Tag Archives: Selingkuh

Cerita dewasa sedarah liar kakak sepupu

10 May

Cerita dewasa sedarah liar kakak sepupu ini admin sengaja tulis dari kiriman seseorang yang mengaku bernama Randy yang semangat menulis tentang perselingkuhannya dengan janda bohai nan mantap, mau tau cerita dewasa selanjutnya ? ok kita baca ‘cerita panas’ ini terjadi beberapa tahun yang lalu ini, begitu panasnya cerita ini sampai sekarang aku belum bisa melupakannya. Langsung saja begini ceritanya, aku mempunyai saudara sepupu cewek bernama Monica yang umurnya mendekati 45 tahun. Monica adalah seorang janda semenjak 3 tahun yang lalu karena ditinggal cerai suaminya yang terpikat cewek lain. Saat ini dia tinggal di salah satu perumahan yang tidak terlalu besar di sebuah kota yang berhawa panas di Jawa Tengah. Kebetulan anak dari sepupuku ini sudah ditempat kost, karena mereka lebih dekat dari tempat kuliahnya. Aku kadang-kadang mampir ketempatnya, untuk mengobrol maupun mendengar keluh kesah curhatan dia, karena dari kecil kami memang sudah sangat akrab.

Suatu hari aku maen ke rumahnya, terlihat beberapa teman sepupuku yang sedang bertamu. Biasanya aku langsung ke ruang tamu dibelakang, membaca koran, majalah atau menonton televisi. Karena aku pikir mereka sedang mengobrol seputar cowok atau mengenai salon. Lalu aku dipanggil oleh sepupuku untuk diperkenalkan kepada teman-temannya.








Continue reading

Cerita Dewasa Selingkuh dengan sahabat istriku

8 Nov

Cerita Dewasa yang ingin aq ceritakan pada situs cerita dewasa ini adalah pengalaman ML dengan teman istriku. Pernikahan kami berdua sangat bahagia, jarang seumuran kami sudah berkelurga.menikah pada usia muda mungkin bukan rencana ku dan suamiku.Tapi Tuhan sudah berkehndak lain inilalah jalan yang harus kulalui.Sebetulnya perkenalkan ku sama suamiku sangat cepat,secara kebetulan kami berkenalan saat Ultah teman ku,Ini mungkin jatuh cinta pada pandang pertama.Sosok lelaki yang pertama ku kenal ini mampu meluluhkan kepingan hati yang semapat hancur secara tiba-tiba.Kedekatan dengannya makin akrap sejak kami putuskan untuk saling tukar tlp.Tiada hari tanpa bayang wajahnya,meski tiap hari tak ketemu namun dalam waktu luang kami berdua selalau berbagi kabar walau hanya dengan pesan singkat di sebuah layar celuler.Tak banyak memakan waktu PDKT akhir tahun kamipun dinobatkan sebagai suami istri.Sungguh bahagia menyambut datangnya hari itu,peristiwa indah yang terukir dalam sebuah cinta.Tidak lama kemudian kamipun dikaruniai bayi mungil yang akan menambah kehagiaan rumah tangga.Hari demi hari kulalui tanpa terasa anak ku semakin dewasa dan usiakupun juga semakin bertambah,perbedaan prinsip,ego ternyata sudah bisa kami kendalikan dan atasi hinga keluarga kami selalu terpisah dari kata bertengkar.Anak- anak sekarang sudah sekolah dan sebagai orang tua aku hasrus siap mendidik sedini mungkin agar kelak aku bisa menjembatani mereka agar bisa menjadi anak yang berguna dan tidak salah langkah.Tidak terasa liburan semester sudah tiba,rutinitas keluarga adalah mengajak mereka holiday.kali ini aku aku merasakan kejadian luar biasa pada saat iti,ya Kisah ini terjadi beberapa bulan berselang saat kami sedang berada dikota B, kota kelahiran istriku, kebetulan kami mempunyai rumah disana dan saat itu liburan anak sekolah.

Sudah 2 hari kami berada di kota, hampir seluruh sudut kota kami jelajahi dan anak anak juga sangat senang menikmati liburannya dengan mengunjungi berbagai lokasi wisata di kota berhawa sejuk itu.

Saat itu kami sedang berada disebuah factory outlet ketika sebuah suara terdengar “Hey……, apa kabar ..? seorang wanita berusia sedikit diatas istriku tiba tiba setengah berteriak menegur Anita,

“Eh.., Mira….apa kabar..” jawab istriku yang langsung menghampiri wanita itu dan mereka berpelukan.

“Pa…ingat kan..ini Mira….” kata istriku

“Tentu saja aku ingat…apa kabar..? “tanyaku menyalaminya

Mira adalah sahabat istriku saat masih kuliah…, wajahnya khas sunda, tidak terlalu cantik, namun putih dan bersih, terakhir kami bertemu empat tahun lalu disuatu pesta di Jakarta, ketika itu ia datang dengan suaminya.., lupa..aku namanya…namun suaminya adalah seorang arsitek.

Kedua wanita lalu ngobrol entah apa yang dibicarakan namun tampak mereka bicara tak putus – putusnya, bahkan istriku nampaknya lupa kalau ia sedang belanja, dan akupun melangakah meninggalkan mereka dan menggandeng anak anaku meneruskan belanja kami, kubiarkan istriku melepas kerinduan dengan sahabatnya.

Sesaat kemudian kedua wanita itu menghampiriku dan Mira pamit mau pulang.

“Kasihan…ia sudah bercerai” kata istriku dimobil

“Lho..kok…? tanyaku

”suaminya kawin lagi dengan wanita lain, dan ia tidak mau dimadu, ya akhirnya mereka cerai…sudah 3 tahun ia menjanda” panjang lebar istriku menjelaskan

“Lalu…?” tanyaku lagi

“Ya sudah…Mira sekarang membuka butik” jelas Anita

Percakapan berhenti sampai disitu karena anak anak mulai cerewet minta makan dan kamipun berhenti di sebuah restoran yang sejak dulu menjadi langganan kami.

“Pa.. Mira kusuruh kesini ya…, sebelum kita pulang, biar dia nginep disini…” istriku membuka percakapan sore itu ketika kami sedang santai di teras rumah kami yang terletak agak dibagian atas kota

“Boleh” jawabku..dan sungguh …saat itu tidak ada satupun pemikiran yang aneh aneh melintas di benakku, aku sedang melepas semua pikirang tentang pekerjaan dan benar benar bersantai, lagi pula anak anak juga tidak mau tinggal diam…selalu ribut tidak karuan

Anita mengambil HP nya, setengah jam ia ngobrol dengan sahabatnya itu, dan menjelang pukul 8, ketika kami baru saja menyelesaikan makan malam kami, suara mobil memasuki halaman.

“Hai…..” sapa Mira ketika kami menyambutnya, malam itu ia nampak segar dengan celana panjang yang mencetak bentuk pantatnya dan atasan model sekarang yang agak gombrong itu, namun sampai saat itu kembali aku belum ‘memikirkan hal itu’ sama sekali..

Istriku segera menarik tangan wanita itu dan mengajaknya kedalam sementara pembantu kami membawakan barang bawaannya masuk rumah.

Kebetulan rumah kami agak besar dan masih memiliki sebuah kamar yang tidak terpakai, dan kesitulah barang bawaan Mira diletakan.

Malam itu aku masuk kamar duluan, setelah anak anak tertidur, sementara istriku masih asyik ngobrol dengan kawannya, dan tak lama kemudian aku terlelap.

Rasa hangat dan geli yang nikmat menyadarkanku, dan aku tahu kalau mulut istriku sudah mengulum batang kemaluanku yang segera berdiri walau aku sendiri masih setengah sadar, entah kapan celanaku sudah turun sampai kelutut aku benar benar tak tahu.

Sesaat kemudian tanpa melepaskan mulutnya dari batang kemaluanku, celanaku sudah terlepas seluruhnya, dan menyusul baju lainnya.

Setelah saling mencumbu, menjilat dan bergumul, akhirnya dengan posisi diatas Anita memasukan batang kemaluanku kedalam vaginanya yang hangat itu dan mulai bergoyang, mula mula perlahan semakin lama semakin cepat, sementara mulutnya berdesis seperti orang kepedasan.

“Srrrt…” aku tak tahan lagi dan melepaskan air maniku duluan dalam vagina istriku yang masih terus bergoyang mengejar puncak kenikmatannya, dan akhirnya beberapa puluh detik kemudian istriku melenguh dan mendesis desis ketika ia menggapai klimaxnya, untung …pikirku…telat sedikit saja kemaluanku sudah melemas dan bisa pusing dia kalau tidak berhasil mencapai klimaxnya.

Tubuh istriku ambruk diatas tubuhku, dan…plop…..kemaluanku terlepas dengan sendirinya, kami berciuman dan saling memeluk, yah…walaupun banyak petualangan kami namun setiap kali berhubungan sex ……..kami sangat puas dan nilai keintiman yang ada diantara kami kalau sedang berdua sangat berbeda dibanding kalau sedang ‘bertualang’.

