh montoknya. terlihat toket lisha yang tak tertutup bra bergelayut bebas.


“kalo cari idenya sambil ML pasti dapet pi…” kata lisha sambil berdiri didepan gw


Dia menurunkan celana pendeknya sekaligus cd merah yang dia pakai. memek tembem faforit gw tersaji di depan mata gw, gw turunkan juga boxer gw sambil duduk dan melepaskah tshirt putih gw, sekarang kami telanjang bulat saling berhadapan.lisha tidak langsung mendekatkan tubuhnya pada gw , dia naikkan kaki kanannya di samping paha gw dan dengan lembut dia memainkan memeknya yang terlihat basah. sambil tangan satunya meremas2 toket gedenya. gw hanya menikmati pemandangan itu dengan tangan kanan gw mengocok2 kontol, kemudian lisha menempatkan memeknya di kontol gw yang tegang siap tempur. dia duduk diatas gw dengan menyodorkan toketnya kearah muka gw, dengan nikmatnya dia mendesah bergoyang menikmati tusukan kontol gw dan kuluman gw di puting2nya bergantian, sekitar 5 menit kami bercinta terlihat dari belakang lisha kartika berdiri terkejut saat keluar dari pintu dapur, langsung pelan2 gw memberikan isyarat padanya untuk tenang tak bersuara, bukannya berlalu pergi kartika malah bersandar di dinding menonton lisha menduduki kontol gw, melihat kartika menyaksikan aksi kami perasaann gw menjadi tambah terangsang.


“mi gw ada ide… gimana klo kita bercinta dedepan orang” bilang gw sambil tetap menikmati permainan memek lisha .
“maksud papi ditonton orang lain gitu… wah seru kayaknya pi…” sahut lisha menyetujui ide gw tadi.
“tapi sapa yang mau papi suruh liat?” lanjut lisha sambil menghentikan goyangannya.
“kamu maunya sapa?” tanya gw sambil meremas kedua toketnya.
“sapa aja deh terserah…”sahut lisha sambil melanjutkan gerakan naikturunnya di pangkuan gw .
“oooh…. piii… ngebayangin aja udah gah tahan gw pi…”lisha menggelijang sambil menggigit bibir bawahnya merasakan dinding memeknya dielus kontol gw


Gw sedikit menoleh kearah kartika yang berdiri sambil memainkan bibirnya gemas melihat permainan kami, kartika hanya berdiri sambil merapatkan kedua kakinya dengan tangan dilipat kedepan sambil sesekali menekan2 toketnya.
“ohh… pi.. aaahhh…” erang lisha sambil mengejang tanda orgasmenya datang.
“kayaknya ide bagus tuh pi… ngebayangin aja gw udh ga tahan gini” kata lisha “ga usah dibayangi mi… dinikmati aja… udah ada yang liatin kok dari tadi.”kata gw menyadarkan lisha kalau sedari tadi kartika menikmati pemandangan itu, seketika lisha terkejut dan menoleh kanan kiri dan melihat kartika di belakangnya berdiri dengan wajah merah mungkin malu dan takut.
lisha langsung berdiri membelakangi gw dengan menutup tubuhnya dengan keduatangannya.
“ngapain kamu berdiri disitu?!?!” tanya lisha dengan lantang.
kelihatannya lisha tidak suka dengan kehadiran kartika disana, namun sebelum lisha meneruskan kata2nya langsung gw dorong tubuhnya hingga membungkuk dengan tangan di meja, gw tancapkan lagi kontol gw di memeknya dan dengan gerakan menghentak2 gw menusuk2 memek lisha, lisha terkejut dan kembali mengerang keenakan merasakan tusukan gw yang menyentuh gspotnya, melihat lisha tadi memarahinya kartika pelan2 melangkah hendak pergi.
“oohhh… ah… kartika kamu duduk saja di situ shhh…” perintah lisha pada kartika sambil mendesah2 keenakan.
“aaagghhh…papi kontol kamu enak banget pi… ooohh….” teriak lisha kelihatannya lisha mulai terbakar horny luar biasa setelah tau ada orang lain yang menonton permainan kami, kartika hanya duduk bersandar di sofa tepat disamping kami.
“kartika kamu pernah dient*t ga?” tanya lisha sambil memaju mundurkan pantatnya melawan gerakan pinggaang gw, kartika hanya menggelengkan kepala tanda bahwa dia masih virgin, lisha mendorong tubuh gw kebelakang hingga kontol gw tercabut dari memeknya. lisha meraih lengan gw menariknya menuju kartika yang duduk disebelah kami.