Kami tidak banyak bercakap malam itu, capek setelah seharian berputar putar dan belanja serta nikmatnya sex yang baru saja kami rasakan membuat kami segera terlelap dalam selimut….berpelukan telanjang bulat.

Pagi pagi aku sudah terjaga…, melihat istriku masih tidur.. aku lalu mengenakan celana pendek dan kaos oblong, masuk kamar mandi yang ada diadalam kamr, cuci muka…lalu keluar keruang makan…mencari kopi.

Saat melintas dapur kulihat Mira sedang asyik mengaduk kopi digelas…dan ketika melihatku nia tersenyum…

Mira hanya mengenakan baju tidur yang agak tipis… dan buah dadanya yang saat itu tidak menggunakan bra…membayang jelas…, masih pagi.., baru bangun……. melihat pemandangan seperti itu…langsung saja ‘adik kecil’ diselangkangan berontak keras….

“Mas…kopinya suka manis ?” tanya Mira
“Lho..kok…mana pembantu..masa kamu yang bikin ..?” tanyaku
“Kusuruh kepasar….Mira ingin masak kalau boleh…tanya Anita deh….hobby Mira kan masak..” jawabnya.

Ingin kutanya ‘hobby’ nya yang lain..tapi mengingat ia teman istriku dan aku belum diberi tanda oleh istriku aku menjaga lidahku supaya jangan nakal….

“Jangan terlalu manis..ah….nanti bisa diabetes…” jawabku, hampir…saja kulanjutkan…’kalau diabet bisa impoten…rugi …’ tapi kembali kujaga lidah ku..

Siang itu aku bersantai dikamar sementara istriku dan Mira asyik memasak…, anak anaku juga asyik dengan urusan mereka masing – masing dikamarnya

“Hey….makanan sudah siap.”teriak istriku dan hawa dingin kota Bandung serta suasana yang nyaman sungguh membuat kami lapar……

Mataku sempat menelusuri tubuh Mira yang tampak sibuk mengambilkan nasi, menyipakan lauk pauk dan dengan tank top ketat, celana jeans yang dikenakannya mencetak bentuk tubuhnya, sesungguhnya wanita ini bukan wanita yang akan kita pikirkan, berusia menjelang pertengahan, wajahnya biasa saja tidak terlalu cantik, tubuhnya juga sudah tidak sekencang gadis muda.. namun kulitnya sangat putih dan bersih, dari wajah serta penampilannya serta cara bicaranya terlihat jelas kalau ia bukan ‘petualang’, dan yang agak ‘mengganggu’ pemikiranku adalah sdh 3 tahun bercerai…’jangan jangan sudah rapat kembali’

Pepes ikan mas, sayur asam, sambal dan ayam goreng yang nikmat dalam waktu singkat bersih tandas dan beberapa saat kemudian aku sudah terbuai dalam mimpi, entah apa yang diperbuat istriku, sahabatnya dan anak anak sudah tidak kupedulikan lagi.

Setelah mandi sore kami menyempatkan diri pergi ke mall, beli jagung bakar, makan malam dan menjelang Pk. 9.00 malam kami sudah kembali kerumah…anak – anak langsung masuk kamar dan sesaat kemudian suasana sudah sepi…

Aku sedang membaca dikamar ketika istriku masuk dan duduk disampingku, dengan wajah yang berbinar-binar ia berkata “Pa..menurut papa Mira bagaimana..?” tanyannya tiba tiba.
“Bagaimana apa…”tanyaku
“Ah…mama kan melihat papa memperhatikan Mira, waktu makan siang tadi, …minat….?” lanjut istriku
“Mmmmm bukan gitu” lalu kusampaikan isi pemikiranku siang tadi dan istriku mencubitku “buktikan mau ? lubangnya masih ada atau nggak..? jawab Anita. “Mm……….tapi kan dia teman mama dan belum tentu memahami gaya hidup kita” jawabku, langsung saja ada yang terasa bergerak diantara pahaku…’kalau iya lumayan kan…’pikirku

Sudah terlalu lama istriku mengenal diriku…kali ini dia yang menjadi ‘pengatur laku’ “sudah..pokoknya papa..nurut saja. ya…nggak rugi deh…” lalu sambil mencium pipiku ia beranjak keluar kamar…

Aku mencoba kembali ke bacaanku, namun konsentrasi ku sudah buyar..

Sekitar lima belas menit kemudian pintu kamar terbuka dan masuklah istriku serta Mira yang sudah berganti pakaian dengan daster, wajahnya tampak segar dengan rambut diikat kebelakang sementara dadanya tampak menggantung lepas..sayang daster batik yang dikenakannya agak tebal..sehingga tidak ada bayangan yang timbul…

“Ngobrol disini saja ya Mir…, pa boleh kan Mira ngobrol dulu disini ..?,” pembantu belum tidur lagi nonton TV, dikamar Mira nggak enak, nggak ada Exhaust Van nya”…, memang terkadang istriku merokok, terbayang kan kalau asap rokok tidak dikamar tidak bisa keluar..?

“Walau awalnya agak canggung namun sebentar saja pembicaraan kami sudah relax, Anita duduk disisiku dan kami duduk diranjang bersandar santai, sementara Mira duduk diujung ranjang…., kami ngobrol segala hal sampai suatu saat istriku bertanya..(aku yakin dia sudah bertanya sebelumnya…tapi diulangi lagi untuk ku),
“Mir…kalau boleh tahu….kamu kan sudah pisah 3 tahun sama mantan mu…, nah kalau ‘kepingin…itu..’ bagaimana kamu mengatasinya…? tanpa tedeng aling aling Anita bertanya yang membuat wajah Mira merah bagi kepiting rebus.
“Ya…gitu deh……….., udah ah….kok nanya in yang begituan sih…….” jawab Mira tersipu.

Tiba tiba Anita bangkit, lalu mengambil lap top yang biasa kugunakan, meletakannya dipangkuannya dan…menyalakannya serta memanggil Mira mendekat…

Aku hanya memperhatikan apa yang dilakukan istriku…walau aku tahu apa yang ada dipikrannya, sekejab kemudian terdengar suara Mira berteriak kecil…”Ih…gila ya kamu……..” sambil melirik kearahku.

Berkali kali terdengar jerit tertahan Mira saat melihat apa yang tersaji di laptop ku, ya..kumpulan gambar photo ‘petualangan’ kami…bermacam occasion yang sudah ku compile dalam suatu album, ada yang istriku sedang ‘dikeroyok’, ada yang sedang swinging dengan pasangan lain dan macam macam lainnya.

“Sebentar ya…” kata Anita yang lalu beranjak ke kamar mandi Mira tidak menjawab namun matanya terus menatap layar lap top dengan wajah yang berubah ubah..antara percaya dan tidak..antara ingin tahu dan tertarik….ia masih asyik menscroll gambar gambar itu dan Anita yang sudah kembali duduk didekatku…tangannya langsung menyusup kedalam celana pendek yang kukenakan.

Istriku alau merangkul leherku, mencium bibirku..lidah kami saling bertautan dan tangannya dengan nakal memainkan kemaluanku yang masih tersimpan didalam celana pendek yang kukenakan…beberapa saat kemudian celana yang kukenakan sudah terlepas…

Ketika Anita menengok…ia terpana….karena saat itu istriku sedang asyik menjilat dan menghisap batang kemaluanku…dan ketika istriku melihat bahwa sahabatnya memperhatikan nya…ia menghentikan gerakannya dan memberi tanda agar mendekat…. dan entah sadar atau tidak Mira mendekati kami duduk disamping tempat tidur.

Tiba –tiba istriku menarik tangan Mira dan meletakannya di batang kemaluan ku yang sudah mengeras.

Tangan yang terasa dingin bertemu dengan batang kemaluan yang sangat panas…memberikan sensasi padaku..dan benar seperti kata istriku……. Mira sudah terlalu lama tidak menyentuh laki laki…, sesaat kemudian dua mulut mungil menjadikan batang kemaluanku sebagai ‘mainan’, saat Mira menghisap kepala kemaluanku istriku menjilati bijiku dan begitu bolak balik…kujulurkan tanganku…kutarik Mira agar merayap keatas dan sesaat kemudian bibirnya sudah berpagutan dengan bibirku…

Ketika dasternya kulepas..buah dadanya terpampang jelas…puting susunya lebih besar dari istriku merah agak kehitaman, kontras dengan kulit putihnya…, dan walau sdh tidak terlalu padat dan agak turun sedikit namun asyik juga.

Mulutku melumat puting susu yang sudah mengeras itu dan tanganku menyusup ke bawah pusarnya…terasa selangkangan yang lembab agak basah…dengan bulu bulu yang cukup lebat.

Istriku yang mengerti apa yang kuinginkan, menghentikan gerakannya menjilati kemaluanku..lalu memberi kesempatan padaku untuk mengubah posisi.

Kubaringkan Mira telentang..dan kucium bibirnya…lalu perlahan jilatanku merambat turun…lehernya, pundaknya dan buah dadanya ganti berganti kujilati dan kuhisap putingnya sementara ia hanya memejamkan mata mengerang lirih….

Lidahku turun terus kebawah…dan ketika sampai di perutnya ia mulai menggelinjang…kuambil bantal..kuminta ia mengganjal pinggulnya dan kini aku mulai konsentrasi pada vagina yang merekah membasah itu.

Dengan kedua tanganku kusibak bulu bulu di area itu….kubuka vaginanya…dan lidahku mulai menari nari di klitorisnya…, sesekali menerobos masuk dan kembali menjilat, menghisap dan menjilat..
Anita yang rupanya tidak tahan dari belakang juga ‘menyerang’ku.

“Ssshh…..aduh….sdh nggak tahan……” sesekali kepalaku dijepitnya dengan pahanya..dan aku mengerti..sudah terlalu lama ia ‘haus’..maka ketika aku menyudahi permainan lidahku dan merayap naik ketas tubuhnya dengan serta merat tangannya menyambut dan memelukku, dan setelah batang kemaluanku terarah tepat dengan perlahan mulai kubenamkan…Mira mengerang…. membuka pahanya semakin lebar,…setelah kepala kemaluanku masuk…dengan satu hentakan yang diiringi desahan keras dari wanita ini kubenamkan batang kemaluanku hingga habis.

Kubiarkan sesaat kemaluanku terendam dalam vagina yang sangat hangat namun ‘legit’ itu, memang sih kelebihan wanita jawa barat umumnya bisa membuat vaginanya enak..tidak kering agak basah sedikit, tapi legit..atau mungkin pengaruh suka makan lalaban?..dan baru kemudian kutarik sedikit…lalu kubenamkan lagi..demikian berulang – ulang… sementara Mira memeluk dan kakinya bahkan melingkari pinggangku…

Tiba kurasakan sensasi lain…wah…….ternyata istriku mengusap dan memegangi bijiku saat batang kemaluanku bergerak memompa naik turun di vagina Mira, bahkan sesat kemudia bukan lagi usapan yang kurasakan namun …..jilatan….gila…………….rasa nikmat yang luar biasa menyerangku …………, batang kemlauanku terbenam dijepit kemaluan Mira dan lidah Anita menjilati bijiku..sesekali batangku terjilat saat tertarik keluar…..

Aku tahu kalau begini terus tidak lama lagi pasti tumbang…….. maka, ku rubah posisi, tanpa melepaskan batang kemaluanku dari vaginanya , kubalik posisi hingga Mira kini diatasku, kini aku punya ‘mainan’ tambahan’, buah dada yang bergoyang dan menggayut diatasku dengan leluasa kuremas…, sesekali putingnya kuhisap…, disisi lain istriku juga jadi lebih leluasa ‘menggarap’ kemaluan ku yang sedang menyatu dalam vagina sahabatnya itu.

Mira mulai bergerak teratur….mungkin terlalu lama tidak merasakan kemaluan laki laki membuatnya tidak tahan terlalu lama…..ia naik turun diatasku dengan teratur…semakin lama semakin cepat..kemaluannya mulai menghangat…dan aku ‘membantunya’ dengan menghisap puting susunya…..dan akhirnya dengan satu teriakan tertahan ia melemparkan kepalanya kebelakang..mencengkeram pundaku dan mendesah lirih…”Ah…ssss…………….hhh…………. …..ah……..aduh…..keluar………..” lalu ia ambruk diatas dadaku.

Kucium bibirnya dan dengan perlahan ia kurebahkan kesamping…, sesungguhnya aku yakin akalu kuteruskan sedikit lagi ia masih bisa menggapai satu klimax lagi walau tidak sedahsyat yang barusan..namun aku juga tahu kalau istriku sudah menanti..

Kusuruh Anita menungging dan dari belakang batang kemaluanku yang masih basah kuyup dangn lendir Mira menerobos memasuki lubang vagina istriku..yang juga sudah basah….

Kami sudah mengenal satu dengan lain sangat baik….maka irama yang berkembang sudah dalam kontrol kami dan karena desakan di bijiku sudah sedemikian mendesak…kuberi tanda pada Anita untuk meningkatkan ‘speed’ dan akhirnya…srrrrt…..creeet……….air maniku menyembur deras mengisi vagina istriku sementara istriku juga mencapai klimax pada saat yang sama dan mendesah desah keras.

Cukup lama kami terdiam dan berpelukan bertiga dalam keadaan telanjang, ganti berganti kedua wanita itu mencium bibirku dan tangan mereka mengelus serta mengusap ngusap kemaluanku yang masih basah itu…, namun juga masih susut.

Belum terlalu rasanya beristirahat Mira sudah mulai memainkan kembali mulutnya di selangkanganku sementara Anita berjongkok diatas wajahku dan lidahku langsung saja menerobos masuk ke lubang vaginanya……, vagina istriku walau sudah banyak yang ‘menikmati’ namun tetap terawat dan terasa nikmat… juga klitorisnya masih tetap mungil kemerahan….sekitar lima menit kami dalam posisi itu sebelum berbalik… kini kembali aku diatas Mira yang dengan melebarkan kakinya menerima kemaluanku dan Anita memelukku dari belakang menjilati leher dan belakang telingaku..kadang lidahnya turun ke bawah hingga ke belahan pantatku….

Aku menggenjot Mira yang terlentang dibawah tubuhku dengan teratur dan pada irama yang tetap, bibir kami saling bertemu dalam ciuman yang panas…istriku mengelus dan mengusap usap bijiku yang memberikan sensasi nikmat dan seperti tadi…………Mira yang masih haus itu kembali mencapai klimax duluan…..”Mas……….ah…….cepet….cepet.. .aduh…………enaaaak..hhh………” dan setelah seluruh tubuhnya menegang ia tergolek lemas, aku berhenti sebentar tanpa mencabut kemaluanku yang masih terbenam dalam vagina yang berdenyut denyut itu…….dan semenit kemudian mulai lagi kugerakan maju mundur secara teratur….”waw……….geli….ah……..aduhh.. …………” Mira merintih dan mendesah….namun aku meneruskan gerakanku dengan cepat mengejar ejakulasi kedua yang ingin kugapai…dan “Aduh…….keluar…lagi……ah……” dan istriku juga semakin giat mengusap dan meremas bijiku dan ketika aku merasa tak tahan lagi……kucabut kemaluanku dari vagina Mira dan istriku segera membuka mulutnya menerima kemaluanku yang basah penuh lendir itu.

Tidak sampai dua menit, aku setengah menjambak rambutnya menembakan air maniku dalam mulut Anita yang tanpa ragu langsung menelannya.,

Setelah melemas, kemaluanku dilepas dari mulutnya namun bukan berarti berhenti karena lidahnya masih terus menjilati hingga batang kemaluanku bersih dari cairan.

Sekali ini aku perlu waktu setengah jam untuk dapat ‘bangkit’ kembali…. dan setengah jam lebih dikocok dalam vagina Anita untuk kemudian melepaskan isinya yang sudah semakin sedikit dalam vagina yang sejak awal ‘belum sempat diisi’ air maniku

Entah jam berapa Mira kembali ke kamarnya karena saat aku berada dalam pelukannya dengan wajahku terbenam diantara buah dadanya…aku terlelap.

Saat terjaga paginya aku diberi ciuman yang amat manis dari istriku…sambil berbisik ”Mira bilang terima kasih, punya papa jauh lebih enak dari mantannya dulu katanya..” aku hanya tersenyum karena benar benar merasa ‘habis…..’, terkuras energi dan air maniku….,

Hampir tengah hari baru aku beranjak dari tempat tidur setelah anak anak ribut tidak karuan mengajak pergi

Tamat Cerita Dewasa

Related posts:

Hubungan sex dengan gadis salonSex Ngentot Dengan Baby Sitter TetanggakuCerita Dewasa Tukar Pasangan Seks Dengan Mantan PacarSeks dengan Janda Penuh Nafsu Birahi

Tags: cerita dewasa majikan selingkuh sama pembantunya, cerita dewasa ngentot selingkuh sama mantan, cerita sex dewasa ngentot sama teman istriku

March 15th, 2011 | Tags: cerita dewasa majikan selingkuh sama pembantunya, cerita dewasa ngentot selingkuh sama mantan, cerita sex dewasa ngentot sama teman istriku
Cerita Dewasa Perselingkuhan | 2 Comments »

Cerita Dewasa – Selingkuh dengan Istri Kakak Iparku

7 Nov

Cerita dewasa berikut ini adalah sebuah cerita dewasa terbaru yang merupakan cerita sex kiriman dari seorang pembaca setia situs cerita dewasa ini. Ia mengirimkan cerita sex dewasa ini dari komentar website ini. Berikut inilah cerita dewasa yang akan diceritakan oleh Yonar. Nama Aku Yonar, aku adalah seorang lelaki yang sudah menikah, istriku mempunyai seorang kakak laki – laki yang telah beristri, istrinya sebut saja namanya linA, dengan linA dulu ketika kami masih sama2 pacaran, kami pernah dekat dan menjalin hubungan. Namun setelah kami sama2 menikah, kami menjauh, bahkan linA sangat menjaga jarak denganku. Jujur aku sendiri masih menyimpan hayal dengannya, tubuhnya memang kurang berisi, payudaranya juga tidak besar, tapi permainan sex nya luar biasa, libido yang besar membuatku sering terbayang dirinya. Sering pada suatu saat aku berusaha menggodanya, tapi sulit. lina dan suaminya (kakak istriku) tinggal mengontrak sebuah rumah kecil tepat di belakang rumah mertuaku.