“kartika kamu jangan cerita sama sapa2 ya kejadian ini” mohon lisha pada kartika .
“sebagai imbalannya kamu boleh menonton kami bercinta kapan saja kamu mau… oke…”tambah lisha kartika hanya mengangguk tanda setuju sambil sesekali mencuri pandang pada kontol gw yang tegap berdiri.
“pi gw mau kasih tunjuk kartika kontol papi kalo ngecrotin seperma pi…” kata lisha sambil bersimpuh memainkan kontol gw dengan tangannya dihadapan kartika .
melihat mata kartika melihat tonggkol gw gw semakin terangsang hingga ujung kontolnya membesar.
“ingat kartika … kamu cuma boleh liat tapi ga boleh pegang oke…” kata lisha sambil mendekatkan bibirnya ke kontol gw .
kuluman lisha dan pandangan kartika pada kontol gw membuat cairan gw tak dapat tertahan lagi, merasakan kontol gw berdenyut dimulutnya lisha segera mengeluarkan kontol gw dan mengocoknya hingga cairan itu menyembur ke leher dan dada lisha, kami segera membersihkan cairan2 tersebut di tubuh kami dan terlihat kartika membantu dengan membersihkan cairan gw yang berceceran di karpet ruang tengah itu, kartika mungkin terlalu lugu untuk melihat tontonan seperti itu namun semenjak hari itu selama tidak ada orang lain selain gw lisha dan kartika , kami sering bercinta di sembarang tempat di rumah meskipun tidak selalu kartika menemani kami untuk menonton permainan kami, terkadang kartika hanya lewat saja sambil sesekali berhenti menyaksikan kami dan langsung pergi lagi. mungkin karena takut kepingin atau jijik kami berdua tetap menikmati permainan ini, cerita sex dewasa ngentot istri ditonton pembantu ini akan kami lanjutkan ke edisi kedua apakan gw akan ngentot sama pembantu itu atau kami bertiga ikut dalam permainan ini tunggu aja kelanjutannya

cerita dewasa pembantu, mama ngajak ngentot, Cerita melakukan ngentot, cerita pendek gadis ngentot, cerita ngentot dipantat, cerita dewasa ngentot pembantu tua, cerita dewasa ngentot 3 cewek, ngentot istri, Cerita seks ngentot lama, memekseru Tags: Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex, Ditonton, Ngentot Istri, Pembantu.

Cerita Dewasa Ngentot Bersama Pembantu di Rumah

5 Nov

Cerita dewasa pembantu ngentot sama majikannya jaman sekarang sudah biasa.Apalagi sampai beberapa kali,kejadian seperti ini bukan karena sebab dan niat sang pelaku.Awanya disetiap sesi banyak yang kira,karena si pembantu yang genit atau malah majikannya yang gelo karena suka melihat berondong atau perawan bahenol.Umur boleh tua majikan tapi nafsunya.WOw!anak ABG kalahkan,ya cerita dewasa, cerita sex dewasa, cerita seks dewasa, cerita panas dewasa kali ini aku akan mengangkat sebuah kisah pembantu ngentot bersama tuannya.Seru memang ikutalah kisahnya selamat membaca”,semoga yang membaca adalah calon-calon bos yang tidak nafsu dengan pembantunya’Good luck”

Bi Eha sudah cukup lama menjadi pembantu di rumah Tuan Hartono. Ini merupakan tahun ketiga ia bekerja di sana. Bi Eha merasa kerasan karena keluarga Tuan Hartono cukup baik memperlakukannya bahkan memberikan lebih dari apa yang diharapkan oleh seorang pembantu. Bi Eha sadar akan hal ini, terutama akan kebaikan Tuan Hartono, yang dianggapnya terlalu berlebihan. Namun ia tak begitu memikirkannya. Sepanjang hidupnya terjamin, iapun dapat menabung kelebihannya untuk jaminan hari tua. Perkara kelakuan Tuan Hartono yang selalu minta dilayani jika kebetulan istrinya tak ada di rumah, itu adalah perkara lain. Ia tak memperdulikannya bahkan ikut menikmati pula.

Walaupun orang kampung, Bi Eha tergolong wanita yang menarik. Usianya tidak terlalu tua, sekitar 32 tahunan. Penampilannya tidak seperti perempuan desa. Ia pandai merawat tubuhnya sehingga nampak masih sintal dan menggairahkan. Bahkan Tuan Hartono sangat tergila-gila melihat kedua payudaranya yang montok dan kenyal. Kulitnya agak gelap namun terawat bersih dan halus. Soal wajah meski tidak tergolong cantik namun memiliki daya tarik tersendiri. Sensual! Begitu kata Tuan hartono saat pertama kali mereka bercinta di belakang dapur suatu ketika.

Dalam usianya yang tidak tergolong muda ini, Bi Eha – janda yang sudah lama ditinggal suami – masih memiliki gairah yang tinggi karena ternyata selain berselingkuh dengan majikannya, ia pernah bercinta pula dengan Kang Ujang, Satpam penjaga rumah. Perselingkuhannya dengan Kang Ujang berawal ketika ia lama ditinggalkan oleh Tuan Hartono yang sedang pergi ke luar negeri selama sebulan penuh. Selama itu pula Bi Eha merasa kesepian, tak ada lelaki yang mengisi kekosongannya. Apalagi di saat itu udara malam terasa begitu menusuk tulang. Tak tahan oleh gairahnya yang meletup-letup, ia nekat menggoda Satpam itu untuk diajak ke atas ranjangnya di kamar belakang.

Malam itu, Bi Eha kembali tak bisa tidur. Ia gelisah tak menentu. Bergulingan di atas ranjang. Tubuhnya menggigil saking tak tahannya menahan gelora gairah seksnya yang menggebu-gebu. Malam ini ia tak mungkin menantikan kehadiran Tuan Hartono dalam pelukannya karena istrinya ada di rumah. Perasaannya semakin gundah kala membayangkan saat itu Tuan Hartono tengah menggauli istrinya. Ia bayangkan istrinya itu pasti akan tersengal-sengal menghadapi gempuran Tuan Hartono yang memiliki ’senjata’ dahsyat. Bayangan batang kontol Tuan Hartono yang besar dan panjang itu serta keperkasaannya semakin membuat Bi Eha nelangsa menahan nafsu syahwatnya sendiri. Sebenarnya terpikir untuk memanggil Kang Ujang untuk menggantikannya namun ia tak berani selama majikannya ada di rumah. Kalau ketahuan hancur sudah akibatnya nasib mereka nantinya. Akhirnya Bi Eha hanya bisa mengeluh sendiri di ranjang sampai tak terasa gairahnya terbawa tidur.

Dalam mimpinya Bi Eha merasakan gerayangan lembut ke sekujur tubuhnya. Ia menggeliat penuh kenikmatan atas sentuhan jemari kekar milik Tuan Hartono. Menggerayang melucuti kancing baju tidurnya hingga terbuka lebar, mempertontonkan kedua buah dadanya yang mengkal padat berisi. Tanpa sadar Bi Eha mengigau sambil membusungkan dadanya.
“Remas.. uugghh.. isep putingnya.. aduuhh enaknya..”

Kedua tangan Bi Eha memegang kepala itu dan membenamkannya ke dadanya. Tubuhnya menggeliat mengikuti jilatan di kedua putingnya. Bi Eha terengah-engah saking menikmati sedotan dan remasan di kedua payudaranya, sampai-sampai ia terbangun dari mimpinya.