Ketika aku berkunjung k rumah mertua ku otomatis aku juga pasti bertemu dengannya dan suaminya.

Suatu Ketika aku sedang berkunjung ke rumah mertuaku, tentunya dengan istri dan anakku, karena rumah mertuaku berada jauh di luarkota tempat aku tingal, otomatis biasanya aku menginap. Hari Minggu kami disana, Aku bertemu dengan lina, kami salam dan berbasa basi seperti biasa, aku masih saja terpesona melihatnya, apalgi dia hanya pakai celana pendek dan kaos oblong tipis, aku berusaha berlama-lama bersalaman dengannya, tp dia buru2 melepasnya. Jujur saja Aku berhasrat sekali dengannya, tapi segera kubuang jauh2 pikiran itu karena keluarga sedang berkumpul tidak mungkin itu trjadi.

Esok hari, subuh2 sekali istriku, kakak2nya (termasuk suaminya lina), dan adik2nya, sudah bersiap2 berangkat acara keluarga sekaligu ziarah ke makam leluhurnya, mereka berangkat dengan saudara2nya, Ibu dan seluruh keluarga. Hanya Aku putuskan tidak ikut karena masih cape dan malas. jadi hanya AKu dan Kakak Perempuan tertua ibu mertua yang sudah sangat tua dan sulit berjalan yang tidak bisa ikut, Oh iya lina juga tidak ikut karena dia hari itu tidak libur kerja. Sial sekali pikirku, kukira pagi ini bisa melihat lina dan ada kesempatan untuk menggodanya.

Pagi itu keadaan rumah sudah sepi, semua sudah berangkat, kecuali aku dan uwa. tiba2 terdengar lina masuk dari pintu belakang dari arah kontrakannya, bertanya pada uwa “wa, saklar di kontrakan rusak wa, jadi air sama lampunya ga bisa nya nyala, mana lina harus kerja lagi, si mas sama yng lain udah berangkat lagi gada yang bisa dimintain tolong”. Mendengar itu ingin rasanya aku segera beranjak dari ruang tengah menawarkan bantuan, tapi sebelum aku bicara uwa sdh menimpali “Tuh ada ada Yonar, dia ga ikut, minta tolong aj ya”, mendengar itu aku langsung menimpali ” Udah sini Lin aku coba liat sapa tau bisa” ” Ngga usah ngerepotin” jawab lina sambil berbisik ” ntra macem2 lagi”. Pikirku tau aja dia kalau aku punya niat macem2, tapi demi jaga gengsi aku bilang “Ada-ada aja, gini aj deh, selagi aku betulin saklar dikontrakan mu, lina disni aja dulu sampe beres, mandi disni aja” Dari gerakgeriknya dia hendak menolak namun Uwa buru2 bilang ” ya udah sekarang cepat betulin Yon, Lina disni aja dulu”

Membawa Peralatan listrik, obeng, gunting dsb, lina menuntunku ke kontrakannya, sekaligus dia membawa perlengkapan mandinya untuk mandi di rumah mertua. Setelah Lina menerangkan masalahnya aku pun segera memperbaiki saklar kontraknya, dimana saklar ini sebagai penghubung listrik induk dengan listrik rumahnya, sementara Lina mandi di rumah mertua.

Sekitar 15 Menitan sudah aku memperbaiki saklar di kontrakannya, Lina Pun belum juga selesai mandi. Sesekali aku bolak balik ke rumah mertua untuk mengambil beberapa keperluan, suatu kali ketika aku bolak balik, aku penasaran, jiwa nakal ku muncul, Hayalku membayangkan Lina yang sedang Bugil, tanpa sehelai benang pun ditubuhnya, terbayang tubuhnya dibasuh sabun, payudara dan vaginanya, pikiranku pun smkn nakal aplg setauku pintu kamar mandi disini tidak bisa tertutup sempurna sehingga ada bnyk celah untuk mengintip. .. Uuh..Memastikan keadaan aman, ku intip Uwa sedang dikamarnya, mungkin tidur, maka hayalku memberanikan untuk Mengintip Lina yang sedang mandi, dari balik celah pintu yang rusak,.

Perlahan kuintip, wow kulihat lina sedang menyamping dari arah pintu, bugil seluruh tubuhnya dipenuhi busa – busa sabun, tangannya yang lentik mengusap perlahan toketnya, oh.. dia meremas2 toketnya sambil memejamkan mata, melihat ini kontolku tak kuasa makin menegang, aplagi kemudian aku dikagetkan dgn adegan berikutnya: Lina Mengusap usap vaginanya, memasukkan jarinya kedalam vaginanya, ah apakah dia sedang masturbasi? pikirku.. terus dia mengocok vaginanya, memasukkan jari nya kedalam vagina sebari mendesah tak karuan, aku semakin tegang melihatnya, kontolku tak kuasa menegang, andai saya aku dapat menyetubuhinya.. . Sedang asik bermain dgn kelamin masing2, terdengar suara dari Dalam Ruang tengah: ” Liinn, kalau sudah mandinya, kesini dulu bentar ya..” lina yang sptnya sedang asik memainkan vagina terkaget lsg menjawab ” Iii..Yyya Wa..” Begitupun dengan aku buru2 aku beranjak perlahan sigap dari intipan ku dan segera kembali ke kontrakan lina meneruskan memperbaiki saklar.

Fyuhh.. benar2 tontonan yang membuat nafsu memuncak.. Pikiranku tidak bisa konsen memperbaiki saklar, pdhl aku sudah mau selesai. Ah kucoba hilangkan pikiran kotor itu dan kembali ke tugasku semula.

beberapa saat kemudian lina masuk ke rumah, habis mandi dengan (sayangnya) sudah menggunakan kaos dan celana pendek, padahal harapku dia hanya memakai handuk saja.

Seketika dia bertanya padaku ” belum selesai juga memperbaikinya? lama bnr” .. Aku jawab ” ya iyalah kan harus hati2, emangnya mau kalo nyetrum dan kebakaran”

hmm.. msh terbayang bagaimana adegan tadi kulihat di kamar mandi, maka muncul hasrat ku untuk menggodanya, menyetubuhi, atau bahkan memperkosanya..

Kulanjutkan tanyaku “udah mandinya Lin?” dgn agak sinis khasnya dia menjawab ” ya udah lah ngapain juga lama2?,

aku : “udah tuntas ya aktifitasnya di kamarmandi”

Lina: ” maksudnya? ya udah lah dah tau udh keluar kamar mandi berarti udah donk”

Aku: “yaa kirain aj ada yang masih nanggung”

Lina: Apaan sih, ga ngerti, udah ah cepetan benerin listriknya, aku mau ganti baju ni, susah kamarku kan gelap”

Aku: gelap bukan berarti ga bisa ngapain2 kan.. buktinya jadi tuh anakmu waktu gelap2an ama si mas dulu kan? hahahaha.. udah tuh dicoba listriknya, coba aj lampu ama airnya ..

Lina: iya aku coba..

sebari dia coba satu persatu stopkontak, lina melanjutkan pembicaraan ” iya dulu gelap2an enak si sebelum ada si Tina (anaknya) , sekarang ..uuhh.. dah bosen kali si angga (suaminya – kaka istriku) udah jarang, eh YOnar udah oke nih semua lampunya”

Aku: ahh kan banyak alternatif.. bisa sendiri atau cari bantuan lah… Syukurlah kalau sudah ok, dicoba juga airnya nyalain trs ganti baju kerja gih, ntr telat”

Lina: ahh alternatif apaan maksudnya yonn… (sebari melirik nakal kearahku), bosen jg kali kalau harus selfservice, ya udah aku ke kamar mandi cek dulu,

Lina berlalu menuju kamar mandi diujung belakang kontrakannya, sebari aku mengikutinya dari belakang,

kalimat terakhir dari mulutnya membuat hasrat ku makin bergetar, “bosen selfservice” dalam hatiku, hayalku trs bermunculan, apakah aku perkosa saja ketika dia di kamarmandi? kubekap dari belakang meremas toketnya, memaksanya .. tapi kalau ketauan gmn? kalau lina berteriak kencang gmn, sedang dinding pemisah antar kontrakan di tempatnya tidak tebal, tak tahan rasanya ingin menjilat lehernya yang lenjang, menikmati langsing tubuhnya..

Hayalku sejenak terhenti oleh teriakan lina ” aduuhh yooonn.. basah kuyup.. dah jalan lagi nih airnya.. tapi nyemprot banget..untung belum pake baju kerja..”

dengan segera aku menghampirinya ” ya bagus donk,, berarti dah jalan lagi, gada masalah lagi kan, baru disemprot sama air, gmn kalau semprotan yang lebih kental..” goda ku..