Perlahan ia membuka kedua matanya sambil merasakan mimpinya masih terasa meski sudah terbangun. Setelah matanya terbuka, ia baru sadar bahwa ternyata ia tidak sedang mimpi. Ia menengok ke bawah dan ternyata ada seseorang tengah menggumuli bukit kembarnya dengan penuh nafsu. Ia mengira Tuan Hartono yang sedang mencumbuinya. Dalam hati ia bersorak kegirangan sekaligus heran atas keberanian majikannya ini meski sang istri ada di rumah. Apa tidak takut ketahuan. Tiba-tiba ia sendiri yang merasa ketakutan. Bagaimana kalau istrinya datang?

Bi Eha langsung bangkit dan mendorong tubuh yang menindihnya dan hendak mengingatkan Tuan Hartono akan situasi yang tidak memungkinkan ini. Namun belum sempat ucapan keluar, ia melihat ternyata orang itu bukan Tuan Hartono?! Yang lebih mengejutkannya lagi ternyata orang itu tidak lain adalah Andre, putra tunggal majikannya yang masih berumur 15 tahunan!?

“Den Andre?!” pekiknya sambil menahan suaranya.
“Den ngapain di kamar Bibi?” tanyanya lagi kebingungan melihat wajah Andre yang merah padam.
Mungkin karena birahi bercampur malu ketahuan kelakuan nakalnya.
“Bi.. ngghh.. anu.. ma-maafin Andre..” katanya dengan suara memelas.
Kepalanya tertunduk tak berani menatap wajah Bi Eha.
“Tapi.. barusan nga.. ngapain?” tanyanya lagi karena tak pernah menyangka anak majikannya berani berbuat seperti itu padanya.
“Andre.. ngghh.. tadinya mau minta tolong Bibi bikinin minuman..” katanya menjelaskan.
“Tapi waktu liat Bibi lagi tidur sambil menggeliat-geliat.. ngghh.. Andre nggak tahan..” katanya kemudian.
“Oohh.. Den Andre.. itu nggak boleh. Nanti kalau ketahuan Papa Mama gimana?” Tanya Bi Eha.
“Andre tahu itu salah.. tapi.. ngghh..” jawab Andre ragu-ragu.
“Tapi kenapa?” Tanya Bi Eha penasaran
“Andre pengen kayak Kang Ujang..” jawabnya kemudian.

Kepala Bi Eha bagaikan disamber geledek mendengar ucapan Andre. Berarti dia tahu perbuatannya dengan Satpam itu, kata hatinya panik. Wah bagaimana ini?
“Kenapa Den Andre pengen itu?” tanyanya kemudian dengan lembut.
“Andre sering ngebayangin Bibi.. juga.. ngghh.. anu..”
“Anu apa?” desak Bi Eha makin penasaran.
“Andre suka ngintip.. Bibi lagi mandi,” akunya sambil melirik ke arah pakaian tidur Bi Eha yang sudah terbuka lebar.

Andre melenguh panjang menyaksikan bukit kembar montok yang menggantung tegak di dada pengasuhnya itu. Bi Eha dengan refleks merapikan bajunya untuk menutupi dadanya yang telanjang. Kurang ajar mata anak bau kencur ini, gerutu Bi Eha dalam hati. Nggak jauh beda dengan Bapaknya.
“Boleh khan Bi?” kata Andre kemudian.
“Boleh apa?” sentak Bi Eha mulai sewot.
“Boleh itu.. ngghh.. anu.. kayak tadi..” pinta Andre tanpa rasa bersalah seraya mendekati kembali Bi Eha.
“Den Andre jangan kurang ajar begitu sama perempuan..,” katanya seraya mundur menjauhi anak itu. “Nggak boleh!”
“Kok Kang Ujang boleh? Nanti Andre bilangin lho..” kata Andre mengancam.
“Eh jangan! Nggak boleh bilang ke siapa-siapa..” kata Bi Eha panik.
“Kalau gitu boleh dong Andre?”

Kurang ajar bener anak ini, berani-beraninya mengancam, makinya dalam hati. Tapi bagaimana kalau ia bilang-bilang sama orang lain. Oh Jangan. Jangan sampai! Bi Eha berpikir keras bagaimana caranya agar anak ini dapat dikuasai agar tak cerita kepada yang lain. Bi Eha lalu tersenyum kepada Andre seraya meraih tangannya.
“Den Andre mau pegang ini?” katanya kemudian sambil menaruh tangan Andre ke atas buah dadanya.
“Iya.. ii-iiya..,” katanya sambil menyeringai gembira.