Lina menjawab ” yaa kalau itu sihh.. lain lagidonk.. ” sebari dia membalikkan badan kea arah ku dan membuat mataku terbelakak,, air yang membasahi kaosnya, membuat lekuk tubuh dan payudaranya tercetak sempurna, dan yang membuatku menelan ludah adalah lina belum memakai bra!! ternyata sejak tadi dia hanya memakai kaos saja.. badanku makin gemetar.. kontolku makin ngaceng tak tertahan dibalik celana tidurku..

“heh.. melotot aj!! liatin apa ayoo… udah ah aku mau ganti baju kerja sekalian, tuh beresin tuh yang didalam celanamu di kamar mandi” sebari tertwa kecil keluar dari kamar mandi. dengan malu aku masuk kamar mandi tanpa ingat menutup pintunya, aku segera beresin celana, ku keluarkan kontolku, sudah ngaceng sekali kontolku ini, tak tahan rasanya, apa aku onani saja pikirku, ah tidak, masa sih aku menyia-nyiakan kesempatan dengan lina, tak ada orang disni.. pikirku mengalir liar, sampai tanpa sadar, ternyata lina memperhatikan aku dari balik pintu kamar mandi yang memang tidak tertutup, ..

“hayyo kenapa lin.. susah ni mau dituntasin, bantuin donk..” secepat itu aku langsung bicara sebari mengusap2 kontolku, dgn kelagapan lina beranjak pergi sebari bicara ” apaan sih, sendri aja gih, atau minta sama istrimu, udah ah ganti baju dulu ah udah mau kerja nih”

aku pun mngikutinya berjalan menuju kamar, kulihat dari luar, dikamarnya dia duduk di ranjangnya spt termenung, dia hendak membuka bajunya tapi terhenti ketika tangannya menyentuh payudaranya sendiri, dia usap2nya, mungkinkah dia juga sebenarnya terangsang, libidonya masih tinggi dan sedang ingin bercinta tapi dia gengsi untuk jujur padaku..

aku beranikan maksud ke kamar tidur kecilnya yang hanya cukup untuk satu ranjang dan sedikit ruang itu, dari belakang kubisikkan ditelinganya “aku kangen ih masa-masa kita dulu, aku kangen banget sama kamu Lin, dah lama mendam rasa ini Lin”, dengan nada tinggi dia bilang ” Kamu masuk kamar orang ya ga sopan, ngomongnya ngawur ah, males ah, kita tuh udah sama2 nikah, dah punya anak lagi, inget tuh,..”

aku: kalau perasaan susah Lin (kupegang bahunya ku balikkan tubuhnya sehingga menghadapku), “aku sayang banget sama kamu lina, sering aku terbayang dirimu yang jadi istriku”..tak kuasa aku memandangnya wajahnya dan memandang kaos basahnya yang setengah terbuka, tercetak jelas payudara mungilnya

Lina: “inget .. kita udah … ”

belum selesai dia bicara aku langsung kecup bibirnya, kulumat bibirnya kuat2.. aku berusaha mendekap tubuhnya, sebelum lina mendorongku, duduk menjauh dari aku, berusaha unutk menamparku namun dengan segera ku pegang tangannya, “aku sayang banget lin sama kamu, sekalian lah bantuin aku tuntasin ya..”

kuberanikan diri mendekatinya lagi tanpa melepas genggaman tanganku padanya, sebelah tanganku membelai rambut lurusnya, kurebahkan kepalaku, mulutku di telinganya, kubisikan “i luv u so much lin, please.. sekali ini aja, aku janji gakan jadi panjang, ..”

kukecup langsung daun telinganya, kujilat, lina menggelinjang, dia memejamkan mata, tanpa perlawanan, kuanggap itu tanda setuju atas permintaanku. kuciumi kujilati telinganya, kuberanikan menjalarkan lidahku tak hanya di sekitar telinga, menjalar ke pipinya menuju bibirnya, sekali lagi aku kecup bibirnya, kujilati, kusedot, kali ini tanpa perlawanan, meski dia masih tak menggerakan bibirnya, aku terus melumat bibirnya, nafsu birahiku sudah membara sejak tadi, kusogokkan lidahku kedalam mulutnya yg masih rapat, kupaksa masuk kedalam mulutnya, tak lama kemudian dia menyerah juga, mulutnya mulai terbuka, meski belum banyak bergerak, kumainkan lidahku didalam mulutnya, menyentuh lidahnya, menjilati lidahnya, kusedot lidahnya kuat2, kurasakan dera nafasnya semakin kencang, kucekatkan tubuhnya, kulumat terus bibirnya yang mulai terbuka, sesekali lina membalas ciumanku perlahan.

aku mulai melepaskan genggaman tanganku, kupegang kepalanya sebari tetap menciuminya, sementara tanganku yang satu mengusap, menyentuh2 lehernya punggungnya, memainkan telinganya,

Ciuman itu berlangsung cukup lama, lama kelamaan lina mulai membalas ciumanku, dia mulai memainkan lidahnya, beradu dgn lidahku, mulutnya mulai berani melahapku, ciuman lahap dan kasarnya mulai nampak, desahan desahan nya mulai terasa trdengar ..Hmmm Hhh hsthhh…Uhh Hhh.. EHuhhhh.. itu yang aku suka dan aku rindu darinya.. ciuman kami semakin panas semakin bernafsu, saling membalas, tangannya mulai memelukku, satu tangannya mengacak2 rambutku, tubuh kami pun semakin tak berjarak, mulai menempel erat dgn tubuhnya yang masih terbalut kaos yang basah.

Tanganku mulai berani menelusup kebalik kaosnya yang basah dan setengah terbuka, kuraih toketnya yang sedari tadi tercetak dibalik kaosnya, kuremas toketnya, AKKHHHHHHHHHH OOKHHHHHHH….OoHHhhhdsthh, erangan keras keluar dari mulutnya ketika ku remas toketnya, ku mainkan putingnya yang sudah mengeras,

Kubuka kaosnya yang basah, tanpa kesulitan, kutau sejak awal dia sudah tidak memakai bra, kujalarkan lidahku kelehernya, uhh HHsshtstthh..Srrupp SStts .. Shh…. lina tak hentinya mendesah tak karuan..Ahhh Hh SHstt… Ohh HHmm Mhhs… kulanjutkan juluran lidahku bibirku menciumi garis leher dada sampai toketnya lina yg masih terduduk di ranjang sementara aku yang sudah setengah jojok di lantai,

sebelah toketnya kujilati perlahan, sebelah kuremas dengan tanganku.. Hhhhhsthh.. kujilat toketnya perlahan memutar dari pinggir toketnya memuncak ke puting, kupilin-pilin, kujilati kumainkan putingnya .. kutarik kencang2 putingnya, semua kulakukan bergantian kanan kiri, yang makin membuat lina nafsu nya membesar, kulanjutkan petualangan lidahku keperutnya

ku perosotkan celana tidurnya, ahhh … darahku serasa makin mendesir melihat langsung pemandangan sekitar alat vitalnya memeknya tanpa CD, langsung kulihat vaginanya, Memeknya yang tadi hanya kulihat dari intipan di kamarmandi, kini tepat didepan mataku dgn lina yang sudah berbugil ria. segera saja petualangan bibirku berlanjut di bibir memeknya lina. .OOhhh sedap sekali, aromanya semerbak habis mandi dicampur aroma cairan dari memeknya yang sudah becek sekali.. kulahap habis memeknya, kuciumi sekitarnya, kujulurkan lidahku masuk kedalam liang memeknya yang memang sudah longgar, kusogoh habis2n liang memeknya, lina menjerit kuat ” AHHHHhhhhkkkkkssskkkkkkhh oohhhhh… ughhhSsthhhhh…. Ahhhhhhhhhh dibenamkan nya wajahku sedalam-dalamnya ke liang memeknya, tangannya benar2 mengacak-acak rambutku, mendorong kepala ke memeknya, sesekali mejenggut rambutku.. oohh uhh.. ditekannya kuat2 wajahku masuk kedalam area memeknya.. sampai tak kuasa aku untuk banyak bergerak..

sedang asik memainkan memek lina, tiba2 tangannya mendorong kepalaku keluar “Lina udah ga tahan banget yon mau orgasme nih, tp tahan dulu ya yon.. gamau sekarang ahh ” dia bilang. Aku hanya mengangguk dan berkata “apapun mau kamu lina sayang”

Lina mengangkat tubuhku yang setengah jongkok memberi isyarat untuk duduk disampingnya diranjangnya, “sekarang giliran lina” ucapnya, segera dgn kasarnya dia membuka kaosku, dikecup dan dilumatnya bibirku dgn liar, dipegangnya kepalaku erat2 dijilatinya pipiku bibirku, seluruh wajahku, telingaku dijilatinya kanan kiri, digitnya,, Akkhhhhhhhh Lin enak banget,, ughh,,,,,,, tanganku pun meraih toketnya meremas2nya, sebari bibir lina menjamahi wajahku, telingaku, leherku nyaris saja di cupangnya, sebelum aku melarangnya khawatir ketauan istriku.