Andre meremas kedua bukit kembar milik Bi Eha dengan bebas dan sepuas-puasnya. “Gimana Den.. enak nggak?” Tanya Bi Eha sambil melirik wajah anak itu.
“Tampan juga anak ini, walau masih ingusan tapi ia tetap seorang lelaki juga”, pikir Bi Eha.
Bukankah tadi ia merindukan kehadiran seorang lelaki untuk memuaskan rasa dahaga yang demikian menggelegak? Mungkin saja anak ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, tetapi dari pada tidak sama sekali?

Setelah berpikiran seperti itu, Bi Eha menjadi penasaran. Ingin tahu bagaimana rasanya bercinta dengan anak di bawah umur. Tentunya masih polos, lugu dan perlu diajarkan. Mengingat ini hal Bi Eha jadi terangsang. Keinginannya untuk bercinta semakin menggebu-gebu. Kalau saja lelaki ini adalah Tuan Hartono, tentunya sudah ia terkam sejak tadi dan menggumuli batang kontolnya untuk memuaskan nafsunya yang sudah ke ubun-ubun. Tapi tunggu dulu. Ia masih anak-anak. Jangan sampai ia kaget dan malah akan membuatnya ketakutan.

Lalu ia biarkan Andre meremas-remas buah dadanya sesuka hati. Dadanya sengaja dibusungkan agar anak ini dapat melihat dengan jelas keindahan buah dadanya yang paling dibanggakan. Andre mencoba memilin-milin putingnya sambil melirik ke wajah Bi Eha yang nampak meringis seperti menahan sesuatu.
“Sakit Bi?” tanyanya.
“Nggak Den. Terus aja. Jangan berhenti. Ya begitu.. terus sambil diremas.. uugghh..”

Andre mengikuti semua perintah Bi Eha. Ia menikmati sekali remasannya. Begitu kenyal, montok dan oohh asyik sekali! Pikir Andre dalam hati. Entah kenapa tiba-tiba ia ingin mencium buah dada itu dan mengemot putingnya seperti ketika ia masih bayi.
Bi Eha terperanjat akan perubahan ini sekaligus senang karena meski sedotan itu tidak semahir lelaki dewasa tapi cukup membuatnya terangsang hebat. Apalagi tangan Andre satunya lagi sudah mulai berani mengelus-elus pahanya dan merambat naik di balik baju tidurnya. Perasaan Bi Eha seraya melayang dengan cumbuan ini. Ia sudah tak sabar menunggu gerayangan tangan Andre di balik roknya segera sampai ke pangkal pahanya. Tapi nampaknya tidak sampai-sampai. Akhirnya Bi Eha mendorong tangan itu menyusup lebih dalam dan langsung menyentuh daerah paling sensitive. Bi Eha memang tak pernah memakai pakaian dalam kalau sedang tidur. “Tidak bebas”, katanya.

Andre terperanjat begitu jemarinya menyentuh daerah yang terasa begitu hangat dan lembab. Hampir saja ia menarik lagi tangannya kalau tidak ditahan oleh Bi Eha.
“Nggak apa-apa.. pegang aja.. pelan-pelan.. ya.. terus.. begitu.. ya.. teruusshh.. uggh Den enaak!”

Andre semangat mendengar erangan Bi Eha yang begitu merangsang. Sambil terus mengemot puting susunya, jemarinya mulai berani mempermainkan bibir kemaluan Bi Eha. Terasa hangat dan sedikit basah. Dicoba-cobanya menusuk celah di antara bibir itu. Terdengar Bi Eha melenguh. Andre meneruskan tusukannya. Cairan yang mulai rembes di daerah itu membuat jari Andre mudah melesak ke dalam dan terus semakin dalam.
“Akhh.. Den masukin terusshh.. ya begitu. Oohh Den Andre pinter!” desah Bi Eha mulai meracau ucapannya saking hebatnya rangsangan ke sekujur tubuhnya.