Lina menjamahi tubuhku dengan liar, dadaku, tanganku, dijilatinya jari2 tanganku, perut ku, dia tarik puting susu ku yang berbulu, seluruh tubuhku tak terlewat dijilatinya, tangannya liar menjamahku, membuka celana pendekku, memerosatkannya berikut dgn CD ku, ko0ntolku sudah sangat menegang kencang dan memerah.. Kali ini lina setengah berjongkok dihadapanku sedang aku giliran duduk di ranjangnya.. Ahhh senyum liarnya lina sebari menatap liar padaku, seakan siap menerkamku.. dia menjulurkan lidahnya memainkan kepala kontolku. Akhhhh Linnn.. enak banget.. dia mengocok2 kontolku sebari menjilati ujung kontolku, dia berjongkok dilantai, memainkan kontolku, lina memilin milin kontolku, diputar2nya kontolku dihisap,disedot, diemutnya kontolku naik turun, makin kencang makin kencang.. Ohhhhh aku tak tahan lagi, spermaku serasa sudah antri ingin memuncrat keluar.. tapi lina terus saja menjilati kontolku, mengulum skrotumku, sesekali lina menjilati menciumi daerah sekitar kontolku sampai ke selangkangan kaki, untuk kemudian kembali lagi mengisap lahap kontolku..

Dia kemudian mencabut mulutnya dari kontolku, dia berdiri menghadapku yang masih terduduk, kesempatan ini kupakai untuk menjilat lagi memeknya yang sudah sangat becek, meremas toketnya kuat2.. ahh indah sekali pemandangan ini tubuh lina berdiri dihadapanku, seolah dia sedang stripsis, bergerak menggelinjang karena rangsanganku ke dlm memek dan toketnya..

Akupun ikut berdiri dengannya kupeluk erat2 tubuh bugil lina, kami berciuman kembali, kemudian menjalar ke pundak kami kami masing2.. Lina beralih dia beranjak ke belakang tubuhku sehingga aku membelakanginya, dia menciumi tengkuk leherku, pundak belakang ku, menjilati garis tulang belakangku, tangan lina semakin turun, posisinya semakin berjongkok, sampai pada dia meraih kontolku dari belakang, sebari dia ciumi bokongku, dia kocok2 kontolku dari belakang, lina menciumi pahaku yang berbulu, berjongkok menghadap kedepan, AKhhhhhhhkk.. lagi2.. mulutnya meraih kontolku menghisap lagi kontolku sekuat tenaga.. Akhh….. dia hisap kuat2.. dia jilat2 sebari berlutut dihadapanku, kedua tangannya erat mendekap kedua pahaku kakiku yang sudah bergetar tak kuat menahan rangsangan yang lina buat..

Tak kuat dengan nafsuku yang semakin besar, kutarik lina berdiri, kubalikkan badannya.. kuremas toketnya dari belakang, kuremas kuat2.. kepalanya lina menengadah mengerang menahan kenikmatan, sesekali kusedot pula bibirnya, dan kugigit telinganya.. tak tahan kutundukkan lina bermaksud ingin doggi style, tampaknya lina mengerti, dia langsung menunduk, tangannya mengarahkan kontolku agar masuk keliang memeknya.. Bless.. AakkhhKKhhhhhhhhh……………….Setelah sekian lama sejak kami sama – sama belum menikah, kurasakan kembali kontolku terbenam di liang memeknya lina, uukkhhhhhhhh.. iiikkkhh.. ookkhh… erangan panjang lina begitu kuat ketika kontolku berhasil masuk ke memeknya.. Aku sempat khawatir erangannya terdengar tetangga sebelah..

“Jgn keras2 lin nanti tetangga dengar” bisikku pada lina, “bodo amat ah.. lg enak gini”.. jawab lina yg membuatku jg seolah tak peduli dan memulai mengocok-ngocok memek lina dengan kontolku dalam doggie style.. kukocok2 terus kontollku.. tanganku berusaha terus meremas2 toketnya dari belakang.. lina terus mengerang erang .. UUkkh Akhhhh.. OOOOhhhhhhhhh… uuhhhhhhhhhhh…………. tangannya lina yang memegang tembok bergetar tak karuan, ditengah kenikmatan ini.. lina mencabut memeknya dari kontolku, dia kembali berdiri menghadapku

dan tanpa kuduga lina mendorongku keras, sampai aku terlentang diranjangnya, ranjang tempat biasa dia bersetubuh dgn suaminya.

ucapnya ” Lina udah ga tahan yon’..

dia menaiki tubuhku diranjang, diarahkan memeknya kearah kontolku, Bleesss,,, aakhhhhkkhhhh Ugghhhhhhhhhh OOhhkk…… kami kembali mengerang bersama-sama..

Lina menindihku.. women on top,, digerak2n tubuhnya, naik turun, depan belakang diputar2nya kontolku dengan memeknya… kami berciuman liar, saling menjilat tak beraturan.. berulang kali dia berkata “udah gakuat lina ih..” .. aku berusaha membanting tubuhnya, membalik posisi, kali ini dia dibawah.. aku kocokkan kontolku semakin cepat dan kencang prokk prookk.. erangan lina udah tak tertahankan lagi.. “teruuuss.. ayyyo donggg yyooonn……” ucapnya.. aahhhh ahhhh iih uhh oohhh.. dia trs menggelinjang menggerakan bokongnya.. ” aku juga ga kuat lin” .. ayo dong kita bareng..” tenaga lina begitu kuat mendorongku untuk kembali kami terguling membalikkan posisi.. dia kembali diatas, kali ini dia duduk berkuda.. menggerak-gerakan pantatnya, naik turun, menggoyang2 pantatnya, tubuhku bangun meraih toketnya.. darahku mendesir.. sekecap saja aku sedot toketnya.. meremas toketnya.. lina sudah tak kuasa untuk mencapai klimaksnya .. AkhhhhhhhhhhOhhh YESsss……. uughhhhhhhhhhhhhhh ” lliiinnnna kkkeeellluuuaaaarrrr … yyoonn…… Ohhhhhhhhhhhh… Peluk erat2 badan lina donk yon, yang kkkuuatt.. gggiiigggit puuuttting lina,” suaranya mengacau tak karuan.., aku ikuti maunya.. kupeluk lina kuat2.. kuhentamkan kepala di toketnya, kusedot dan kugigit kuat2 puting toketnya.. “‘akhhhhhhhhhhhkkkkkkh… kelellllllllllllllluuaarrrrrrrrr…”””” … lina orgasme” tubuhnya semakin kuat mendekap, memeknya basah…”enakkkkk bangettt yoonn… UUGhhhhhhhhhhhhhhh Akkhhhhhhhhh…..

“Kamu curang yon… ga bareng” lina berbicara kacau sebari bergerak terus perlahan menuntaskan orgasmenya, matanya masih terpejam merasakn kenikmatan tubuhnya mulai melemas… kesempatanku membalikkan lagi tubuhnya, tanpa melepas kontolku di memeknya, lina kubuat terlentang, kali ini kukocokkan kuat2 kontolku, maju mundur di memeknya yang sudah basah…. disaat orgasme lina nyaris tuntas, aku justru baru menuju orgasme ku.. , kukocok2 terus … kutekan tubuhnya dgn tubuhku.. ciuman kami kini hanya sedotan penuh klimaks..

Akkhhhhakhhhh.. Lin aku dah mau keluar nih.. .. “ucapku ditengah deraan desahan nafas kami berdua.. ” ” Muncratin donk yon.. ayyoo.. orgasme lina panjang nih.. ” jawabnya segera dgn suara lirih.. aku segera mencabut kontolku.. kudekatkan ke wajahnya lina.. dia sudah menganga spt sdh lapar dgn sperma, tangannya langsung meraih kontolku, dikocok2nya kontolku, sesekali dijilatnya, akhhh aku sudah tak kuat.. kontolku memerah.. dannn…CrOOOTTTT CRROOTTT… Akhhhh kkhh……… aku keluar.. Lina menggenggam kuat2 kontolku .. mulut nya mengangaa membiarkan sperma ku masuk ke mulutnya.. “Akkhhh….yon.. enakkkk.. Ummmm Emmm Uhhgg..” Lina bergumam, spermaku trs menyemprot tak karuan ke wajahnya lehernya ke kasurnya.. sebagian besar ke mulut lina, sesekali lina menyedot kontolku menjilat spermanya.. Setelah Muncratan spermaku perlahan berkurang dan selesai, lina masih terus menggenggam kontolku, meraihnya dan menyedot sekuat tenaga seolah menghabiskan sisa – sisa sperma dalam kontolku.. tubuhku melemas.. aku mengecup kening lina, hidung lina dan bibir lina, tubuhku menindih tubuhnya, dalam hadap2n wajahku dgn lina, kami sejenak bercakap2..

Aku : makasih banyak ya lin mau ngelakuin ini sama aku

Lina : Cuma sekali ini aj ah, ga boleh terulang lagi

Aku : aku sayang banget sama kamu lin, kalau aku mau lagi gmn?

Lina : Jangan ah ya.. , kamu kan janji td kl ini gakan panjang

Aku : Iya iya ok deh sayang.. tp.. kl lina lagi “butuh” dan ga tersalurkan, aku siap kapan aja.. daripada selfsrvice dikamarmandi, ga enak kan ktnya bosen..