Sambil terus menyuruh Andre berbuat ini dan itu. Tangan Bi Eha mulai menggerayang ke tubuh Andre. Pertama-tama ia lucuti pakaian atasnya kemudian melepaskan ikat pinggangnnya dan langsung merogoh ke balik celana dalam anak itu.
“Mmmpphh..”, desah Bi Eha begitu merasakan batang kontol anak itu sudah keras seperti baja.
Ia melirik ke bawah dan melihat batang Andre mengacung tegang sekali. Boleh juga anak ini. Meski tidak sebesar bapaknya, tapi cukup besar untuk ukuran anak seumurnya. Tangan Bi Eha mengocok perlahan batang itu. Andre melenguh keenakan.
“Oouhhgghh.. Bii.. uueeanaakkhh!” pekik Andre perlahan.

Bi Eha tersenyum senang melihatnya. Anak ini semakin menggemaskan saja. Kepolosan dan keluguannya membuat Bi Eha semakin terangsang dan tak tahan menghadapi emotan bibirnya di puting susunya dan gerakan jemarinya di dalam liang memeknya. Rasanya ia tak kuat menahan desakan hebat dari dalam dirinya. Tubuhnya bergetar.. lalu.., Bi Eha merasakan semburan hangat dari dalam dirinya berkali-kali. Ia sudah orgasme. Heran juga. Tak seperti biasanya ia secepat itu mencapai puncak kenikmatan. Entah kenapa. Mungkin karena dari tadi ia sudah terlanjur bernafsu ditambah pengalaman baru dengan anak di bawah umur, telah membuatnya cepat orgasme.

Andre terperangah menyaksikan ekspresi wajah Bi Eha yang nampak begitu menikmatinya. Guncangan tubuhnya membuat Andre menghentikan gerakannya. Ia terpesona melihatnya. Ia takut malah membuat Bi Eha kesakitan.
“Bi? Bibi kenapa? Nggak apa-apa khan?” tanyanya demikian polos.
“Nggak sayang.. Bibi justru sedang menikmati perbuatan Den Andre,” demikian kata Bi Eha seraya menciumi wajah tampan anak itu.

Dengan penuh nafsu, bibir Andre dikulum, dijilati sementara kedua tangannya menggerayang ke sekujur tubuh anak muda ini. Andre senang melihat kegarangan Bi Eha. Ia balas menyerang dengan meremas-remas kedua payudara pengasuhnya ini, lalu mempermainkan putingnya.
“Aduh Den.. enak sekali. Den Andre pinter.. uugghh!” erang Bi Eha kenikmatan.

Bi Eha benar-benar menyukai anak ini. Ia ingin memberikan yang terbaik buat majikan mudanya ini. Ingin memberikan kenikmatan yang tak akan pernah ia lupakan. Ia yakin Andre masih perjaka tulen. Bi Eha semakin terangsang membayangkan nikmatnya semburan cairan mani perjaka. Lalu ia mendorong tubuh Andre hingga telentang lurus di ranjang dan mulai menciuminya dari atas hingga bawah. Lidahnya menyapu-nyapu di sekitar kemaluan Andre. Melumat batang yang sudah tegak bagai besi tiang pancang dan megulumnya dengan penuh nafsu.

Tubuh Andre berguncang keras merasakan nikmatnya cumbuan yang begitu lihai. Apalagi saat lidah Bi Eha mempermainkan biji pelernya, kemudian melata-lata ke sekujur batang kemaluannya. Andre merasakan bagian bawah perutnya berkedut-kedut akibat jilatan itu. Bahkan saking enaknya, Andre merasa tak sanggup lagi menahan desakan yang akan menyembur dari ujung moncong kemaluannya. Bi Eha rupanya merasakan hal itu. Ia tak menginginkannya. Dengan cepat ia melepaskan kulumannya dan langsung memencet pangkal batang kemaluan Andre sehingga tidak langsung menyembur.
“Akh Bi.. kenapa?” Tanya Andre bingung karena barusan ia merasakan air maninya akan muncrat tapi tiba-tiba tidak jadi.
“Nggak apa-apa. Tenang saja, Den. Biar tambah enak,” jawabnya seraya naik ke atas tubuh Andre.