Mendengar itu lina spt terkaget, lina mendorong tubuhku, membuat tubuhku yg menindihnya bangkit ke sebelah tubuhnya, sebari dia berkata

Lina : Eh dasar ya kamu, jangan2 pas aku aku mandi.. kamu..

Aku : Iyyaaa.. aku ngintip dikit… tapi ga tuntas.. lagian kamu jg ngintip pas aku td maenin burungku.. jd impas kan.. Tapi tadi enak kan lin..

Lina : Iya.. enak banget.. Udah ah (sebari beranjak dari posisi terlentang) Beresin bekas sperma nih, ntr kakak iparmu curiga bnyk yg berceceran.

Dalam tubuhnya yang masih telanjang lina mengambil tisu dan lap utk membersihkan bercakan sperma di kasur.. aku tak kuasa terus memandang tubuhnya berjongkok menunduk dikasur, sesekali aku menggodanya kembali, menyolek bokongnya, toketnya dan bagian tubuh lain, tapi lina selalu menepisnya..

Lina kemudian beranjak keluar kamar meninggalkanku yang masih terbaring, sementara kontolku menegang kembali, kususul lina keluar kamar, trnyata dia mengambil handuk menuju kamar mandi, membersihkan sisa2 bekas pergumulan kami di tubuhnya.. Aku menawarkan bantuannya padanya “Sini Lin, Biar aku bantu bersihinnya, sekalian saling bantu, langsung saja aku bantu membersihkan bagian tubuh belakangnya, awalnya lina menolak kembali, namun setelah kujelaskan bahwa aku gakan macem2 lagi, dia bersedia, ya sekalipun dengan posisi kontolku yang sedikit menegang..

Tak lama kami saling membersihkan tubuh kami, Lina mengambil handuk, dikeringannya tubuhku sebelum dia melilitkan handuknya ditubuhnya. Sesekali LIna melirik kontolku yang agak menegang, “burungnya, suruh istirahat tuh jangan nunjuk terus” ujarnya suatu kali. Aku hanya tersenyum ..

Lina Beranjak k ruang depan, tempat segala macam benda ada disitu, berhubung kontrakannya hanya trdiri dari 3 ruang. Lina beranjak ke meja rias, membuka lilitan handuknya,

Aku : mau siap – siap kerja ya, udah telat banget kayaknya tuh, masuk jam berapa emang”?

Lina diam sejenak kemudian menjawab ” Sebenrnya sih hari ini gada kegiatan kerja, cuma lagi males di rumah, lagi BT am si mas dan keluarga ini”

Aku beranjak duduk disebelahnya dikursi rias, Lina kemudian menceritakan keluh kesahnya tentang semuanya, dari mulai kekesalannya sampai ke urusan ranjang dengan suaminya, aku pun reflek memeluknya, Lina memelukku erat2, airmatanya tak tertahan keluar.. Kami cukup lama berpelukan, kontolku makin saja menegang, kurasa Lina menyadarinya, matanya melirik kontolku, kemudian dia mengusap airmatanya.. dan….

Lina mengecup bibirku, sekali, dua kali, kemudian melahap bibirku, dalam posisi masih berpelukan di kursi meja riasnya, “keluarkan semua amarah dan nafsumu padaku ya Lin”, Dia mengangguk mencium kembali bibirku dengan lahap, aku membalas ciumannya yang penuh nafsu dan amarah.. Lina merojok mulut ku dengan lidahnya…

Dimainkannya lidahnya dengan kasar dimulutku, dilahapnya bibirku, nafasku mendera tak karuan. Tidak sampai distu saja, Lina Melampiaskn nafsunya dengan merambahi seluruh tubuhku, aku benar2 dilayaninya dengan prima.. petualangan Lina ditubuhku berlanjut ke leherku, Lina jilat dari pangkal bawah sampai telinga, Grrr.. merinding aku dibuatnya, digigitnya lidahku.. ughh.. Hmm uhh.. ciuman bibirnya terus menjalar ke badanku, melingkari punggungku dan tubuh depanku, puting berbuluku dimainkan dijilat jilat, perut ku diciumi, dgn kasar dan garang, sampai Lina berjongkok kembali meraih kontolku, dimainkan dengan ganas, dengan nafas yang memburu , ia menjulurkan lidahnya memainkan kepala kontolku. Akhhhhkkhh.. Hmmm… Lina mempermainkan kontolku sebari trs mendesah dan bergumam, enak banget Lin,, ucapku, desahan dan gumamnya memberikan sensasi getar di kontolku.. Lina mengocok2 kontolku sebari menjilati ujung kontolku, dia berjongkok dilantai,sementara aku masih terduduk dikursinya, tak kuasa menahan gempuran nafsu Lina memainkan kontolku, lina memilin milin kontolku, diputar2nya kontolku dihisap,disedot, diemutnya kontolku naik turun, makin kencang makin kencang.. Ohhhhhkkhh.. bnr2 kenikmatan luar biasa lebih dari permainan kami yang pertama, spermaku kembali terpompa penuh.. lina terus saja menjilati kontolku, mengulum skrotumku,tak lupa lina menjilati menciumi daerah sekitar kontolku sampai ke selangkangan kaki, bahkan terkadang menjilati sampai ke ujung jari kakiku pun tak lepas dihisapnya.. ughh.. untuk kemudian kembali lagi mengisap lahap kontolku..

Kami tak banyak bercakap – cakap saat itu, hanya desahan keras dan lenguhan panjang dari kami, kami sdh tidak peduli lagi dinding tipis pembatas kontrakan membuat suara2 kami trdengar ke sebelah..

Kemudian Lina seperti terburu nafsu naik keatas pangkuanku yang masih terduduk.. membenamkan memeknya membiarkan memeknya tertusuk kontolku yang sangat menegang .. Blesss…. Akhhhhhhhhhhhhh OOhkhhhhhhhhhhhhh,,, Yonn… UUggghhhhhhhh AARRKKKKKKKKKKKKKKKKkkHHHHHHHHHHHHH… Lenguhan keras Lina bercampur dengan eranganku.. Lina menaikkan turunkan tubuhnya menggoyang pantatnya.. Lina kembali berposisi berkuda.. kali ini lebih kasar dan liar, tangannya mengacak2 rambutku, mencakar punggungku.. membenamkan kepalaku ke toketnya.. kujilati toketnya… ku gigit sebisaku..

Kemudian Lina mulai mengejang keras… Ugghh.. AARrkkhhhhhhkkhh…….. OKKHH>>> Teriaknya.. Lina mencapai orgasmenya.. dipeluk erat2 tubuhku .. basah kembali memeknya yang td sudah dibersihkan..Lina terus bergoyang, kepalanya tertunduk menyandarkan pada kepala atasku Goyangannya perlahan melambat.. tubuh melemas.. Sementara aku semakin bernafsu libidoku makin naik, tak kuasa menahan desakan sperma dari dalam kontolkuu..

“Giliran kamu yon,” bisiknya pelan dengan suara lelahnya.. sementara mata kami masih terpejam merasakan kenikmatan ini

Namun ketika aku hendak menuntaskan “pembalasan” seksual ku pada Lina, kami dikagetkan suara orang membuka pintu depan ruang tamu, tempat kami bergumul.. mata kami sontak terbuka, alangkah kagetnya kami ternyata sang pemilik kontrakan, mba dian yang membuka pintu, dengan reflek Lina bangun dari pangkuanku, mengambil handuk utk menutupi tubuhnya, sedang aku berusaha mencari apapun utk menutupi tubuhku..

Mba Dian membanting pintu spt ingin menunjukkan amarahnya pada kami, pikiranku bnr2 tk karuan saat itu, sementara Lina berusaha menjelaskan dan memminta maaf pada mba dian, Tapi sepertinya Mba dian sm sekali tidak memperhatikan, Dgn suara tersengal – sengal ternegah – engah Mba dian hanya berkata ” dari tadi mba dian udh intip apa yang kalian lakukan, Hebat juga ya kalian ” dengan nada spt yang marah.. Kami berusaha menjelaskan dan meminta maaf, Namun mba dian mendorong aku kembali duduk di kursi, ditariknya kain yang menutup kontolku, maka menjulanglah kontolku yang memerah dan sangat tegang..

Tanpa disangka, Mba DIan memelorotkan celana pendek dan CD nya, seraya menaiki tubuhku.. “tanggung jwab bantuin Mba..”

Aku berusaha menghindar merasa tidak enak dgn Lina, tapi Lina mendekatiku, menggegam tanganku dan berbisik “mau giman lagi..”

Maka aku pun menurutinya, kubiarkan mba dian naik ke pangkuan, dia berusaha menancapkan memeknya ke kontolku,, memeknya sudah sangat basah, trnyata mba dian sudah sngat ga tahan, mungkin karena dia menginitp kami sejak tadi,

Bless.. Akkhhhhhhhhh… Mba dian melenguh, aku melirik kebelkang tempat Lian Duduk, tangan kami masih saling menggenggam.. Ku biarkan Mba Dian bertindak sesuka hati, bergoyang, naik turun, Aku berusaha menahan jangan sampai aku orgasme dengan mba Dian, aku hanya ingin menuntaskan dgn Lina, meskipun sebenarnya aku sangat terangsang .. Tubuh Orang asing yang tak terbayangkan sebelumnya sedang menikmati seks diatas pangkuanku..