Dengan posisi jongkok dan kedua kaki mengangkang, Bi Eha mengarahkan batang kontol Andre persis ke arah liang memeknya. Perlahan-lahan tubuh Bi Eha turun sambil memegang kontol Andre yang sudah mulai masuk.
“Uugghh.. enak nggak Den?”
“Aduuhh.. Bi Eha.. sedaapphh..!” pekiknya.

Andre merasakan batang kontolnya seperti disedot liang memek Bi Eha. Terasa sekali kedutan-kedutannya. Ia lalu menggerakan pantatnya naik turun. Konotlnya bergerak ceapt keluar masuk liang nikmat itu. Bi Eha tak mau kalah. Pantatnya bergoyang ke kanan-kiri mengimbangi tusukan kontol Andre.
“Auugghh Deenn..uueennaakk!” jerit Bi Eha seperti kesetanan.
“Terus Den, jangan berhenti. Ya tusuk ke situ.. auughgg.. aakkhh..”

Andre mempercepat gerakannya karena mulai merasakan air maninya akan muncrat.
“Bi.. saya mau keluaarr..” Jeritnya.
“Iya Den.. ayo.. keluarin aja. Bibi juga mau keluar.. ya terusshh.. oohh teruss..” katanya tersengal-sengal.

Andre mencoba bertahan sekuat tenaga dan terus menggenjot liang memek Bi Eha dengan tusukan bertubi-tubi sampai akhirnya kewalahan menghadapi goyangan pinggul wanita berpengalaman ini. Badannya sampai terangkat ke atas dan sambil memeluk tubuh Bi Eha erat-erat, Andre menyemburkan cairan kentalnya berkali-kali.
“Crot.. croott.. crott!”
“Aaakkhh..” Bi Eha juga mengalami orgasme.
Sekujur tubuhnya bergetar hebat dalam pelukan erat Andre.
“Ooohh.. Deenn.. hebat sekali..”

Kedua insan yang tengah lupa daratan ini bergulingan di atas ranjang merasakan sisa-sisa akhir dari kenikmatan ini. Nafas mereka tersengal-sengal. Peluh membasahi seluruh tubuh mereka meski udara malam di luar cukup dingin. Nampak senyum Bi Eha mengembang di bibirnya. Penuh dengan kepuasan. Ia melirik genit kepada Andre.
“Gimana Den. Enak khan?”
“Iya Bi, enak sekali,” jawab Andre seraya memeluk Bi Eha.
Tangannya mencolek nakal ke buah dada Bi Eha yang menggelantung persis di depan mukanya.
“Ih Aden nakal,” katanya semakin genit.
Tangan Bi Eha kembali merayap ke arah batang kontol Andre yang sudah lemas. Mengelus-elus perlahan hingga batang itu mulai memperlihatkan kembali kehidupannya.
“Bibi isep lagi ya Den?”

Andre hanya bisa mengangguk dan kembali merasakan hangatnya mulut Bi Eha ketika mengulum kontolnya. Mereka kembali bercumbu tanpa mengenal waktu dan baru berhenti ketika terdengar kokok ayam bersahutan. Andre meninggalkan kamar Bi Eha dengan tubuh lunglai. Habis sudah tenaganya karena bercinta semalaman. Tapi nampak wajahnya berseri-seri karena malam itu ia sudah merasakan pengalaman yang luar biasa.

Related posts:

Cerita Dewasa Pesta Seks Di rumah Bersama 2 PembantukuCerita Dewasa Pengalaman Ngentot Sex Yang indahCerita Dewasa Ngentot Sama Bos dikantor

Tags: cerita dewasa ngentot sama pembantu, cerita sex dewasa ml sama pembokat dirumah

April 8th, 2011 | Tags: cerita dewasa ngentot sama pembantu, cerita sex dewasa ml sama pembokat dirumah
Cerita Dewasa Remaja, Cerita Dewasa Separuh Baya | No Comments »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.