Tak berapa lama, Mba Dian hendak mencapai puncaknya, tubuhnya mengejang kuat.. Akhhh…uughh.. Akhirnyaa.. tuntas… gumam Mba Dian, Tubuhnya melemas juga..

Sementara Di Luar Suami Mba Dian memanggil2, gawat kl sampai ikut masuk dihajar aku habis2n pikirku, untungnya Mba DIan segera bergegas memakai Celananya kembali, sebelum keluar Mba Dian Mengucapakan sepatah kata pada kami “Lain Kali kalau mau Gituan kunci pintunya”..

Kami baru menyadari sedari tadi kami tidak mengunci pintu.. cerobohnya kami, setelah mba dian keluar akupun mengunci pintu, samar2 terdengar obrolan Mba Dian dan suaminyaMas Dewa

Mas Dewa ; Lagi apa didalam, bukannya lg pada pergi

Mba Dian ; ada Lina, tadi lg ngbrol2 aj berdua..

Suara mereka mulai menjauh tanda sudah mulai meninggalkan halaman kontrakan ini..

Aku bergegas mendekati Lina yang terbalut handuk dan terduduk di sofa ruang depan, aku duduk disampingnya, aku memeluknya erat2,

Aku : Aku Minta maaf ya Lin, kejadian tadi, ga nyangka..

Lina: Gimana enak ga am mba dian?

Aku: Ya galah, buktinya aku ga sampe orgasme, kamu kesel ya

Lina: Mmhhh.. aku malah jadi “naik” lagi, lagian kamu kan msh punya utang, belum “tuntas’

Tanpa banyak basa bisi lagi kulancarkan ciuman ke bibirnya, darah kami mendesir, nafas kami kembali memburu.. kulepaskan handuk dr tubuhnya, kujalarkan lidahku ke lehr telingan dan tubuhnya, kuraih kembali toketnya.. baru sebentar kusedot.. akhhh “Lina ga kuat..” ucapnya, kutidurkan tubuhny di sofa, kujamahi seleruh tubuhnya, kubentangkan kakinya lebar2, aku turun dari sofa, kuangkat kedua kakinya dengan tanganku.. kujilati memeknya, kurojok masuk kedalam liang memeknya .. oKhh.. akhhhh.. Argghh.. Lina medesahtak karuan kepalanya bergerak gerak menahan nafsu, ditariknya dijenggutnya rambutku.. kepalaku terbebanm masuk kememeknya, Lina terus menekan kepala, Ahhh… Lina Keluarrr lagii..” cairan memeknya membasahi mulutku.. Ughhh… Lina hanya kuberi istirahat beberapa detik saja.. kubalikkan tubuhnya, sehingga Lina bergaya Doggi dihadapanku, tanpa banyak waktu, kutancapkan kontolku dimemeknya, kami melakukan doggi style, aku berdiri melebarkan kaki, mengepaskan posisi konotlku agar tepat di memeknya Lina yang menunging di sofa, Aku maju mundurkan, aku kocok sekuat2nya, dengan kencang.. Ug h akhh Arrghh.. Ohhh ehhh Hhshht.. Desahan desahan kami bercampur tak karuan.. Aku sudah tak kuat menahan orgasmeku.. aku balikkan tubuhnya menjadi terlentang, aku naik kesofa, kedai kaki Lina kusandarkan dipundakku, kontolku tetap kubiarkan didalam, kukocok2 maju mundur keliang memeknya, Lina sudah bercucuran airmata, tanda kenikmatan, “Aku udah ga tahan Lagi Lin, aku sembur ya” ucapnya dgn nafas yang memburu.. Dgn erangan dan desahan Lian menjawab ” Iiyy yaa..Sembur didalam aja..” Kocokanku maki kencang terus.. Ohh Uhh Ohhh Akkhhhhhhhhhh .. Arrghhhhhhhhhh……….. “aku keluar Linn..”” Akkhhhhhhhhhhh ARGGHHHHHHHHHHHhh “Lina juga Yon..” Akhhrrgggg.. UUhh Ohhh… Croott Croott… Croott… Spermaku menyembur deras di memeknya.. aku benamkan dalam-dalam kutindig tubyuh lina erat2, tangan lina keduanya mendekapku erat, bergelinjang tubuhnya.. bibir kami berpagut menekan kuat.. seluruh tubuhku menekan kuat tubuh Lina.. Tubuh kami melemas dipelukan.. , konotlku kubiarkan terbenam lama di memek Lina, sampai menysut kembali, Kami berdua kelelahan, kulihat Lina tersenyum khasnya kepadaku, aku kecup keningnya.. “Makasih banyak ya Lin” ucapku, Lina hanya tersenyum khas dan mengangguk, Aku pun beranjak dari dekapannya, melepaskan kontolku dari memeknya, dan setengah berbaring disamping Lina masih disofanya, Kami beristirahat sejenak, Lina Menyandarkan kepalanya didadaku, sejenak kami memejamkan mana, tangan Lina melingkar di tubuhku.

Beberapa saat kemudian kami bergegas, agar Uwa tak curiga, aku mandi di rumah mertua sementara Lina di kontrakannya, sengaja aku masuk e rumah mertua dengan jalan memutar, tidak lewat belakang tapi lewat pintu depan,

Uwa smpt bertanya kemana aku dari tadi dan bagaimana listrik d kontrakan Lina, aku menjawab sebisaku dengan karangan2 yang ku buat..

Selesai Mandi, aku minta ijin Uwa mengantar Lina Kerja, hubungan kami kembali cair sejak kejadian itu, sebelum berangkat kami sempat menemui Mba DIan, mebicarakan kejadian tadi, unutnglah mba Dian bersedia tutup mulut, dgn beberapa syarat. Di jalan aku sempat menyinggung apakah boleh mengulang hubungan tadi, Lina berkelit dan hanya mnjwab manja “Inget kan tadi gakan janjinya panjang..”.. meski yang tadi tuh adegannya panjang dan lam.. ” lanjutnya sebari menatap nakal padaku.

Aku turunkan Lina ditengah jalan tempat dia sudah janjian dgn teman perempuannya, mengingat Lina sbnrnya libur kerja dan hanya cari alasan saja. Akupun kembali ke rumah mertua, seolah-olah tak ada apa2, sampai seluruh keluarga sudah kembali dan Lina malamnya pun telah pulang.

Kejadian itu selalu terbayang – bayang olehku, dan sampai kini tak pernah terulang kembali, meski aku sering berharap demikian.

Kami sempat mencuri2 kesempatan kalau ada acara, tidak pernah menyengaja utk bertemu dan melakukan diluar, bukan tidak pernah aku berusaha mengajak Lina, tapi dia selalu menolak.

Pengalaman Seks dengan Lina yang sangat panjang dan luar biasa itu mungkinkah bisa kuwujudkan kembali..

Related posts:

Cerita Dewasa Nikmatnya memek istri kakak kuCerita Dewasa Selingkuh dengan sahabat istrikuSex Ngentot Dengan Baby Sitter TetanggakuHubungan sex dengan gadis salonCerita Dewasa Chatting YM dengan Tante Girang yang Berakhir di Ranjang

Tags: cerita dewasa ngentot sama kakak ipar, cerita dewasa perselingkuhan sedarah dengan ipar

October 8th, 2011 | Tags: cerita dewasa ngentot sama kakak ipar, cerita dewasa perselingkuhan sedarah dengan ipar
Cerita Dewasa Perselingkuhan | No Comments »

Cerita Selingkuh dokter dengan perawat

11 Oct

Cerita Selingkuh dokter dengan perawat, Perkenalkan namaku Mirna, saat ini bekerja sebagai suster atau perawat di rumah sakit salah satu kota kecil di Jawa Barat. Kota ini memang kecil dan jarang sekali pasien yang dirawat lama disini, kebanyakan mereka dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatannya. Sebelum kumulai cerita dewasa perselingkuhan ini, perlu diketahui tinggiku 165cm berat 48kg, wajahku lumayan cantik dengan kulit kuning langsat, ukuran payudaraku standart lah, hanya saja bila aku memakai pakaian ketat atau mini, semua mata yang memandang pasti akan bernafsu dan  terangsang gairah seksualnya.

Kemudian sebut saja dia dr. Irwan, dia lumayan tampan, sudah beristri namun belum dikaruniai anak, mungkin karena dia lebih banyak menghabiskan waktu nya di rumah sakit, dia juga merupakan idola para suster disini, wibawanya dan tutur katanya membuat semua suster selalu mengaguminya. Kisah dewasa ini terjadi kira-kira 3 tahun yang lalu, waktu itu aku kebetulan mendapat giliran malam, padahal besok harinya itu hari libur karena bertepatan dengan tanggal merah, entah perayaan apa aku tak ingat, pasien di rumah sakit itu sangat sedikit, jadi yah bias dihitung jari, dan biasanya setelah jam 9 malam, rumah sakit itu sepi sekali, mungkin karena letaknya juga jauh dari pusat kota, lebih termasuk ke pinggiran kota.
Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.